
"Menikahlah dengan orang yang tengah berdiri di depan matamu dan Abimu, karna dia yang telah memperjuangkan mu."
~ Adrian Syarif Arahman ~
• Happy reading •
"Apa tujuan anda untuk melamar saya!!"
Perkataan Syaqila begitu menekan dan membuat Pria tadi spontan berdiri, begitu pun semua anggota keluarga Syaqila.
Pria itu menghela napas pelan dan bersuara.”Karna saya mau menikahi kamu, Menikahlah dengan orang yang tengah berdiri di depan matamu dan Abimu, Karena dia yang telah memperjuangkan mu. Dan orang itu jelas adalah saya," Syaqila benar-benar tidak habis pikir kenapa bisa ada seseorang yang tiba-tiba melamar nya bahkan dia merasa tidak pernah bertemu dengan pria ini. Aneh
”Maksud saya adalah kenapa anda melamar saya, Saya bahkan tidak mengenali anda!" Ucap Syaqila, Bakri menatap sang putri.
”Sya, pelankan suara kamu nak," Pinta Bakri karena dia tidak pernah melihat Syaqila sangat menekan ucapannya.
Syaqila menoleh kearah sang Abi, dan menghembuskan napas dengan kasar ”Syaqila cuman bingung Bi," Syaqila langsung merunduk.
Pria itu melihat Syaqila, entah kenapa ada sedikit rasa bersalah di dalam dirinya ”Ekhem, jadi begini, Perkenalkan nama saya Adrian. Adrian Syarif Arahman, kedatangan saya ini dengan niat baik yang sudah lama saya rencanakan saya sudah mengenal kamu sangat lama sekali dan saya hari ini, detik ini ingin menghitbah kamu. Kamu tinggal jawab saja, Iya atau tidak dan semua keputusan kamu akan saya terima," Jelas pria itu panjang lebar, Syaqila mendokak namun tak sampai beberapa menit dia kembali merunduk.
”Sya. Kamu mau ikut saran Abi gak?" Ucap Bakri Syaqila nelihat Abinya kemudian mengangguk pasrah.
__ADS_1
”Kamu terima aja ya," Mata Syaqila membulat sempurna, entah kenapa dia berat sekali untuk menerima saran Abinya padahal dia sudah mengangguk patuh sebelum nya. Dia kembali mengingat seseorang.
”Mas Fadil," Batin Syaqila bersuara seiring dengan air mata yang jatuh begitu saja.
”Sya, kamu kenapa Nak?" Tanya Uminya karena di khawatir melihat sang putri yang tiba-tiba menangis.
Syaqila mendokak dan menatap semua orang dengan mata masih setia mengeluarkan cairan bening bernama air mata. ”Kasih Syaqila waktu ya Bi, Syaqila masih perlu ruang. Karena Syaqila juga belum mengenal dia secara penuh, ketemu aja gak pernah Bi, wajarkan kalau Syaqila mau mikir matang-matang dulu?” Ucap Syaqila pria tadi hanya menghembuskan napas pelan, dia mengerti kondisi Syaqila saat ini dan dia tidak ingin memaksa nya. Ada sedikit rasa aneh di hati pria itu.
”Baik lah saya akan berikan kamu waktu, tapi tidak boleh lebih dari seminggu ini," Ucap pria itu sambil tersenyum ramah, Syaqila hanya mengangguk sebagai jawabnya dalam diam.
Setelah acara lamaran dadakan itu Pria yang bermama Adrian itu langsung pamit untuk pulang kepada Syaqila dan keluarganya, di ruang tamu Syaqila masih setia berdiam diri tanpa mau mengeluarkan sepatah kata pun. Uminya hanya menatap putri pertamanya itu dengan sendu.
”Kamu istirahat ya, Syaqila pasti capek. Apa mau Umi antar ke kamar?" Tanya sang Umi Syaqila langsung melihat wajah cantik Uminya.
Fahima mengelus punggung Syaqila,"Kamu harus yakin, apapun keputusan kamu mungkin itu memang jalan takdir yang ciptakan Allah, dan soal Nak Adrian. Umi rasa dia cukup bisa menerima apapun keputusan kamu nantinya, karena dalam pernikahan tidak ada yang namanya paksaan dan Umi yakin Nak Adrian pasti paham itu, jadi Syaqila jangan terlalu dipikirin ya. Kamu hanya butuh waktu untuk menerima semuanya sayang," ucap Fahima sambil sesekali mencium pucuk kepala Syaqila yang terbalut Khimar.
Sementara di luar rumah Bakri tanpa mengintip ke dalam rumahnya, melihat putri dan istrinya itu terlihat nyaman dengan dunia ibu dan anak.
”Maaf ya Nak, Abi hanya ingin yang terbaik untuk kamu. Dan untuk semuanya, Abi harap kamu akan bisa menerima semua nya," Ucap Bakri pelan dengan mata yang berkaca-kaca.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Sementara di tempat lain seorang pria tengah menelpon seseorang sambil menjalankan kuda besi miliknya.
beberapa kali ia menghubungi nomor seseorang yang biasa dia sebut atasan, Ketika layar phonselnya memperlihatkan kata menghubungkan pria itu langsung mendekatkan benda pipi itu ketelinga kanannya.
”Bagaimana?" tanya seseorang dari sebrang sana.
”Dia ingin di beri waktu untuk berpikir, Maaf Pak sebelum nya. Saya memberinya waktu selama seminggu jadi bapak bisa liat hasilnya seminggu kedepan," Ucap pria yang bernama Adrian dengan sangat ramah.
”Baiklah terima kasih, dan pastikan bahwa Syaqila tidak menolak lamarannya bagaimanapun caranya!”
”Baik Pak,"
📕📕📕
Holla👋
Assalamualikum semua semoga pada baik ya Aamiin.
Semoga suka ya dengan part ini walaupun agak gaje😂🙏
Oke Kuyy!! Jangan lupa tekan tombol bintang⭐ ya agar aku semangat untuk update cerita ini, ohh iya aku juga mau menawarkan, siapa tau kalian belum sempat baca karya terbaruku, yang judulnya "Sebuah Doa Dan Harapan" mari mampir lah😂
__ADS_1
Di jamin seru pastinya In Syaa Allah, oke sekian semoga suka dan jangan lupa tinggalkan jejak🌻
Syukran❤🙏