
Seperti biasa Kevin menjemput Keysha pagi untuk berangkat sekolah. Kevin udah menganggap rumah Keysha seperti rumahnya dia masuk tanpa di persilahkan
"Bun, Keysha mana?"
"Masih siap siap tadi agak kesiangan bangunnya" ucap Bunda Keysha
"Keyla prakarya nya bagus" Kevin basa basi
"Nah itu bantuin Keyla bikin prakarya itu jadi tidurnya pada malem makanya bangunnya kesiangan" timpal Bunda
"v6in sarapan dulu"
"Gak bun udah kenyang"
" Tumben biasanya semangat sarapan disini!" goda Bunda
bunda tersenyum ke arah kevin pikir bunda Keysha Kevin sarapan dirumahnya. Kevin hanya tersenyum. Bunda merasa ada yang aneh. Tapi beliau tak mengindahkannya mungkin Kevin sedang BadMood.
"Sha sayang cepetan ini Kevin dah nunggu" teriak Bunda
"Iya Bun ini juga dah cepetan" jawab Keysha
Diperjalanan Kevin banyak diam gk terlalu banyak bicara malah keysha nanya pun kadang gk di jawab. Keysha pun heran melihat Kevin hari ini seperti lagi punya masalah.
'si Kevin kenapa sih' pikir Keysha
Saat ada orang yang menyalip motornya dengan tajam tak urung Kevin nyolot.
"Woy jalan nenek moyang lo?"
"Napa sih lo Vin, lagi PMS ya?" tanya Keysha sambil nyengir. tapi tidak di tanggapi malah Kevin terlihat dingin
'Biar lah tar juga cerita klo ada masalah' batin Keysha
Biasanya Kevin nganterin keysha sampe ke kelas semua sudah tau itu. Tapi hari ini setelah turun dari motor Kevin langsung masuk ke kelasnya.
__ADS_1
Keysha pun melihat perubahan Kevin dengan heran dan menggeleng-geleng kepala. padahal hati Keysha seakan di iris sakit di cuekin Kevin. Kayak ada yang hilang dari hatinya.
"Pagi best friend..." sapaan Kiano mengagetkannya dari lamunan.
"Pagi-pagi dah ngelamun, mikir apa sih?"
"Si Kevin dia kayak punya masalah deh tapi belum mau cerita. Sehari ini dia diam aku ajak ngobrol juga. Trus bawaannya marah sama orang padahal gak pernah gitu. napa ya No?"
"Udah gk usah khawatir nanti juga bakal cerita, mungkin dia masih belum bisa mengatakan apa apa sama kita" hibur Kiano.
"Nanti pas jam istirahat kita datengin kelasnya ya" Keysha hanya mengangguk. dan meraka masuk ke kelas masing-masing karena bel pertama sudah berbunyi.
Jam istirahat pun tiba seperti janjinya tadi Kiano mengajak Keysha ke kelasnya Kevin. Tapi Kevin tidak ada di kelasnya. Mereka sudah tau pasti Kevin ada di lapangan main basket.
Dan benar saja Kevin di sana sedang main basket sendiri. tidak mengenal cape terus mendrible bola dan memasukannya ke ring terus seperti itu. panggilan Keysha dan Kiano tidak di hiraukan nya.
Karena gak sabar Kiano menendang bola basket saat Kevin sadang mendriblenya. Kevin terlihat marah dan mengangkat tangannya mau memukul Kiano tapi Kevin bisa menahannya setelah liat Keysha yang terlihat menutup mata dan ketakutan.
"Ayooo pukul kenapa gk jadi. klo itu bisa membuat masalah lo selesai lo pukul gue" teriak Kiano
Kevin pun duduk di lapangan sambil menunduk. Kevin malu yang hampir saja diperbudak amarah.
Mereka terdiam membisu dengan pikiran pikiran masing-masing. Rencana yang mereka buat. seolah sia sia. Masa depan mereka seolah berhenti di sana. Seolah tak ada lagi kebahagian yang akan mereka raih. Semuanya seolah buntu. Universitas yg mereka akan pilih, Fakultas yang akan mereka ambil semuanya seolah mulai berterbangan menghilang meninggalkannya. Mimpi-mimpi yang mereka idamkan yang tinggal beberapa langkah itu seolah buyar.
Keysha semakin tersedu. ke5ysha dan Kiano tahu ketegasan Papihnya Kevin. Keinginan Papih Kevin tak terbantah.
