Petualangan Cinta Menujuh Halal

Petualangan Cinta Menujuh Halal
Pria Dingin


__ADS_3

"Tiga kata buat kamu, Cantik, Sholehah, Dan Manis, Akan kujadikan kamu sebagai tujuan untuk ku melengkapi Rusuk ini"


( Fakhri Akmal Naufal )


.


.


.


• Happy reading •


”Kamu ikut saya!" Ucap pria itu sambil menunjuk kearah Syaqila. Syaqila menoleh ke Fadil yang juga tengah menatap kearah dirinya.


”Kenapa saya harus ikut sama bapak?" Tanya Syaqila sambil menatap pria yang ada dihadapan nya ini.


Pria itu membuka kaca mata hitamnya lalu bersuara. ”Saya tidak ingin karyawan saya telat hanya untuk mengantar kamu, Jadi daripada mengganggu dia lebih baik kamu saya yang antar." Jelas Pria itu dengan muka datar nya.


Syaqila mengerutkan dahinya, sungguh pria yang ada dihadapannya ini aneh bin Misterius. ”Saya bisa naik ojek, saya gak perlu diantar sama bapak." Tolak Syaqila dengan nada selembut mungkin.


”Yakin? Disini gak ada Ojek atau pun Taksi yang melintas, kamu bakal telat kalau kamu nungguin Karena seingat saya daerah sini jarang ada kendaraan umum." Ucap pria itu Syaqila langsung menoleh kekana dan kekiri dan benar saja tidak ada kendaraan baik dalam bentuk Ojek ataupun Taksi.


”Sya kamu sama pak Fakhri. Aku takut kamu telat." Saran Fadil. Syaqila berpikir sejenak lalu menghembuskan napas pelan.


”Oke saya ikut sama bapak, tapi saya duduk dikursi belakang ya." Syaqila menatap pria yang seperti nya anak orang kaya, dengan setelan jas Hitam pekat dan juga kemeja berwarna putih dengan bawahan berwarna senada dengan jas yang dia kenakan.


”Baik ayo saya juga sibuk." Tandas pria itu Syaqila melirik Fadil sejenak terlihat Fadil mengangguk-nganggukkan kepalanya mencoba berbicara dia akan baik-baik saja.


Syaqila langsung naik kemobil mewah keluaran terbaru tersebut, Dengan tatapan mengaran kejendala Syaqila mencoba menghindari kontak mata dengan pria yang tidak dia kenal ini.


Mobil itu melesat membela jalan raya pagi yang tengah ramai dengan berbagai jenis manusia dengan kesibukan masing-masing.


”Ekhem!"


Sebuah deheman dari seseorang membuat Syaqila langsung reflex menoleh dan menatap pria yang tengah menyetir dihadapannya itu.


”Udah berapa lama kamu kerja?" Tanya Fakhri basa-basi, Syaqila menghela napas pelan.

__ADS_1


”Dari pas tamat SMA." Jawab Syaqila sambil tetap fokus menatap jalan raya.


”Ohh Gak kuliah?"


”Gak, saya gak mau ngerepotin orang tua, biaya kuliah kan mahal jadi saya mutusin buat langsung kerja aja." Tandas Syaqila. Fakhri mengangguk paham.


”Bisa tidak kalau berbicara tatapan nya jangan kesembarang arah!"


Syaqila Menoleh menatap sosok yang baru dia kenal ini. ”Lah galak."


”Saya hanya berkata yang sebenarnya, kamu harus bisa tidak jika diajak berbicara itu fokus!" Pria itu menghela napas pelan, sementara Syaqila merasa risih berada didekat pria tersebut.


”Maaf Pak saya tidak sengaja, Saya hanya gak mau terlibat kontak mata dengan yang bukan mahrom saya." Ucap Syaqila Sambil merunduk, Fakhri menatap Syaqila.


”Maaf saya hanya ingin kamu fokus, Soalnya Saya gak biasa di cuekin Afwan." Syaqila mendokak, Mendengar penuturan lembut dari Fakhri. Entah lah Nafisya merasa tidak risih lagi setelah ucapan Fakhri barusan.


Syaqila mengambil pelan, Lalu melanjutkan Aktifitasnya memandang jalan raya yang dipenuhi dengan berbagai mobil dan sepeda motor ada juga yang menggowes sepeda meski sedikit.


