Pesona Si Gadis Mungil

Pesona Si Gadis Mungil
Amplop Tanpa Nama


__ADS_3

Pesta belum usai,Ryani harus berganti busana untuk resepsi pesta di malam hari nya,namun se usai menjalan kan sholat magrib,Ryani malah tertidur di ruang ganti pengantin.


Sementara Raega yang baru naik sambil membawa makanan dan minuman untuk sang istri yang belum makan malam,Raega melihat penata rias diruang tengah kamar hotel yang sudah dibooking.


''ada apa mbak, kelihatan kebingungan.. tanya Raega dingin.


''emmm itu...pengantin seharus nya saya rias,dan ganti busana untuk malam,tapi malah tertidur,saya tidak tega membangunkan nya... tapi.. ya saya harus tetap harus meriasnya... ini sudah menjadi tugas saya malam ini tuan... pengakuan sang penata rias sedikit takut.


''ya sudah,mbak tunggu sebentar,biar saya yang memeriksa istri saya,apa bisa dirias sekarang atau tidak...jawab Raega datar.Raega masuk kekamar dimana si mungil tertidur.


Raega melihat si mungil yang tertidur lelap sambil memeluk guling,benar benar terlihat seperti gadis kecil berumur 10 tahunan,tidak terlihat anggun malah terlihat liar dan asal.


Raega meletakkan nampan makanan nya di atas nakas disebelah ranjang,Raega duduk ditepi ranjang sebelah kaki bersilah dan menghadap ke arah si mungil,Raega tersenyum mamandang kepolosan sang istri,Raega membungkuk dan mencium kening sang istri lembut...


''sayang...sayang...ayo bangun...,mas bawa makan malam untuk sayang...bisik Raega lembut,namun tidak ada respons sama sekali,si mungil tetap tertidur lelap,


Raega pun dengan lembut mengusap usap pipi si mungil yang cabih..


''mmm....bunda....ini hari minggu....ade masih ngantuk...suara manja Ryani yang menggenggam tangan Raega dan memeluk nya,Ryani mengirah tangan yang dipeluknya tangan sang bunda.


Jantung Raega berdetak kencang saat melihat mulut si mungil melongo.di depannya sangat dekat,bukan terlihat lucu malah menggoda bagi Raega, (cium,tidak,cium,kan sudah halal..)pikir Raega,wajah tegang bibir nya bergetar,berlahan Raega mendekat kan wajah nya ingin mencium bibir si mungil.


mata yang terpejam itu terbuka,keduanya terbelalak bersama.secepat kilat Ryani mendorong Raega dengan kuat,Raega yang tidak siap menerima serangan yang mendadak pun terjatuh kelantai.


''om mau apa,mau memperkosa ade...teriak Ryani yang sudah berdiri di atas ranjang.


''ade...ngomong apa an sih,masa iya suami memperkosa istri... jawab Raega bersikap biasa seraya bangun.


''terus itu tadi...barusan apa yang mau om lakuin...?tanya Ryani masih polos.


''iya.. mas cuma mau cium bibir ade,tapi belum sempat,ade sudah bangun duluan...jujur Raega.


Ryani menutup mulut nya...


''dasar mesum..


''mas mesum sama istri sendiri,mau mas berbuat apa pun pada istri sendiri sudah sah,mau mas telanjangi ade di kamar..

__ADS_1


''tidak mau... teriak Ryani keras memotong ucapan Raega. ''ade gk mau...jangan karena ade istri om, om bisa paksa ade... ade gk mau...pokok nya ade gk mau...tangis Ryani seperti gadis kecil.


Raega jadi bingung melihat si mungil yang menangis,dan Raega tidak tega melihat si mungil nya menangis seperti ini.


''deeek... Panggil Raega mengulurkan tangannya.


''gk mau,om keluar...tolak Ryani menjauh.


Raega menghela napas dia harus mengalah.


''iya..om keluar,tapi...ade makan ya...kalau ade gk mau keluar temui tamu,ya..sudah tidak apa apa...pesan Raega kepada si mungil yang mulai tenang.


Ryani terdiam dan terduduk diatas ranjang, saat itu Ryani tersadar,sikap nya barusan seharus nya tidak dilakukan,kebenaran Raega adalah pria yang sudah miliki hak yang sah pada diri nya.Terlihat Raega kembali masuk.


''maaf,mas cuma mau ambil pakaian ganti... lembut Raega.


''om maaf,ade...ade.. masih belum siap...tolong jangan paksa ade...ade tau...sekarang,jiwa raga ade sudah jadi hak om...ade..ade...


