Pesona Si Gadis Mungil

Pesona Si Gadis Mungil
Kondisi Ryani


__ADS_3

😘😘😘 DI LIKE YA...🌹🌹🌹🌹🌹


πŸ€—πŸ€—πŸ€—TERIMA KASIH BANYAK...❀❀❀❀


Dengan perasaan yang sangat sangat takut,dan penuh rasa bersalah yang teramat besar,Raega membawa sang istri yang tak sadar kan diri ke klinik terdekat karena perbuatan nya yang sungguh tidak termaafkan untuk diri nya sendiri.


''sayang...maaf kan mas sayang... mas....sungguh tak sadar dengan apa yang sudah mas lakukan...padamu sayang...tolong maaf kan mas... bangun sayang....tangis penyesalan Raega seperti orang yang putus asa.


''gimana.... istri saya,tidak apa apa kan bu....? tanya Raega penuh kekhawatiran.


''ini harus segera ditangani pihak rumah sakit,benturan kepala istri anda sangat parah,dan tulang di bagian bahu kanan istri anda mengalami cedera,yang mungkin cukup parah....sekarang juga kita harus berangkat kerumah sakit...kami hanya bisa memasang infus dan oksigen pada istri anda...


Tubuh Raega serasa lemas,mendengar penuturan sang bidan,(apa yang sudah kulakukan,aku...aku hampir membunuh kehidupan ku sendiri...) Sesal Raega menatap kedua tangan nya yang telah menghempaskan tubuh si mungil yang sangat rapuh.


Tanpa sadar Raega berteriak keras..frustrasi.


''kalau anda menunda nunda seperti ini, istri anda bisa meninggal..bentak bu bidan yang melihat sikap frustrasi Raega.


''bu... lakukan yang terbaik untuk istri saya... saya mohon...saya tidak mau, kehilangan istri saya... ratap Raega.


Tiga puluh menit jarak yang ditempuh menuju rumah sakit dengan ambulans.Ryani segera mendapatkan perawatan insentif pihak rumah sakit.


dokter yang menangani sang istri keluar,dari ruangan.


''keluarga pasien...panggil sang dokter.


''saya suami nya dok... jawab Raega cepat mendekati bu dokter.


''istri anda mengalami penggumpalan darah akibat benturan yang cukup parah,dan harus melakukan operasi kecil,kalau tidak dilakukan kan operasi,akan tumbuh menjadi tumor....


''tolong segera lakukan operasi itu dokter...saya akan mengurus surat surat nya dokter....


Tanpa membuang waktu,Raega melengkapi prosedur agar operasi segera di jalan kan.


Raega menunggu penuh cemas,cemas sang istri akan membenci nya,cemas sang istri tak mau dekat lagi dengan nya,cemas sang istri akan meninggal kan diri nya,cemas cemas cemas Raega tidak tau apa yang akan ia lakukan.


Satu jam kemudian dokter keluar dari ruang operasi.


''bagai mana istri,istri saya dok...?tanya Raega segera saat dihadapan buk dokter.

__ADS_1


''Anda tak perlu khawatir,operasi nya berjalan baik,besok pagi istri anda baru akan sadar kan diri,ketika besok istri anda sadar...tolong beri dia minum..saya permisi...jelas dokter setelah nya melangkah pergi.


Dan tubuh sang istri di bawah keluar di pindahkan keruang rawat yang sudah Raega pesan sebelum nya.


Raega tanpa rasa letih menunggu setia berada di sisi sang istri yang lemah tak berdaya dalam keadaan tak sadar kan diri.


Dipagi hari,Ryani tersadar,suara sayu mendayu dayu,yang merdu terdengar oleh Ryani itu lah suara adzan subuh.


Ryani menangis tanpa suara kala melihat sang suami,yang tertidur disisi nya.Ryani melihat tangan kanan nya dibagian bahu hingga siku, di pakai kan gip.Saat Ryani menggerak kan nya terasa sakit.


Raega terbangun saat merasakan gerak kan jari mungil tangan sang istri,yang ada dalam genggaman nya.


Replek Raega berdiri dan mencium kening sang istri penuh syukur melihat sang istri sudah sadar kan diri.


''sayang minum ya...Raega mengambil segelas air hangat yang memang sudah di siap kan nya tadi.


Ryani tidak menolak dan meminum nya saat sang suami menyodorkan sedotan kemulut nya, karena Ryani merasa kan rasa haus sekali.


''jangan bicara dulu,beristirahat dulu,dan jangan berpikiran yang macam macam,biar cepat pulih dan sembuh baru kita pulang...ok... tutur Raega tidak pernah menurun kan kadar kelembutan sikapnya pada sang istri.


Ryani tanpa bicara, kembali memejam kan mata karena merasakan sangat lelah dan letih. Ryani pun tertidur lagi.


