Pewaris Cantik Yang Tersembunyi

Pewaris Cantik Yang Tersembunyi
pergi


__ADS_3

Tuan Gerald akhir - akhir ini merasa harinya semakin menyedihkan, Vanessa selalu sibuk dengan urusannya sendiri dan tak pernah memperhatikannya lagi. Putri tirinya, Kirana Miclous saat ini sudah menetap di Semarang bersama David Hans, suaminya. Begitupula dengan Baby, cucu kesayangannya itu sudah mulai di sibukkan dengan jadwal kuliahnya yang padat. Bahkan Baby sering kali menginap di Apartemennya karena Ia merasa jarak antara Apartemen dan Kampusnya lebih dekat.


"Seandainya Kamu tidak berkhianat dan pergi meninggalkanku Stella, mungkin sekarang kita masih tinggal bersama - sama dengan Amara dan Rama". Gumam Gerald yang senantiasa selalu menyesali kebodohannya dimasa lalu.


Flash Back


Malam itu Stella yang sedang mandi dikejutkan dengan kedatangan seorang Pria yang tak Ia kenal, Pria itu dengan lancang masuk ke kamarnya, Stella mengira Gerald lah yang datang ternyata bukan.


Pria misterius itu menarik paksa Stella ke ranjang, Stella berusaha meminta tolong, Ia memberontak berusaha melawan keinginan Pria itu. Ditengah ketakutannya Stella menyadari ada yang aneh dirumahnya, Ia mempertanyakan keberadaan semua penjaga dan pelayan yang ada dirumahnya.


"Lepaskan aku bajingan ... Siapa Kamu ?". Teriak Stella berusaha melepaskan diri dari kukungan paksa tangan kekar Pria misterius itu. Pria itu membuang paksa handuk yang melekat di tubuh Stella dan menampar pipi Stella yang terus melawannya. Stella menangis kesakitan tapi Pria itu tak henti - hentinya berusaha melecehkannya.


Braaaakkkk .....

__ADS_1


Pintu kamar tiba - tiba terbuka dan ternyata Gerald yang datang. Pria itu langsung bangkit dari atas tubuh polos Stella, Stella menangis meminta tolong pada Gerald, Mata elang Gerald memerah melihat Istri yang sangat Ia cintai sedang berbuat tidak senonoh di ranjang mereka.


Buuughhh ... bughhh... bugghhh ....


Gerald menghajar Pria itu dengan membabi buta sampai Pria itu kesakitan dan berhasil menghindar dari serangan Gerald, Pria itu berhasil pergi dari kediaman Alexander. Stella terus menangis dan berusaha menjelaskan kejadian yang sebenarnya kepada Gerald, Tapi Gerald tidak mau mendengar penjelasan Stella. Gerald lebih percaya dengan apa yang Ia lihat saat ini, Ia pun mengusir Stella dari rumah.


"Mas aku mohon percaya padaku. Demi Tuhan, Aku gak kenal Pria itu Mas .. hiks ... hiks ... hiks ...". Stella terus menangis


"Pergi dari Rumah ini, Aku muak melihat Ja**ng sepertimu ... Tinggalkan Rumah ini atau Aku akan membunuhmu". Teriak Gerald , Ia pun bergegas pergi tanpa melihat kearah Stella sedikitpun


Stella memasukkan koper kedalam mobilnya, sesaat Ia terpaku menatap rumah yang akan segera Ia tinggalkan.


"Mas semoga Kamu selalu bahagia ... Amara Rama maafkan Mommy nak ...". Lirih Stella sambil mengusap airmata yang membasahi pipinya

__ADS_1


"Mommy .... Mommy .... Mommy mau kemana?". tanya Rama yang saat itu baru pulang dari sekolah.


"Mommy kenapa menangis ?". tanya Rama kecil


"Mommy gak apa - apa Nak, Nak Mommy harus pergi ... Rama dan Kak Amara baik - baik ya dirumah , Rama harus selalu menjaga Daddy dan kakak ". ucap Stella langsung memeluk putra kesayangannya


"Mommy mau kemana ? Rama mau ikut Mommy ". Ucap Rama, Ia pun menangis terisak dipelukan Mommy nya.


"Maafin Mommy Nak, Mommy harus pergi ... Daddy tidak mau Mommy berada disini lagi ... Rama harus tetap disini menjaga Daddy dan Kak Amara, Rama harus patuh ya sama Mommy ". ucap Amara sembari berusaha menghapus airmatanya


"No Mommy ... Rama akan jaga Mommy, Rama mau ikut Mommy kemanapun Mommy pergi". ucap Rama


Akhirnya Stella pun mengajak Rama pergi dari kediaman Alexander. Amara yang saat itu belum pulang sekolah tidak tau apa - apa, Ia tidak tau kalau Mommy dan Adiknya sudah pergi dari Rumah.

__ADS_1


Gerald mengamuk setelah tau Stella pergi membawa Rama, Ia mengejar mobil Stella tapi sayang ia kehilangan jejak. Gerald pun bergegas ke sekolah Amara, Ia menjemput paksa Amara karena takut Stella akan membawa Putrinya pergi meninggalkannya juga.


__ADS_2