Petualangan Cinta Menujuh Halal

Petualangan Cinta Menujuh Halal
Lamaran?


__ADS_3

"Ada berbagai jenis sifat dan sikap manusia, Dan semua manusia pasti memiliki sifat serta sikap yang berbeda, Namun. Ada satu sikap yang aku tidak pernah menemukannya pada diri siapapun, Yaitu sikapmu."


~ Petualangan Cinta Menuju Halal ~


• Happy reading •


”Masuk!" Pinta Fakhri dengan tatapan mengarah kejalan raya.


Syaqila. Melirik pria dengan rahang tegas itu. Dia menghembuskan napas pelan lalu bersuara, ”Saya nunggu Fadil Pak," Ucap Syaqila seramah mungkin.


”Fadil sedang banyak kerjaan, Saya menyuruh dia lembur hari ini. Dia sempat bilang kalau dia ada janji dengan kamu, Tapi demi kepentingan pekerjaan saya yang akan menggantikan Fadil. Masuk!" Jelas Fakhri panjang lebar, Syaqila masih diam dengan mata yang tertuju pada jalan seolah sedang menunggu sesuatu.


”Kalau kamu tunggu taksi. Kamu gak bakal pulang, Ikut saya. Saya bukan orang jahat.” Fakhri memelankan suaranya diakhir kalimat, Syaqila menghembuskan napas, Bukan dia mengira Fakhri orang jahat, Hanya saja dia merasa risih harus pulang dengan seseorang yang baru dia kenal.


”Saya naik taksi aja Pak." Syaqila tersenyum tipis, Fakhri langsung keluar dari mobilnya dan menghampiri Syaqila.


”Saya jarang bersikap seperti ini. Dan sekali ingin menolong orang saya pantang untuk ditolak, Jadi masuk!” Syaqila membukatkan matanya. Apa-apaan pria ini, Kenapa dia sangat pemaksa. Syaqila menghela napas.


”Oke Pak saya ikut bapak!” Sudahlah dari pada tidak sampai karena berdebat dengan Bos sahabatnya Syaqila pun mengalah, Baginya hari ini sudah sangat melelahkan, Belum lagi jika ada dirumah. Orang tuanya pasti akan bertanya lagi tentang pernikahan.

__ADS_1


Syaqila menaiki mobil yang masih tanpak baru itu, sesekali dia menatap jalan raya, Agar tidak kontak mata dengan Fakhri.


Mobil keluaran terbaru pun langsung melesat dan meninggalkan Supermarket, Didalan mobil tanpak hening Syaqila tidak ada niat sekalipun untuk atau menyapa Fakhri. Bukan sombong atau apa, Hanya saja dia tidak ingin terlibat pembicaraan dengan atasan Fadil.


”Arah rumah kamu dimana, Saya belum hafal jalan disini,” Tanya Fakhri. Syaqila menatap Fakhri dari pantulan kaca mobil.


”Nanti kan ada gang Pak. Nah kita masuk, trus belok kiri nyampai deh,” Jelas Syaqila. Fakhri tersenyum dengan penuturan Syaqila. Yang menurutnya sedikit lucu dan terdengar seperti Remaja 18 tahunan.


”Kamu lucu juga ya,” Ucap Fakhri reflex, dan membuat Syaqila langsung menutup mulutnya karena menyadari bahwa dia telah berbicara panjang lebar dihadapan Fakhri. Malu banget ya Allah Ucap Syaqila dalam hati.


”Saya turun disini aja Pak. Makasi ya udah ngantar saya," Syaqila tersenyum sambil membuka pintu mobil, Rasanya sudah tidak bisa berlama-lama dengan Fakhri.


”Baik lah. Oh iya saya ingin kerumah kamu boleh?” Ucap Fakhri tiba-tiba, Syaqila langsung melotot, Untuk apa Fakhri ingin kerumahnya bisa-bisa tetangga nya akan curiga.


”Nanti juga kamu tau, Kamu tidak perlu khawatir saya bukan orang jahat,” Fakhri berusaha meyakinkan Syaqila. Namun ada rasa cemas yang tiba-tiba menghampiri Syaqila.


”Saya tanya sekali lagi apa tujuan Bapak ingin kerumah saya?” Sungguh Syaqila adalah wanita keras bagi Fakhri.


”Saya mau lamar kamu!” Syaqila melotot Fakhri menahan tawa ”Bercanda ya sudah saya diluan ya,” Setelah mengatakan itu Fakhri langsung melajukan mobilnya dan membuat Syaqila melongo seketika.

__ADS_1


Syaqila menggelengkan kepalanya pelan, Lalu memutuskan untuk pulang dan beristirahat.


Sebuah jalan yang cukup sepi di sore ini, Tampak seorang pria dengan kuda besi yang tengah dia kendarai, Dia mengambil gawai yang ada di saku jas kerjanya lalu memencet nomor seseorang yang selalu jadi orang yang membantunya dalam menelesaikan pekerjaan baik dikantor atau di luar kantor.


”Halo Assalamualikum!” Ucap Pria itu saat telponnya sudah terhubung dengan orang di sebrang sana.


”Wa'alaikumsalam, Iya. Pak," Jawab Seorang pria dengan nada lembut.


”Kamu tolong siapkan semuanya ya, Nanti kamu tinggal datang dan bicara baik-baik, Saya akan memberitahu mereka jika sudah diterima,” Ucap Pria yang masih fokus menyetir itu.


”Baik Pak, Tugas Bapak saya akan berusaha agar ini berhasil,”


”Baik Terima kasih,” Sambungan telpon langsung tertutup Pria itu tersenyum dengan intens.


”Saya pastikan kamu jadi milik saya!”


💖💖💖


Assalamualikum, Maaf ya pendek:)

__ADS_1


Semoga masih suka ya sama. Karya ku yang ini🤗


See you next Part💞


__ADS_2