
Freya sengaja menunggu Mommy nya yang sampai selarut ini belum terlihat pulang kerumah. Terkadang ia bosan menunggu dan mulai mengantuk tapi itu tidak menyurutkan semangat dan keinginannya untuk bertemu dan menceritakan semuanya ke Mommy Amara.
Terdengar Bunyi mesin mobil memasuki kawasan gerbang perumahan yang terbilang cukup elit didaerah sini, ya mobil itu adalah mobil milik Amara. Amara memang sengaja pulang larut malam dan pergi di pagi buta beberapa hari belakangan ini untuk menghindari putri kesayangannya, Freya.
"Mommy baru pulang jam segini". tanya Freya terlihat sangat mencemaskan ibunya
"Iya nak pekerjaan Mommy lagi banyak dikantor dan harus segera diselesaikan hari ini juga, emm kok putri kesayangan Mommy belum tidur ? kenapa Nak? ". tanya Amara
"Emmm.... Cella ... ups... Freya sengaja menunggu Mommy ada yang ingin Freya bicarakan ke Mommy ". ucap Freya
"Ya uda kamu tunggu Mommy di kamar kamu ya nanti setelah Mommy mandi Mommy kekamarmu, ok ". ucap Amara
"Sekalian Mommy tidur sama freya ya malam ini, Freya kangen Mommy". lirih Freya
Amara pun menganggukkan kepala tanda menyetujui permintaan anaknya, dalam hati ia pun sangat merindukan kebersamaan bersama Putrinya tapi di satu sisi ia takut kebersamaan mereka akan diketahui oleh Keluarga Aditama dan Keluarga Alexander. Jujur ia tidak siap jika harus kehilangan Putrinya satu - satunya, ia rela menjauhi Putrinya asal Putri kesayangannya selalu aman terlindungi.
__ADS_1
.
.
.
Setelah selesau mandi, Amara pun bergegas pergi ke kamar Freya, ia berharap Freya belum tertidur karena ia pun juga merindukan Putrinya dan penasaran dengan apa yang akan dibicarakan Putrinya itu.
Tok ...tok ... tok...
"Masuk aja Mi, gak dikunci kok". teriak Freya
Amara masuk ke kamar dan perlahan melangkahkan kakinya mendekati Putrinya yang saat ini sedang rebahan di ranjang kesayangannya.
Amara langsung memeluk Putri kesayangannya yang sangat ia rindukan akhir - akhir ini.
__ADS_1
"Putri Mommy katanya mau bicara, mau bicara apa Nak ?". tanya Amara sambil mengelus pucuk kepala Putrinya
Freya menceritakan pertemuan nya dengan Pria bernama Marcel Aditama yang mengaku sebagai Daddy nya. Tak terasa air mata yang ditahan Amara puluhan tahun tumpah dihadapan Putrinya, sekian tahun ia memendam semuanya dan berusaha menguatkan hati untuk tetap bertahan melanjutkan hidupnya dengan kisah masalalu nya yang pahit terbayar sudah karena yang terjadi selama ini ternyata hanya sebuah kesalahfahaman.
Freya membujuk Mommy nya untuk mau bertemu langsung dengan Daddy nya dan Amara pun langsung menyetujui keinginan Freya.
.
.
.
Rasa haru dan tangis kebahagiaan menyelimuti keluarga kecil yang selama puluhan tahun ini terpaksa dengan kejamnya harus terpisah. Marcel Aditama sangat bahagia karena disisa hidupnya akhirnya ia bisa dipertemukan dengan istri tercintanya "Amara Aditama" dan Putri kesayangannya "Freya Arcella Aditama" yang sempat ia kira sudah tiada. Dari awal ia sangat yakin kalau Amara pasti akan menamai Putri mereka dengan nama Arcella, singkatan nama mereka Marcel dan Amara yang menjadi bukti seberapa besar cinta yang mereka miliki satu sama lain.
Karena keinginan Marcel yang tidak ingin berpisah jauh lagi dari istri dan anaknya, hari itu juga Marcel memboyong mereka untuk pindah ke Mansion utama Aditama. Amara sangat bahagia karena ternyata Pria yang ia cintai tidak pernah mengkhianati atau bahkan menikah lagi dengan wanita lain seperti yang dikatakan Mertuanya dulu. Marcel pun meminta Freya untuk berpenampilan cantik seperti dulu ketika mereka tinggal di Desa dan berhenti menyamar menjadi upik abu seperti keinginan Amara dulu. Amara pun menyetujui permintaan Marcel karena Marcel berjanji akan selalu melindungi Putrinya dari Keluarga besar Alexander yang masih terus memata - matai mereka sampai sekarang.
__ADS_1