Pesona Si Gadis Mungil

Pesona Si Gadis Mungil
Saran Dokter buat Ryani


__ADS_3

malam ini akan Raega gunakan sebaik baik nya mengajak Ryani berkencan dan ini adalah kencan yang pertama bagi mereka berdua.


Raega mengajak Ryani berjalan jalan di taman kota yang sedang mengadakan pasar malam, yang ramai dengan para pengunjung lain nya.Banyak wahana permainan yang tersedia.


''om..main lempar gelang,ade..mau boneka kuda poni nya...dapeti...ya...bujuk Ryani manja,


''mas belikan saja ya...tawar Raega lembut.


''gk mau...gk ada perjuangannya buat dapati..gak seru...Ryani merajuk.


''kalau gk dapat gimana sayang...mas kurang pandai....kita main yang lain saja lempar bola basket atau naik komedi putar... atau sayang mau naik yang mana....bujuk Raega lembut.


''terserah om....Ryani tambah merajuk.


Raega menghela napas,Raega ingin melewati malam ini dengan memberikan kebahagiaan bukan wajah cemberut seperti ini yang ingin Raega lihat.


''ya uda...kita coba dulu...Raega mengalah dan merangkul si mungil ke tempat permainan yang di ingin kan.Raega hanya merasa aneh kenapa si mungil hari ini berbeda,lebih suka merajuk hanya karena apa yang di ingin kan nya tak di turuti.


Raega pun berhasil memenuhi apa yang menjadi ke inginan si mungil yang memenangkan boneka kuda poni,walau beberapa kali harus gagal dan demi mengembalikan senyum si mungil Raega akhir nya berhasil.


Raega juga memainkan lempar bola basket panahan dan bidik senapan,dan semua nya berhasil karena semua itu ke alihan yang Raega miliki.


Ryani sendiri merasa sangat senang,malam ini mendapat empat boneka yang lucu lucu sekaligus.


''sayang naik komedi putar yuk... ajak Raega setelah mereka turun dari naik kapal melayang.


''gk...om kita pulang sekarang...ade.. capek... manja Ryani.''lain waktu kita kemari lagi...,ini uda malam banget...lanjut Ryani.


''baru jam 11 malam...tapi ya uda kita pulang saja....Raega mengalah.merangkul si mungil,dan mereka pun pulang kerumah.


Raega keluar kamar mandi setelah membersihkan diri,Ryani duduk melepas kepang rambutnya.Raega mengambil alih Rambut sang istri yang duduk merapat di samping sang istri.


''ini rambut berapa tahun gk di potong dan bisa se indah dan sepanjang ini... Raega penasaran dan mencium rambut tersebut.


''kalau gk salah 5 tahun,sedari ade...mondok...Ryani mengingat ingat.


Raega mulai merangkul pinggang Ryani,dan mulai menciumi leher Ryani,dan memberi rangsangan pada sang istri.

__ADS_1


Ryani merasakan napas sang suami yang mulai berat,Ryani tau apa yang di ingin kan sang suami,walau Ryani gadis yang polos,namun Ryani tau kewajiban seorang istri yang harus di berikan nya pada sang suami.


Ryani merasa takut, saat merasakan ciuman dan sentuhan sang suami yang penuh hasrat.terlebih saat Raega sudah membungkuk di atas tubuh nya dan menciumi nya,Ryani melihat bayangan seseorang yang kasar,hingga membuat tubuh dan suara Ryani gemetaran ketakutan.


Raega menyadari apa yang terjadi pada sang istri,ia pun mengurungkan niat nya,dan memeluk tubuh sang istri yang bergemetar kuat.


''maaf,mas gk akan maksa ade...maaf... lembut Raega membelai kepala sang istri dengan penuh kasi sayang.


Ryani terisak tubuh nya menggigil seperti orang yang kedinginan,Ryani mulai tenang saat Raega menyalimuti nya dan mendekap nya penuh kehangatan kasih sayang.Ryani pun terlelap tidur.


