
"Kenapa saat sedang bersama mu, aku lebih ingin banyak bicara, apakah karena aku merasa kamu sepeysial di hidup ku"
( Syaqila Humaira )
.
.
.
• Happy reading •
( Syaqila POV )
Aku membuka mata ku perlahan menyesuaikan cahaya yang masuk, kemudian aku menggosok pelan kedua mataku dengan tangan agar mudah terbuka, Aku langsung menatap jam dinding yang ada dikamarku, waktu menunjukan pukul 06 : 23 Masih pagi memang tapi aku harus segera bersiap selain untuk berangkat ketempat kerja aku pun harus membantu ummiku menyiapkan sarapan untuk makan pagi hari ini.
Aku beranjak dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi untuk bersiap,
”Kak Sya. Udah bangun belum" Tapi tentu saja pasti Safira akan datang kekamarku, bukan apa apa Dia akan menyuruhku membantunya memakai hijab dan mengikat rambut nya, Itu lah rutinitasku,
”Iya Fira jangan teriak-teriak oke, kakak mau mandi dulu kamu duduk aja dulu" Ucapku kepada Adik yang kupikir menyebalkan tapi aku sangat menyayanginya.
Safira mengangguk dan akupun langsung berjalan kemar mandi untuk bersiap-siap,
Aku keluar kamar mandi dan kudapati Safira yang tengah memainkan ponselku Safira tersenyum kepadaku dan kubalas senyumannya,
”Kak Sya. Kalau misal Mas Fadil. Lamar kakak, kak Sya terima gak?" Tanya Safira kepadaku, aku sedikit terkejut dengan pertanyaan Safira tapi ya untung aku sudah biasa mendengar ocehan aneh dari Safira.
”Kok kamu nanya gitu?" Jawab ku seadanya
”Ya kan perumpamaan kak"
Aku hanya menggelengkan kepalaku, Lalu aku mengambil minyak Rambut untuk kupakaikan ke Safira.
”Kamu masih kecil jangan campurin urusan orang tua" Ucapku pada nya, Safira diam sejenak aku tahu dia sedang memikirkan Jawaban yang pas untuk menjawab ucapanku,
”Kan aku cuman nanya, ya kan kalau kak Sya. Sama mas Fadil. Jadi Ekhem.... Pasangan kan aku ikut bahagia " Dan benar saja, jawaban dari Safira sukses membuatku menggeleng-gelengkan kepalaku, Pusing rasanya mengobrol dengan Safira. Seperti nya dia tidak pernah kehabisan akal untuk menjawab semua obrolan, sudahlah aku menyerah.
Setelah selesai membantu Safira. Aku pun keluar kamar untuk membantu ummiku memasak, Aku berjalan pelan dengan Safira yang mengekor dibelakangku.
__ADS_1
Aku menuruni anak tangga satu persatu, tampak pula Safira yang tengah berjalan sambil memegang bahu kananku,
”Umi."Sapaku kepada wanita yang amat aku sayangi ini, ummi menatap ku lalu bersuara.
”Sya. Kamu tolong umi masak dulu ya." Pinta ummi dan aku hanya mengangguk sebagai jawaban.
”Kak Sya. Ingat ya mas Fadil." Apa coba maksud Safira. Dasar dia itu, pasti dia ingin mengingatkan ku bahwa hari ini Fadil menjemputku.
”Jangan campurin urusan kakak mu Fira." Tegur ummi. Dan langsung membuat Safira memanyunkan bibirnya.
”Bener tu, udah kamu duduk aja bentar lagi sarapan siap." Ucap ku sambil mengaduk sayur yang tengah dimasak.
”Iya deh." Safira langsung duduk sambil memainkan gawai ku yang dia bawa tadi,
Setelah beberapa saat makanan yang aku masak dan ummi pun jadi, Ummi segera memanggil Abi untuk makan beserta Putra, adik kedua ku, Kami makan dengan nikmat tak ada pembicaraan jika sedang makan begitulah keluargaku,
”Assalamualaikum!" Salam seseorang dari luar rumah, Ya pasti itu Fadil,
”Wa'alaikumsalam!" Jawab ku dan semua anggota keluargaku dengan kompak, aku segera menghabiskan makananku, dan meminum habis air putih yang ada dihadapanku, aku segera berdiri lalu menyalami Ummi. Dan Abiku. Secara bergantian.
