Petualangan Cinta Menujuh Halal

Petualangan Cinta Menujuh Halal
Harus kah Ikhlas


__ADS_3

"Kenyataan nya, aku tidak bisa melupakanmu sekalipun ada yang lebih sempurna dari mu, tapi jika kamu bukanlah hawa yang tercipta untuk ku. Harus kah aku berkata ikhlas?"


~ Fadil Nizam ~


• Happy Reading •


"Sya, saya suka sama kamu, dan saya tidak terima kalau kamu nikah dengan orang lain!"


Mata Syaqila membulat sempurna. Apa yang barusan dia dengar nyata?


Syaqila mengerjab perlahan mencerna semua penururan Fadil barusan, mulutnya seakan tidak bisa berkata apapun lagi. Sangat kaku rasanya.


Perlahan Syaqila menoleh dan menatap lekat wajah Fadil, "Mas, bercanda kan?" Tanya Syaqila dengan detak jantung yang seakan memburu.


Fadil mengusap wajahnya kasar, dia akan jujur kali ini. Tidak ingin lagi menyembunyikan perasaannya terhadap Syaqila, "Baik, Mas jujur kali ini. Iya Saya suka dengan kamu, saya sudah sangat lama menyukai kamu Sya, saya selalu mencari waktu untuk mengungkapkan perasaan saya bahkan saya sudah berencana untuk mengkhitbah kamu. Tapi, kenyataannya kamu di lamar tapi bukan dengan saya," Jeda sekian detik. Fadil menatap lurus kearah jalan raya ,"Dan sekarang saya harap kamu tidak menerima seseorang yang kemarin, karena saya. Sangat mencintaimu Syaqila Humaira,"


Mata Syaqila berkaca-kaca, awan-awan seakan ingin mewakili langit berubah menjadi mendung angin senantiasa berhembus dan dengan perlahan menjadi deburan yang kencang kaca mobil yang saat ini terbuka membuat Syaqila dan Fadil merasakan angin yang sebentar lagi mendatangkan hujan, keduanya masih diam dengan fikiran yang tak terarah.


Fadil menghela napas pelan, lalu berbalik menatap Syaqila, "Baik lah saya antar kamu ketempat kerja. Takut kamu telat," Ucap Fadil dengan napas yang berat.


Pandangan Syaqila masih lurus kedepan, hingga beberapa detik kemudian. Terdengar helaan yang begitu berat dari Syaqila.


"Mas Fadil, aku mau pulang," Ucap Syaqila pelan.


Fadil mengerutkan dahinya, "Kamu gak kerja?"

__ADS_1


"Mas Fadil antar aku pulang sekarang," Fadil sadar akan apa yang Syaqila rasakan. Dia akan menuruti semua kemauan Syaqila untuk sekarang ini.


Syaqila langsung merogoh saku gamis yang dia pakai untuk mengambil gawai yang ada di sana, setelah ketemu dia segera mencari nomor sahabatnya Nadia. Untuk di beritahu bahwa dia tidak akan masuk kerja hari ini, bagi Syaqila kepalanya terasa berat dari sore kemarin. Dan di tambah lagi dengan penuturan Fadil barusan, dia hanya ingin sedikit menenangkan pikiran dan hatinya serta mencari jawaban agar segera menemukan jalan yang pas untuk situasi sekarang ini.


Setelah memberi tahu Nadia, bertepatan juga dia telah sampai di depan rumahnya, dia tidak berkata sepatah kata pun. Syaqila langsung pamit dan keluar dari mobil Fadil. Tidak ada yang Fadil bisa lakukan, dia tahu perasaan Syaqila saat ini.


"Kenyataan nya, aku tidak bisa melupakanmu sekalipun ada yang lebih sempurna dari mu, tapi jika kamu bukan lah hawa yang tercipta untuk ku. Harus kah aku berkata ikhlas?"


Setelah mengatakan itu, Fadil kembali menjalankan mobilnya untuk pergi ke kantor. Karena sebenarnya dia sudah sangat terlambat, Fadil melajukan kuda besinya dengan pikiran yang tak berarah. Pikiran dan hatinya saat ini hanya tertuju pada Syaqila.


🌻🌻🌻


Sementara itu, Syaqila masuk kedalam rumahnya. Dia tidak mengucapkan sepatah kata pun, bahkan dia lupa untuk memberi salam. Uminya yang tengah berada di ruang tengah menatap sang putri pertama dengan heran.


"Loh Sya. Kamu gak kerja? Apa libur nak? Terus tadi kenapa gak ucapin salam?" Ribuan pertanyaan dari Sang Umi. Membuat Syaqila tersadar dari lamunannya.


"Hmmm, Gakpapa kok Umi. Syaqila tadi izin gak masuk kerja soalnya badan Syaqila tiba-tiba gak enak, oh iya maaf juga ya Mi. Syaqila tadi lupa ngucapin salam, hehe," Bohong Syaqila merunduk.


Fahima menatap gerak-gerik Syaqila yang sedikit mencurigakan.


"Umi Syaqila istirahat dulu ya," Setelah itu Syaqila langsung masuk ke dalam kamar miliknya tanpa mendengar jawaban dari Fahima.


"Syaqila, kenapa ya? Gak biasanya," Fahima bergumam dengan menatap pintu kamar Syaqila yang perlahan tertutup.


Syaqila merebahkan tubuhnya secara kasar diatas ranjangnya, pikirannya kacau saat ini. Dia masih bingung harus bagaimana sekarang ini.

__ADS_1


"Ya Allah, beri lah hamba petunjuk atas apa yang tengah hamba alami sekarang ini. Jujur ya Allah, hamba mencintai Fadil. Namun hamba tidak bisa untuk bersikap egois karena hamba tau ada seseorang yang juga tengah menganggumi dia," Ucap Syaqila seorang diri.


Ini situasi membingungkan baginya, di satu sisi dia juga menaruh rasa pada Fadil, namun dia tau ada seseorang yang juga tengah menaruh harapan pada sahabatnya sewaktu kecil nya itu. Disisi lain dia juga sudah di khitbah dengan Adrian sore kemarin. Dan sampai sekarang dia tidak menemukan jawaban.


Harus kah Syaqila menerima Adrian, di banding harus memenuhi egonya dan membuat satu hati terluka dan patah?


📕📕📕


Holla👋😗😆


Assalamualikum, maaf ya aku telat lagi Upnya🙁😓 Soalnya aku lagi di fase sibuk guys dan ada waktu buat cerita ini cuman malam hari, itu pun cuman beberapa menit. Jadi aku kejar waktu banget😪


Maaf ya, untuk itu aku mau menyampaikan bahwa aku bakal bikin jadwal update untuk cerita ini, yaitu seminggu dua kali^^


• Jumat - Selasa •


Gimana menurut kalian? Maaf bukan aku mau seenaknya atau apa, ini aku lakuin agar kalian gak cape nunggu dan gak ngerasa aku PHP in kalean😂🙏


So, maafin aku ya In Syaa Allah ini jadwal tetap kok, doain ya. Oke btw makasih ya buat kalian yang rajin vote. kalian adalah penyemangat bagi akoh, maaciww😗


Oke ini kepanjangan:v


Jangan lupa tinggalkan jejak🌻


See you next part❤

__ADS_1


__ADS_2