Raega hampir lupa dengan tromahtis yang di alami sang istri.tapi kalau seperti ini terus,sampai kapan Raega bersabar,apa selama nya Raega tidak bisa menyentuh sang istri.1 yang Raega yakinkan,Raega tidak akan meninggal kan si mungil apa pun yang terjadi,walau harus berkorban se umur hidup akan dia jalani.


...****************...


...----------------...


Hari berlalu,kini sudah 13 hari Ryani ikut tinggal bersama suami nya di kota B.Ryani merasa bersalah kepada sang suami,karena hingga sekarang Ryani belum bisa memberikan hak sang suami.


Tanpa sepengetahuan sang suami Ryani pergi menemui seorang dokter psikiater.


''memang ada sesuatu yang membuat anda takut,makanya anda tidak pernah bisa melakukan hubungan tersebut...tanya dokter Wina.


''jawaban dari semua ini masa lalu anda,diri anda mengalami tromahtis dimasa lalu,anda merasa ada yang anda lupakan,dan mungkin orang tua anda yang bisa menjawab nya...saran saya anda harus menghadapi sepahit apa pun masa lalu anda....


Ryani merasa tenang setelah berkonsultasi dengan dokter Wina.Ryani akan melakukan saran sang dokter.karena besok mereka akan kembali ke kota M,untuk menghadirin pesta pernikahan sang abang.


Saat Ryani berada dilobi rumah sakit Ryani melihat se orang dokter yang dikenal nya.


''pak dokter,pak dokter disini...tnya Ryani ketika sang dokter berada didekat nya.


''saya pindah tugas kemari...ade.. juga disini....tnya dokter tersebut.


''iya...ikut suami,perusahaan yang baru di kelolahnya ada di kota ini....jadi..pindah kemari...


''sayang...sayang kenapa dirumah sakit..sayang sakit...


Ryani terkejut saat sang suami mendekat dengan penuh kecemasan memeriksa suhu dengan menempelkan kening nya ke kening Ryani.

__ADS_1


(gawat jangan sampai om tau,ade kemari ngapain) pikir Ryani.


''ehmmm itu...ada kenalan... disini...


Raega heran mengapa sang istri gugup saat menjawabnya...


''kok gugup,seperti ada yang disembunyikan..?


''jadi om curiga sama ade...gk percaya sama ade...lagian om juga disini,seharusnya kan dikantor... Raega menghela napas,kena omel sang istri di depan teman nya.


''om...bukan kah kalian suami istri...?heran sang dokter mendengar panggilan sang istri pada suami nya.


''iya...ini lah kenyataan,istri ku menganggap suami nya om om...jawab Raega lesuh.Ryani menunduk malu,Ryani lupa kalau mereka di depan umum,sementara Raega sudah berpesan kalau di depan umum harus panggil mas bukan om.


''tapi gk masalah,itu saya anggap panggilan sayang...hibur Raega mencium kepala sang istri yang tertunduk.


''emm pak dokter teman ya...mmas..tanya Ryani gugup.


''iya...kami sahabat dari SMP...jawab Raega.


''pantasan saja sama...


''apa nya yang sama...serentak keduanya.


''yee...sementang sahabat tanya nya pun barengan....goda Ryani.


''ade... kita beda gak sama...


''sama,sama sama sudah tua...Raega mencubit kedua pipi sang istri dengan gemas.


''mas.. belum tua sayang...kalau tua itu sudah kakek kakek...geram Raega,


''dan kalau ade mau bukti...mungkin saya lebih bisa memuaskan ade di banding kan Raega...


Raega terkejut mendengar ucapan sang sahabat.Ryani sendiri tidak paham maksud kata kata dari sang dokter.


''maaf kawan,istri saya tidak butuh siapa pun,saya sudah cukup bagi nya...dan tolong,ade istri saya sekarang,sebagai teman,saya harap jangan berusaha menikung teman sendiri...

__ADS_1


Apa apa ini,kok begini...


BERSAMBUNG....


__ADS_2