
Didalam dekapan senja, seorang pria paruh baya yang masih terlihat tampan dan gagah terlihat sedang merenungi kesendiriannya. Tidak bisa dipungkiri saat ini ia sangat merindukan istri yang sangat ia cintai dan putri kecilnya yang bahkan belum pernah ia lihat dari bayi. Karena kesalahan kedua orang tuanya yang sangat egois membuat ia harus kehilangan kedua orang yang sangat ia cintai.
Berbagai tempat dikota ini bahkan sampai ke pelosok daerah sudah ia datangi hanya untuk mencari keberadaan anak dan istrinya. Bahkan anak buah yang tak terhitung jumlahnya sudah ia kerahkan untuk mencari keberadaan mereka dari 10 tahun yang lalu tetap tidak membuahkan hasil. setiap malam ia hanya ditemani kesendirian dan rasa rindu yang membuncah setiap mengingat kebersamaannya bersama istri tercintanya.
"Bagaimana ... Apa kalian berhasil menemukan anak dan istriku ? ". seorang pria tampan yang sedang duduk dibalkon rumahnya terlihat menatap tajam kearah asisten pribadinya
"Ma...af ...m...aa...af Tuan sampai saat ini anak buah yang saya kerahkan belum ada yang berhasil menemukan nyonya dan nona muda ". jawab seseorang yang berbadan tegap menyesali kegagalannya selama bertahun - tahun ini
Ya, dia adalah Rey Winata asisten pribadi Tuan Marcel Aditama.
Braakkkk .....
terdengar suara meja yang ditendang dengan sangat kuat pertanda amarah Tuan Marcel yang sedang membuncah membuat keberanian Rey menciut.
"Aku membayar kalian mahal bukan untuk mendengar semua kegagalan kalian, Keluar dari rumah ku. Jangan pernah kembali kesini dengan berita kegagalan kalian ". amuk Marcel yang membuat bulu kuduk anak buahnya tiba - tiba berdiri
__ADS_1
"Tapi Tuan kami tidak sengaja bertemu gadis muda yang wajahnya sangat mirip dengan wajah Tuan ". lirih Rey
"Apa kamu bilang ? dimana kamu melihat gadis itu? tanya Marcel tidak sabaran
"Tidak jauh dari Taman kota Tuan, tapi saya belum bisa melaporkan banyak hal Tuan. Beri saya sedikit waktu lagi untuk menyelidiki gadis itu Tuan".
"Pergi dan segera lakukan penyelidikan, aku tidak menerima sebuah kegagalan lagi dan ingat 1 x 24 jam data gadis itu sudah harus ada dihadapanku, pergi ". ucap Marcel
"Baik Tuan, saya akan berusaha semaksimal mungkin. permisi Tuan ".
Pria itu tidak mengindahkan ucapan anak buahnya karena ia sedang memikirkan gadis yang baru saja dibicarakan.
.
.
__ADS_1
.
Flash back
"Pa ... kenapa papa tiba - tiba menyuruh ku pergi ke luar negeri. papa kan tau Amara lagi mengandung pa dan aku ingin menjadi suami siaga untuknya". lirih Marcel
"Papa tidak akan menyuruh kamu pergi kalau tidak karena keadaan yang sangat mendesak Dan lagi pula kamu disana hanya sampai masalah perusahaan kita selesai, tidak akan lama kalau kamu fokus dengan pekerjaanmu Marcel". ucap Tuan Gio Aditama dengan lantang
Tuan Gio Aditama adalah papa kandung dari Marcel Aditama. Laki - laki dengan wajah tampan dan pembawaan tegas ini tidak pernah mau menerima penolakan kecuali satu hal, saat Marcel Aditama menolak perjodohannya dengan salah satu anak temannya, Rianti Miclous namanya. Saat itu Gio tidak bisa memaksa Marcel karena ancaman Marcel yang akan pergi meninggalkan keluarga dan nama besar Aditama jika mereka tidak merestui hubungannya dengan wanita yang dicintainya, Amara Alexander Will.
Disaat kehamilan Amara Alexander Aditama memasuki bulan ketiga disaat itu pula Marcel Aditama harus pergi meninggalkannya untuk urusan pekerjaan. Tanpa ada rasa curiga Marcel menitipkan Amara kepada kedua orang tuanya yang sangat ia percaya. Karena kekacauan yang terjadi, Marcel pun meninggalkan Amara dalam waktu yang lama.
Satu tahun berlalu, disaat Marcel kembali ke Indonesia ia harus menerima kenyataan bahwa anak dan istrinya meninggal saat melahirkan. Bertahun - tahun ia larut dalam kesedihan sampai membuat kehidupannya berantakan.
Malang tak dapat dicegah untung tak dapat diraih, tepat ditahun ke delapan kematian anak dan istrinya, ia terpaksa menerima rencana perjodohan orang tuanya karena desakan orang tuanya yang mulai menua dan menginginkan pewaris. Di hari pernikahannya dengan Rianti Miclous semua kebohongan orang tuanya terbongkar. Marcel tak sengaja mendengar percakapan orang tuanya bahwa Amara dan anaknya masih hidup dan yang lebih menyakitkan ternyata mereka diusir oleh kedua orang tuanya.
__ADS_1
Pernikahan megah yang sudah direncanakan terpaksa batal. Karena tidak kuat menerima kemarahan putranya, Rima Aditama meninggal dunia. Pesta pernikahan berubah menjadi hari berkabung. tak berselang lama Gio Aditama pun menyusul kepergian istri tercintanya.
"Seharusnya saat ini putriku sudah berusia 19 tahun ". lirih Marcel