
Di sebuah balai room hotel yang mewah telah terhias indah,mewah,dan megah.di sini lah putra tunggal seorang pengusaha sukses,sedang melangsungkan resepsi pernikahan megah.
Raega bersiap siap di kamar hotel tempat ia akan melaksana kan ikrar janji kepada gadis yang menjadi pilihan nya untuk menjalani kehidupan ini bersama.
''tuan sudah waktunya...
''Jep...apa... aku bisa...melakukannya...gugup Raega.jantungnya berdebar kencang.
''tuan,anggap saja tuan sedang menghadapi klaiyen yang memiliki proyek yang besar...kalau tuan gagal,tuan akan kehilangan nya...
''ini bukan membicarakan proyek,tapi ini menyangkut masa depan ku...kalau proyek,mau gagal sebesar apa pun,saya gk begitu peduli,saya bisa mengulang nya lagi,tapi ini masa depan ku, kalau gagal..bisa hilang selamanya...saya peduli dan saya tidak mau gagal...protes Raega dengan saran Jepri membuat nya emosi.
''maksud saya,kalau tuan gugup seperti ini,tuan akan kehilang ade... dan tuan tidak akan punya kesempatan lagi,karena ini yang di tunggu ade..yaitu tuan gagal...dia akan jadi kan ini alasan tuan tidak serius dengan dirinya,maka nya tuan gugup karena tuan ragu...ucapan Jepri seketika membuat Raega diam.
(dia tidak ragu,dia benar benar ingin menghabiskan hidup nya dengan ade...dia mencintai gadis mungilnya..dia tidak ingin kehilangan gadis mungil nya.. )itulah yang ada dipikirkan Raega saat ini.Raega menghela napas panjang.
''OK aku gk akan gagal,pikirkan si mungil,aku gk mau dia pergi dariku...kita keluar sekarang... dengan penuh percaya diri,dan keyakinan yang kuat Raega melangkah ke balai room di mana dirinya ditunggu.
Saat sudah duduk didepan penghulu,wali, dan saksi mata Raega melihat sekitar,namun tak ditemukan sosok kecil itu,(jangan jangan si mungil kabur)pikirnya asal tebak.
Papa Raega yang duduk di samping putranya melihat expresi kecemasan di wajah sang putra.
''ada masalah apa,kenapa bukan gugup tapi mala terlihat cemas...?bisik papa.
''si mungil gak ada...
''si mungil siapa...?tanya papa bingung.
''ya calon istri saya Pa..dia gk ada gk di sini.. jawab Raega sedikit menggeram.
''dia memang tidak di sini,tapi menunggu di balik tirai,kau lihat tirai warna putih di sebelah kanan mu,si mungil yang kau cintai ada di sana...Raega menoleh ke arah yang papa nya tunjuk.dan Raega menjadi lega.
''baik mempelainya sudah siap,memantap kan niat nya,jangan grogi santai saja... OK kita mulai sekarang...tanya pak penghulu memastikan siap tidak nya Raega kepada Raega,
__ADS_1
''iya saya siap.. tegas Raega.ayah menggegam tangan Raega erat.
''saya nikahkan putri saya yang bernama Ryani Wardah binti ayah dengan Raega Bayu Anggara,dengan mas kawin tersebut di atas tuuunai...
''saya terima nikahnya Ryani Wardah binti ayah dengan mas kawin tersebut diatas tunai... jawab Raega dengan tegas.
''sah saksi,
''sah
''alhamdulillah....jawab semuanya.
papa segera menepuk punggung sang putra yang sudah melepas status lajang nya menjadi seorang suami sekarang.
Raega menunduk lega benar benar lega,dan sekarang ia dan si mungil sudah sah jadi pasangan suami istri.Raega menghela napas puas.rasanya tidak ada beban lagi.
Tak lama Ryani di tutun bunda mendekat dan duduk di samping Raega.
Raega tiba tiba menegang saat Ryani duduk di samping nya terlebih saat Ryani meraih tangan kanan nya dan mencium nya.