Flash back on
Setelah pulang lari pagi Kevin melihat Papihnya sedang menatap laptop sedang mancari informasi tentang Universitas untuk Kevin di Jerman. Saat mendengar suara langkah Papih mengangkat kepalanya dan melihat Kevin lalu menyuruhnya duduk di depannya.
"Aku mandi dulu Pih" tolak Kevin yang sudah merasa aneh. karena biasanya Papihnya jarang mengajaknya bicara.
Setelah membersihkan badan Kevin pun duduk depan Papihnya.
"Ada apa Pih?" tanya Kevin setelah duduk.
__ADS_1
" Ini Papih sedang memilih tempat buat kuliahmu juga tempat tinggalmu semuanya mulai Papih persiapkan di Jerman. jadi nanti kamu gak usah mikirin apa apa lagi tinggal berangkat saja.
" Kamu mau tinggal di Asrama atau mau di Apartemen?"
Kevin melongo mendengar penuturan Papihnya tentang studynya.
"Tapi pih kemarin kan udah dibicarakan kalo aku gak mau kuliah di luar negri toh disini juga gk kalah baik dengan Universitas di luar" Kevin mencoba membujuk Papihnya. Mamihnya Kevin datang membawakan minuman dan camilan. Terlihat mata anaknya yang sendu. tp Mamihnya pun gk bisa berbuat apa apa.
Kevin melihat Mamihnya berharap Mamihnya mau membujuk Papihnya. Mamihnya cuma bisa menggeleng
"Sudah Papih putuskan tak ada bantahan. Kamu akan kuliah ke luar" ucap Papih Kevin sambil meninggalkannya
"Mih aku mau kuliah bareng Keysha dan Kiano gak mau ke luar" keluh Kevin
"Sekarang kan sudah canggih kamu bisa kirim kirim email atau video call klo kamu kangen mereka" ucap Mamihnya sambil mengusap anak kesayangannya.
"Kenapa aku gk punya hak untuk menentukan hidupku sendiri" Amarah Kevin sambil baranjak kekamarnya dan menutup pintu dengan kencang.
bruak
Flash back off
Keysha berangkat Sekolah minta di anterin ayahnya karena Kevin gak menjemputnya. Bahkan ayahnya heran kenapa Kevin gak menjemput Keysha padahal tidak ada satu haripun Kevin gak jemput Keysha .
Di sekolah pun mereka seperti saling menghindar. Kiano dengan padatnya latihan dan juga banyak anggota baru sehingga Kiano di sibukan dengan pelatihan untuk member baru itu.
Keysha seperti kehilangan arah di sibukkan dengan ikut bimbel dan les les yang bisa menunjang pendidikannya. Atau sekedar main dengan Keyla mengisi kekosongan hatinya.
Kevin sendiri hanya bisa meluapkan kekesalan dengan bermain basket. Tak jarang dia pulang terlambat dengan baju basah karena keringat dan peluh saat bermain Basket.
Ini masalah yang mereka pikir berat untuk persahabatan mereka. Ada rasa kangen kumpul ato sekedar jajan boba bareng . Mereka merindukan satu sama lain tapi ego mereka terlalu tinggi. Kiano dan Keysha merasa klo kevin gak bisa memperjuangkan impiannya yang menyangkut impian mereka juga. Kevin merasa saat dirinya di rundung masalah teman temannya justru menghindarinya dan meninggalkannya sendiri. Padahal dia ingin mencurahkan hatinya dan mencari solusi untuk masalah yang Kevin hadapi saat ini.
Keadaan itu membuat Mamihnya Kevin untuk membujuk papihnya. walaupun dia tidak berharap banyak dia berpikir untuk melakukan saja demi kebahagiaan anaknya. Anaknya yang tak pernah terlambat pulang atau terlambat makan kini pulang larut dan gk pernah makan di rumah. Melihat itu maminya khawatir.
"Pih apa gk sebaiknya dipikirkan dan dibicarakan ulang tentang rencana kuliah Kevin?"
__ADS_1
"Kevin seperti putus asa dan jadi gk disiplin begini" Mamih kevin berbicqra dengan lemah lembut. Tapi yang di ajak bicara malah tidak menghiraukannya cukup melihat dengan tatapan tajam membuat Mamihnya mendapat jawaban dari pertanyaannya.
sampai sini dulu ya reader tar revisi ulang. Selamat menikmati