Pewaris Cantik Yang Tersembunyi

Pewaris Cantik Yang Tersembunyi
Menuruti keinginan


__ADS_3

Freya Arcela Aditama, dia adalah putri tunggal dari salah satu pengusaha ternama indonesia bernama Marcel Aditama dan Amara Alexander Will. Dia juga merupakan cucu sah dari pengusaha di Kota Surabaya Gerald Alexander Will dan salah satu cicit dari Christoper Alexander Will bangsawan yang berasal dari Amerika.


"Mom , cella ingin kuliah di kota mom, Cella ingin kita pindah ke kota. Cella bosan hidup didesa ini mom". lirih Freya


Begitulah keluhan yang setiap hari harus di dengar Amara karena keinginan putri tersayangnya yang ingin mereka pindah ke kota Jakarta. Bukan tanpa alasan, Freya mati - matian ingin pindah ke Kota karena beberapa tahun yang lalu ia tidak sengaja melihat foto pernikahan Amara dengan seorang laki - laki dan tanpa sengaja ia melihat tulisan alamat dibalik foto pernikahan itu. Mungkinkah pria itu adalah Daddy yang selama ini ia rindukan.


"Baiklah Mom akan menuruti keinginanmu tapi dengan satu syarat, ubah penampilanmu". perintah Amara


"Mom, kenapa Cella harus merubah penampilan cella mom ?". tanya Freya


"Cella sayang semua demi kebaikanmu ... mulai hari ini semua orang harus memanggilmu Freya, no Cella. Dan kamu harus ingat, ubah penampilan mu atau kita tidak akan pernah pindah ke Kota sampai kapanpun juga". ucap Amara

__ADS_1


Amara merombak habis penampilan Freya, ia mengepang dua rambut Freya. Ia juga mengambil kacamata yang Freya pun tak tau kapan sudah di siapkan ibunya itu dan menyuruh Freya memakainya.


"Selesai ... , sekarang kita bisa pindah ke Kota". Penasaran dengan penampilannya saat ini Freya bergegas masuk dan beranjak ke meja rias.


" Aaaaaaaa .... Mom, kenapa penampilan Cella jadi kayak gini". Freya histeris sendiri melihat penampilannya dibalik cermin.


"Terserah Cella, kalau tetap memaksa ingin ke Kota tetaplah berpenampilan seperti itu atau lupakan keinginanmu itu". Amara masih berharap Freya mau menuruti keinginannya untuk tetap tinggal di Desa ini.


"No Cella... mulai hari ini namamu adalah Freya ... Freya ... Oke ...". ucap Amara


Freya pun pasrah dan menjawab dengan anggukan kepala tanda setuju

__ADS_1


Setelah membereskan semua pakaian dan barang - barang berharga mereka dibantu oleh asisten pribadi Amara dan para maid yang selalu setia menemani mereka selama di Desa ini. Mereka pun bergegas menaiki mobil pribadi Amara menuju ke kota mumpung hari masih pagi setelah sebelumnya menugaskan Asistennya untuk tetap tinggal sementara di Desa ini menjadi orang kepercayaan Amara untuk mengurus rumah dan semua usaha yang terpaksa harus mereka tinggalkan sementara. Meskipun selama ini mereka tinggal di Desa, tapi mereka adalah orang terkaya di Desa ini. Mereka membangun beberapa usaha di Desa ini untuk membantu perekonomian warga sekitar. karena itu, ketika mereka memutuskan untuk pindah semua warga merasa sedih melepas kepergian mereka.


.


.


.


Setelah melewati 8 jam perjalanan mereka pun tiba di Kota, Amara mengajak Freya tinggal disebuah rumah yang sepertinya sudah dipersiapkan lengkap dengan para maid yang siap melayani mereka. Meskipun binggung, Freya enggan bertanda rumah siapa yang mereka tempati karena ia terlalu fokus untuk mencari pria yang ada di foto pernikahan bersama Mommy nya.


Perjalanan yang sangat jauh membuat seluruh badannya terasa begitu letih. Setibanya dikamar, Freya langsung menghempaskan tubuhkan ke kasur, karena tubuhnya berasa sakit semua ia pun langsung tertidur lelap.

__ADS_1


Sementara di kamar Amara, Wanita paru baya yang masih terlihat cantik meskipun di usia yang tak muda lagi sedang gelisah memikirkan hal yang belum pasti terjadi. Sebenarnya Amara sangat takut menuruti keinginan Freya untuk pindah ke Kota ini, ia takut Freya bertemu dengan keluarga Aditama. Bertahun - tahun ia berusaha menghindar dari ancaman Mertuanya yang ingin membunuh cucunya dan ancaman dari keluarga Alexander tepatnya ibu tiri Amara yang juga ingin membunuh mereka kalau Amara sampai kembali ke tengah - tengah keluarganya. Itu penyebabnya Amara lebih memilih untuk tinggal di Desa berdua dengan Freya, Amara hanya ingin hidupnya tenang tanpa ada yang mengancam kelangsungan hidup mereka berdua. Terlebih lagi setelah ia menerima kenyataan pahit foto undangan pernikahan Marcel Aditama dan Rianti Miclous dari Mertuanya, rasanya semakin ia tidak ingin menginjakkan kaki di Kota ini lagi selamanya.


__ADS_2