Setelah sekitar Tiga puluh menit Syaqila sampai ditempat kerjanya, Fakhri menatap sekilas Supermaket yang berada dipinggir jalan itu. ”Kamu Kerja disini?" Tanya Fakhri sambil tetap Fokus menatap Kepusat perbelanjaan itu.


”Gakpapa Saya pergi dulu ya." Ucap Fakhri. Syaqila mengangguk lalu bersuara.


”Terima kasih tumpangannya," Setelah itu Fakhri langsung melajukan mobilnya menuju tempat Ralat. Perusahaan milik Papanya yang kini jadi miliknya.


***


Syaqila sangat sibuk siang ini maklum supermaket tempatnya bekerja tengah ramai jadi dia harus melayani para pelanggan itu tanpa memperdulikan dirinya. Ya karena Syaqila belum memakan selama tiba tadi, Itu membuat bagian lambungnya sedikit sakit. Maklum saja karena Syaqila memiliki riwayat penyakit Maag.


”Sya. Kamu istirahat aja dulu, Kamu dari tadi belum makan loh perut kamu gak sakit?" Tanya Nadia salah satu teman kerja Syaqila.


”Iya Nad. Nanggung bentar lagi juga selesai," Ucap Syaqila sambil tetap melanjutkan Aktifitasnya.


Nadia melirik Syaqila dari sudut matanya, Dia tahu bahwa sekarang ini Syaqila tengah mengalami sakit dibagian Lambung, Tapi tetap saja dia tidak bisa apa-apa. Karena dia tahu Syaqila adalah wanita disiplin dan keras kepala.


”Alhamdulillah udah beres." Sahut Syaqila dengan nada lega karena dia bisa langsung pulang semua sudah beres dan sebentar lagi Supermaket itu tutup.


”Udah Beres ya?" Tanya Nadia sambil mengangkat Box berukuran sedang yang berisi buah Jeruk lalu diletakkan bersama Ditumpukan Jeruk-Jeruk lain.

__ADS_1


Syaqila mengangguk pelan lalu merapikan segala nya sebelum melesat pulang kembali kerumahnya. ”Alhamdulillah udah kok, Beres hehe." Jawab Syaqila dengan Jari Telunjuk dan Jempol disatukan membentuk huruf O.


”Nanti kamu pulang naik apa Sya?"


Syaqila menoleh dan menatap Sahabatnya itu. ”Tadi Mas Fadil bilang bakal jemput aku, Tapi gak tau deh."


”Cieee kamu deket banget ya sama Fadil. Kamu suka ya sama Mamas Fadil." Nadia tertawa renyah tapi perkataan dari Nadia berhasil membuat semburat merah dipipi Syaqila muncul begitu saja, Syaqila segera menetralkan mimik wajahnya lalu menghela napas pelan dan beristighfar.


”Apa sih, Fadil bukan siapa-siapa aku oke." Syaqila memfokuskan dirinya dengan pekerjaan yang hampir selesai. ”Udah beres yuk pulang!"


Nadia mengangguk dan berjalan mengikuti Syaqila yang sudah lebih dulu keluar. Hembusan Angin sore begitu menyeruak dan mengibaskan Khimar yang dikenakan Syaqila.


Ditambah lagi daun-daun yang berjatuhan karena diterpa angin sukses membuat Syaqila merasa damai bahkan tenang, Jalan sore hari inj juga tidak terlalu ramai jadi membuat siapa saja akan merasa rilex.


”Sya Aku diluan ya." Ucap Nadia dengan seulas senyum.


”Iya hati-hati ya Nad." Jawab Syaqila. Nadia berlalu pergi menuju rumahnya yang tidak terlalu jauh dari Supermaket itu.


Syaqila masih setia menunggu kedatangan Fadil yang akan mejemputnya. Sebenernya Syaqila tidak mau dijemput namun Fadil memaksa. Syaqila pun hanya bisa mengikuti.


Setelah beberapa saat sebuah mobil berwarna Putih berhenti tepat dihadapan Syaqila. Dan itu bukan mobil Fadil.


Syaqila melirik mobil itu Dan mengingat. Ya itu adalah mobil Dari Fakhri. Kenapa dia yang datang, Kaca mobil terlihat terbukan dan menampakan sosok Fakhri yang masih rapi dengan Jas kerjanya.


”Masuk!" Pinta Fakhri dengan tatapan mengarah kejalan raya.


***


Assalamualikum👋


Maaf kalau banyak typo atau kesalahan dalam penulis semoga masih suka.


Vote Dan Komen❤


See you next Part


Syukran Lillah🙏

__ADS_1


__ADS_2