''om menikahi ade..bukan untuk memaksa,om ingin berbagi suka dan menghilangkan semua duka,bukan ke egoisan yang harus om turutkan, tapi ketulusan yang harus om bukti kan,kalau om tidak pernah berencana untuk mempermainkan hubungan kita ini...


''om.. kalau mau ganti baju,ganti saja disini,jangan takut... ade gk minat buat ngintip...ucap Ryani polos mendekati nampan makanan di atas nakas.


Raega tersenyum,dan hampir tertawa.bisa bisa nya si mungil yang tadi menangis hingga membuatnya merasa bersalah,namun kini tiba tiba membuat Raega gemas,ingin sekali Raega mengusilin si mungil.tapi.. Raega tidak ingin si mungil merasa bahwa apa yang dikatakan barusan itu bohong.


Raega mengganti pakaian nya,sementara Ryani menyantap makanan nya,yang duduk membelakangi Raega.


''mas kembali ke resepsi ...karena banyak tamu yang harus mas temui...pamit Raega lembut.


''nanti ade...nyusul...di usaha in segera mungkin... ade ke resepsi...tutur Ryani,yang menbuat Raega tersenyum.


Raega pun kembali ke resepsi,dan sudah banyak tamu yang datang yang ingin bertemu dengan nya.


30 menit kemudian Ryani turun dengan gaun yang berwarna biru terang,dan melangkah ke pelaminan menemani Raega menerima ucapan selamat dari tamu yang datang.


Semakin larut semakin sepi,namun tamu masih ada yang belum pulang,walau tidak banyak dan seramai 1 jam yang lalu,mungkin mereka adalah teman teman dekat Raega.


Ryani benar benar lelah,dengan duduk dipelaminan di temani beberapa orang wanita yang memang ditugaskan.

__ADS_1


Ryani pun memutuskan kembali saja kekamar,dimana ia merasa,tamu juga sudah berkurang.


Raega yang berada di antara teman teman nya. melirik si mungil yang mulai meninggal kan tempat resepsi.Raega sendiri merasa bosan.Jepri datang memberikan sebuah amplop besar tidak ada nama pengirim nya


''apa ini....tnya Raega heran.


''saya tidak tau tuan,barusan datang... tegas Jepri.Raega pun berpamitan kepada para sohib nya itu.


Raega membuka amplop itu,Raega tersentak saat melihat sebuah foto,foto si mungil,dimana ada seorang pria yang setengah telanjang berada diatas tubuh si mungil.


''enggak...ini bukan si mungil...geram Raega penuh amarah.Raega juga menemu kan sebuah surat.Raega pun segera membaca nya.


...ADE MILIK KU,HANYA MILIK KU,SAMPAI KAPAN PUN ADE MILIK KU.KENYATAAN TUBUH INDAH NYA SUDAH KUMILIKI,ADE SUDAH MENJADI MILIK KU.DAN AKU PASTI MENGAMBIL MILIKKU LAGI...


Raega sangat marah,ia meremas surat itu dengan emosi penuh amarah.Raega pun segera ingin meminta penjelasan tentang foto yang ada ditangan nya itu.


Raega mencoba meredam amarah nya,Raega pun masuk dan melihat si mungil duduk di sopa sendiri.


''ade... panggil Raega berusaha tenang. Ryani hanya menoleh sesaat.Raega duduk di depan Ryani yang sedang membersihkan wajah nya dengan tisu.


''mas boleh tanya sesuatu...Raega jadi ragu,apa benar foto yang dilihatnya adalah si mungil,melihat tingkah nya itu bertolak belakang.


''om mau tanya apa..seperti ya...serius banget.. tutur Ryani polos.


''mas cuma mau tau siapa pria ini..Raega menyerah kan foto yang didapat barusan.


Ryani pun memperhatikan foto itu.


''ini... kok kayak ade....ini kok ada laki laki setengah telanjang gini, apa lagi di atas tubuh ade, maksud om apa... tanya Ryani balik.


''mas yang tanya,kenapa ade malah balik tanya,ade...kenal gk sama laki laki di foto ini..bentak Raega keras,


Ryani tersentak,dan takut saat melihat wajah yang selama ini selalu tersenyum lembut padanya kini berubah manakutkan,tubuh nya tiba tiba gemetar.


''gk mau...bunda... gk mau...bunda...tolong ade...setelah berteriak teriak ade jatuh pingsan.Raega tidak tau apa yang terjadi pada si mungil.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2