Ryani tidak berkata apa pun sepanjang pagi ini,saat disuapi makan pagi,hingga siang ini, Raega dengan telaten nya sebagai suami yang peduli,menyuapi nya,hingga para orang tua yang di beri kabar pagi tadi datang dan memasuki ruangan Ryani dirawat.


''ade...


''kamu kok bisa seperti ini...ucap bunda yang menangis prihatin melihat kondisi putri nya.


Raega hanya bisa diam,dia tidak bisa mengatakan apa sebenarnya yang terjadi.


''ade...gk apa apa...!semua... ade...beneran.. tidak... apa apa...! suara lirih dan serak dengan tersendat sendat terdengar barusan.


Raega semakin merasa bersalah mendengar suara sang istri yang baru kembali di dengar nya itu.


''Rae...sebaik nya kita pindah kan istri mu,kerumah sakit yang lebih besar yang berada di kota...''saran papa yang memang benar.


''Rae... Akan mengurus kepindahannya sekarang juga...Raega meninggal kan ruang rawat sang istri dan mengurus surat surat ke pindahan perawatan sang istri kerumah sakit yang lebih besar dikota nya tinggal.


2 jam kemudian Ryani yang ada dibawa menggunakan ambulans di temani Ayah bunda.

__ADS_1


Raega dan papa harus mengikuti dari belakang dengan mobil masing masing.


Kalau sang ayah mertua tidak bisa mennyatir mobil,Raega lebih memilih menemani sang istri di ambulans dari pada harus sendirian membawa mobil.


Tiga jam perjalanan yang harus ditempuh dan mereka sampai,di rumah sakit yang ditujuh.


Selama tiga hari Ryani dirawat dirumah sakit, Raega sekali pun tidak pulang kerumah nya,mama nya lah yang selalu datang membawa pakaian ganti nya.


Dan selama tiga hari,Raega secara pribadi yang mengurus sang istri,dengan baik...hingga menggantikan pakaian dalam Raega yang melaju kan nya sendiri tanpa bantuan suster.


Raega tidak ingin yang menyangkut pribadi harus orang lain yang melakukan nya,pribadi sang istri adalah pribadi nya juga.


Ryani tidak bicara dengan sang suami selalu diam,seperti saat ini mereka bersiap siap pulang kerumah,Ryani yang meminta pulang dan menyatakan nya pada bunda.


Raega paham bawa sang istri sedang marah pada nya,sebab itu sang istri tidak mau bicara dengan nya dan mendiam kan nya.bukti nya dia mau pulang kerumah ayah bunda,tapi Raega tidak menuruti nya,Raega tetap akan membawa sang istri pulang ke rumah papa mama nya.


Karena masalah tidak harus dijauhi tapi harus dihadapi,Raega siap kalau sang istri akan mendiam kan nya,selama sang istri ada disamping nya tak masalah bagi Raega,ia akan terima, karena ini murni kesalahan nya.


''biar mas bopong...ucap Raega sigap membopong tubuh mungil sang istri,yang mencoba turun dari ranjang dan ingin berjalan sendiri.


Bunda tersenyum saat melihat begitu peduli dan perhatian nya sang menantu kepada putri nya,dan bunda tidak percaya kalau sang menantu bisa tega dan dengan sengaja menyakiti fisik putrinya.


''kamu sekarang sudah berada di rumah...sekarang bunda pamit pulang ya... pamit bunda mencium kening sang putri.


''maaf bunda di antar supir...Rae.. gk bisa antar bunda pulang...tutur Raega pada bunda saat bunda hendak pulang.


''bunda.. pulang sendiri naik becak juga gk apa apa,yang penting kamu jagain putri bunda dengan baik,assallamu'allaikum...


''Wa'allaikum salam.. hati hati bunda.. tutur Raega.


Raega kembali dengan sigap menata bantal ketika melihat gerak gerik sang istri yang mau tidur.


Ryani memiringkan tubuh nya kekiri karena tangan kanan nya yang sakit dan masih menggunakan gip.


Ryani mengira sang suami meninggal kan diri nya sendiri dikamar,saat mendengar pintu di tutup.Ryani memejamkan matanya.


Raega tidak keluar,Raega pun naik keranjang melepas kerudung sang istri setelah nya memeluk tubuh mungil istri nya dan mencium leher sang istri yang Raega tau sedang berpura pura tidur.


Raega tidak peduli sang istri marah,Raega nakal meremas dua gunung kembar milik sang istri.

__ADS_1


Ryani hanya diam walau Ryani terbuai dengan kelakuan sang suami saat ini.yang memainkan gunung kembar nya.


😊😊😊 RAEGA... MULAI DE... AKSI MERAYU NYA...πŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ€©πŸ€©πŸ€©πŸ’πŸ’πŸ’


__ADS_2