”Syaqila pergi dulu ya Umi Abi."
”Iya Mi." Jawab ku dan langsung melangkah keluar rumah, pasti Fadil sudah menunggu.
Dan benar saja Fadil sedang duduk dikursi teras rumahku, sambil memainkan gawainya, aku mendekat dan menyapa teman sedari kecilku itu.
”Mas Fadil?"
”Eh udah siap, ayo langsung kemobil nanti kamu telat" Ucap Fadil. Kemudian kami berjalan beriringan kemobil milik Fadil yang Dia parkirkan didepan rumah.
Setelah memasang Seat Belt, Fadil langsung melajukan mobil Seri –—— Yang dia beli sendiri dari hasil jeri payahnya, Hebat.
”Sya?" Panggil Fadil aku langsung menoleh kearahnya.
”Iya Mas Fadil?" Jawab ku seadanya
”Kamu gak kepengen ya cari pasangan, biar kamu gak perlu kerja gini lagi." Aneh tadi malam Abi pagi Safira sekarang Fadil, kenapa Akhir-akhir ini aku terus ditanya perihal menikah? Aneh.
”Kenapa mas Fadil tanya gitu? Aku seneng kok kerja, kan bisa mandiri bisa bantu keluarga juga." Jawabku sambil menatap lurus kearah depan menatap jalanan yang pagi ini tampak sepi.
__ADS_1
”Iya juga sih, tapi kan apa salahnya mikirin tentang itu."
”Jangan tanya Syaqila dulu, mas Fadil sendiri kapan nikahnya!" Kali ini aku yang balik bertanya, entah apa yang membuatku banyak bicara jika sedang dengan Fadil. Padahal jika dengan pria lain aku akan mengaktifkan mode irit bicaraku, Tapi kenapa dengan Fadil aku malah ember sih?
”Mas lagi nunggu seseorang!" Tandas Fadil melirik kearah ku.
”Siapa?" Tanyaku lagi.
”Ada deh, kamu gak perlu tau!" Aku memanyunkan bibirku, lebih baik aku menatap jalanan daripada harus terlibat obrolan panjang dengan Fadil.
Brukk!!
”Astagfirullah!"
Aku menoleh dan menatap Mobil yang baru saja menyerempet Mobil Fadil dan mengakibatkan Mobil itu lecet dibagian depan, untung hanya sedikit dan kami pun tidak apa-apa.
”Siapa sih!" Fadil dan aku turun dan melihat orang yang baru saja menabrak Mobil yang aku dan Fadil kendaraai.
Aku menatap seorang pria yang baru keluar dari Mobil BMW berwarna putih itu, Seseorang yang seperti nya aku pernah melihat nya dan juga Mobil nya, Tunggu ya dia orang yang dulu hampir menabrak ku dan mas Fadil saat ingin pulang dari mengajar ngaji.
”Berhati-hatilah jika sedang nyetir Mobil!" Mataku membulat sempurna apa-apaan dia kenapa dia yang marah? Apa kah Mas Fadil yang menabarkanya diluan? Aku benar-benar tidak melihat peristiwa tadi.
Kudengar mas Fadil menghela napaf berat ”Iya saya minta maaf pak, ini salah saya, maaf" Ucap Fadil. Tapi aku rasa Mas Fadil berat mengucapkannya.
”Oh iya jangan lupa hari ini saya ada meiting, kamu jangan sampai telat kekantor sekarang juga!" Mataku membola sempurna ternyata dia atasannya Fadil? Pantas saja Fadil begitu patuh padanya.
”Kamu ikut saya!" Ucap pria itu sambil menujuk kearah ku, Aku menoleh ke Fadil yang juga tengah menatap kearah diriku.
📕📕📕
.
.
.
Assalamualikum, Maaf kepanjangan semoga masih suka sama cerita ini,
Jangan Lupa Vote Dan Komen, karena itu berguna agar aku semakin semangat nulisnya Gaes😂
__ADS_1