Pewaris Cantik Yang Tersembunyi

Pewaris Cantik Yang Tersembunyi
rencana Vanessa


__ADS_3

"Vanessa, darimana saja Kamu ...". Teriak Gerald saat melihat Vanessa baru pulang di jam satu malam


"Mas, Mas Gerald belum tidur ?". Tanya Vanessa


"Jangan mengalihkan perhatian, darimana Kamu jam segini baru pulang hah ".Tanya Gerald


Vanessa mendekati Gerald, Dia berjalan sambil menenteng paper bag dengan brand ternama di bagian logonya.


"Tadi aku habis belanja Mas terus keasyikan ngobrol sama teman - temanku sampai lupa waktu, maaf ya Mas ". ucap Vanessa sambil mengelus tangan kekar suaminya


Gerald terdiam, selama ini Ia sudah berusaha menahan emosinya melihat kelakuan Vanessa yang semakin menjadi - jadi. Istri Siri yang sudah Ia nikahi selama 22 tahun ini memang berbeda dengan Stella, Jika Stella lebih mementingkan Suami dan Anak - Anaknya sementara Vanessa, Ia adalah Wanita yang hanya tau menghambur - hamburkan uang saja.


"Mulai besok semua kartu kredit mu akan Aku bekukan dan Kamu tidak boleh keluar dari Rumah ini tanpa seizinku ". Ucap Gerald dan Ia pun keluar Kamar, Ia muak melihat kelakuan Vanessa dan Ia pun memutuskan untuk tidur di Kamar Tamu.


"Aaaaaaggghh... sialan, awas aja Kamu Mas ". Batin Vanessa


Vanessa merogoh Ponsel didalam tasnya dan menelpon orang suruhannya.


"Aku punya tugas penting untuk Kalian, Aku akan membayar mahal asal Kalian secepatnya melenyapkan keturunan Amara ". Vanessa pun menutup telponnya.


."Aku harus berhasil membunuh Mereka sebelum Mas Gerald menemukan Mereka, dan Aku harus segera menemukan keberadaan Rama Alexander". Seringai Licik menghiasi bibir Vanessa

__ADS_1


*


*


*


Semenjak kepulangan Amara dan Freya, kediaman Alexander terlihat hidup. Bertahun - tahun hidup sendiri hanya ditemani para pelayan membuat Marcel merasa sangat bersyukur bisa bertemu dengan keluarganya lagi bahkan Mereka pertama kalinya sarapan bersama.


"Mom, Dad Cella berangkat ke kampus duluan ya ". ucap Freya


"Sarapanmu belum dihabiskan sayang".


"Cella pakai mobil didepan ya ... Uda disiapin sama supir ...". ucap Marcell


"Daddy yang terbaik". Cella mencium pipi Daddy nya dan bergegas pergi


"Mas, jangan terlalu memanjakan Cella nanti Mas yang pusing ... Cella itu banyak maunya lo". Amara menasehati Marcel yang terlalu memanjakan Putri Tunggal Mereka


"Mas hanya ingin memberikan yang terbaik yang selama ini tidak bisa Mas berikan Sayang ... Apapun akan Mas lakukan untuk Kalian berdua". ucap Marcel


Freya sampai Kampus dengan tepat waktu, Meski harus kebut - kebutan di jalanan akhirnya perjuangannya gak sia - sia. Di kelas Ia dikejutkan dengan Sikap Albert yang begitu manis padanya padahal saat ini Ia masih berpenampilan cupu, Hanya Albert satu - satu nya Siswa yang mau berteman dengannya.

__ADS_1


"Bert, kenapa Kamu masih mau berteman dengan Gadis cupu kayak Aku, Kamu gak malu apa dilihatin Mereka dari tadi". tanya Freya penasaran


"Aku lebih baik berteman dengan Gadis apa adanya sepertimu Frey, Daripada meladeni mereka yang cantik karena polesan tebal tapi hatinya jahat". ucap Albert sambil mengacak - ngacak rambut Freya


"Segitu yakinnya Kamu kalau Aku ini orang baik, Bisa jadi Aku ini orang yang lebih jahat dari Mereka loh". seloroh Freya


"Hahahaha .... Sepertinya Aku mulai tertarik melihat aksi jahatmu Frey ".


Albert dan Freya pun tertawa terbahak - bahak. Mereka tidak memperdulikan tatapan tidak suka semua orang yang ada dikelas Mereka saat ini.


"Eh ngomong - ngomong tadi Aku gak sengaja lihat Kamu bawa mobil, mana mobil mewah pula ... Itu mobil Kamu Frey ?". tanya Albert yang dari tadi menahan rasa penasarannya


"Uhuuukk ... uhukkkk .... ".


"Kamu kenapa Frey". tanya Albert


"Oh itu ... Itu mobil Anak Majikan Ibuku, Ya kebetulan tadi Aku datang terlambat dan Anak Majikan Ibuku malah berbaik hati mau meminjamkan Mobilnya padaku Bert". ucap Freya


"Maafkan Aku terpaksa membohongimu Bert". batin Freya


"Oh ... Kirain dalam satu hari Kamu uda menjelma menjadi Putri yang kaya raya Frey ". Albert dan Freya pun tertawa bersama.

__ADS_1


__ADS_2