Sesaat Raega berlahan melepas ciuman nya,ia menatap mata bening sang istri,Raega tersenyum bahagia,(ia tidak akan mem biarkan mata indah ini menangis karena dirinya).Raega berjanji di dalam hatinya.
Kedua nya menanda tangani surat nikah mereka.dan setelah nya Raega menyatakan janji suci sebagai seorang suami,yang di pandu oleh penghulu.
Setelah nya Raega menyerah kan mas kawin yang sudah menjadi hak Ryani sebagai istri nya.
''saya Raega Bayu Anggara sebagai mana suami yang memberikan mas kawin ini kepada istri saya Ryani Wardah sebagaimana hak istri saya untuk menerimanya...tutur Raega lembut.
''dengan saya terima mas kawin ini,itu tanda suami saya sudah tidak berkendala atau bersyarat lagi untuk menggauli saya lahir dan batin.dan saya tidak akan menuntut apa pun kepada suami saya...balas Ryani tak kalah lembut yang Raega semakin bahagia.
Setelah nya kedua pengantin melakukan sungkeman kepada orang tua.
''jadi lah suami yang bertanggung jawab,dan jaga perasaan istri mu,jangan biar kan dia kecewa padamu...pesan papa pada putranya.
__ADS_1
''segera beri papa cucu..ucap papa pada menantunya.
''jangan ditunda,segera lahir kan cucu untuk mama...tutur mama mencium menantunya.
Raega tersenyum saat mendengar permintaan papa dan mama nya kepada istrinya.
''tolong jadi lah suami bijak,karena sipat kekanak kanakan nya.bersabar lah menghadapinya...pesan ayah pada Raega.sementara bunda tidak bicara apa pun hanya menangis haru.
''ayah...isak Ryani meletak kepala nya dipangkuan sang ayah.
''jangan manja dan bertingkah seperti bayi,kamu sekarang sudah punya tanggung jawab taat pada suami mu.dan jaga nama baik suami mu,baik diri mu,baik juga suami mu,buruk dirimu,buruk juga suami mu,kehormatan suami mu,harus bisa kau jaga sebaik mungkin...ayah mencium kening putri nya setelah memberi petuah yang sangat bijak.
Ryani berpindah pada bunda,dan bunda menghapus air mata putri nya.
''ucapan ayah di ingat baik baik,jangan pernah dilupakan.ayah bunda cuma bisa berdoa,berharap rumah tangga kalian mahwadah dan warohmah...tutur bunda seraya menciumi wajah putri nya.
Bunda dan mama menuntun Ryani ke pelaminan,begitu juga Raega yang berjalan di belakang ketiga wanita yang kini,menjadi tiga wanita yang harus di jaga perasaannya.
Acara berlangsung meriah dari usai ijabkabul tamu sudah mulai berdatangan dari para karyawan,relaksi kerja dan masih banyak tamu undangan lain nya dari dalam kota atau luar kota.
Ryani jadi pusing harus berjam jam berdiri memberi salam kepada tamu yang tak kunjung habis.Ryani duduk saat ada kesempatan,Ryani memijat kakinya yang pegal.
Raega melihat itu,dengan segera Raega duduk disamping sang istri,dan dengan lembut memangku kedua kaki sang istri dan memijatnya,
Tentu saja apa yang dilakukan Raega mendapat perhatian semua yang hadir disana.
''waaa romantis sekali mempelai pria,memijat kaki sang mempelai wanita nya... ucap sang emsyi pria.
''itu tandanya sang suami tau kalau sang istri kelelahan karena berdiri..sambung emsyi wanita.
Mendengar semua itu Ryani menarik kaki nya namun ditahan oleh sang suami.
''sudah gak usa di pedulikan...ucap Raega tetap dengan lembut memijat kaki sang istri.awalnya Ryani malu tapi benar juga,ngapain mikirin apa yang di pikirkan orang mereka tidak melakukan hal yang buruk.
__ADS_1
BERSAMBUNG....