Phonix

Phonix
Bab 10


__ADS_3

Di taman.


" Untuk apa kau membawaku kesini? " tanya Hitomi malas. Bukannya menjawab pertanyaan Hitomi, Zoya malah menyerang Hitomi, untungnya Hitomi bisa menghindar dan langsung menghentikan Zoya.


" Apa yang kau lakukan? " ucap Hitomi marah.


" Kenapa? apa kau takut padaku? " ucap Zoya dengan wajah tengilnya. Hitomi yang ditanya seperti itu menjadi bingung.


" Apa maksudmu, tentu saja aku tidak takut " ucap Hitomi.


" Kalau begitu ayok kita bertarung! " tantang Zoya. Hitomi yang ditantang oleh rekannya sendiri jelas menolak.


" Apa kau gila? atau obat mu habis hah?! jangan membuang-buang waktuku hanya untuk lelucon konyol mu ini " ucap Hitomi lalu kemudian pergi.


" Jika kau pergi, berarti kau takut padaku!! " pekik Zoya sambil mengejar Hitomi.


" Hais.. sudah hu bilang aku tidak takut padamu, lagian untuk apa aku takut padamu toh kita sama-sama makan nasi " ucap Hitomi malas lalu melanjutkan langkahnya.


" Nahh itu dia! aku makan nasi, kau makan nasi, bahkan Pejabat Kim pun makan nasi, jadi apa yang kau takutkan?! " ucap Zoya sambil terus mengikuti Hitomi.


Mendengar ucapan Zoya, Hitomi langsung menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Zoya.


" Ya, Kim Joung-Eun itu adalah manusia kejam! jika dia mengetahui kita menjalankan misi tanpa pengetahuan Pemerintah, dia akan membunuh kita semua " bentak Hitomi marah. Zoya yang sangat anti dibentak hanya bisa menguatkan dirinya agar bisa menahan emosi.


" Kau tau, dalam hidup Kim Joung-Eun itu tidak ada yang namanya ampunan. Jika kita membuat masalah dengannya, pilihan kita hanya 2 yaitu disiksa habis-habisan atau mati " sambung Hitomi.


" Lalu bagaimana jika berhasil hah? apa Kim Joung-Eun tetap akan membunuh kita? " ucap Zoya menatap Hitomi lengket. Mencoba meyakinkan Hitomi bahwa semuanya akan baik-baik saja.


" Kau pikir misi ini sangat mudah?! kau pikir misi ini akan selesai dalam waktu 1,2,3,4 atau bahkan 5 hari? Tidak! "

__ADS_1


" Misi ini membutuhkan waktu yang lama! dan kau juga harus ingat bahwa Kim Joung-Eun adalah seorang Pejabat, dia adalah tangan kanan Presiden negara ini, jadi otomatis dia mempunyai banyak mata-mata "


" Dan mata-mata itu bisa saja memberitahu Kim Joung-Eun tentang hal ini bahkan sebelum kita menyelesaikannya " Jelas Hitomi panjang lebar, sungguh ketakutannya terhadap Pejabat Kim membuatnya susah mengatur emosinya saat ini.


" Baiklah jika itu yang membuatmu seperti ini, maka akan ku bunuh Kim Joung-Eun untuk mu " ucap Zoya yang sudah kesal karna sendari tadi selalu dibentak.


" Hah?! Hahahha.. kurasa kau benar-benar gila " ucap Hitomi geleng-geleng kepala.


" Baiklah akan ku buktikan " ucap Zoya langsung pergi menghampiri yang lain.


" Hei apa yang kau lakukan? Zoya kembalilah, apa kau benar-benar gila hah?! " ucap Hitomi langsung mengejar Zoya.


......................


Di dalam penginapan.


Semua anggota sedang berkumpul diruang tengah sambil memainkan ponsel mereka masing-masing, tapi tiba-tiba Zoya masuk dengan wajah yang datar dan dingin.


" Hah?! kau ingin kemana? " tanya Mark bingung melihat sikap Zoya.


" Ayo berikan " ucap Zoya tidak menghiraukan pertanyaan Mark.


" Apa kau ingin bunuh diri hah?! kau sungguh gila Zoya! " ucap Hitomi yang baru datang.


" Aku hanya menuruti kehendak mu " ucap Zoya datar.


" Hei tenanglah, ada apa ini? " tanya Wendy bingung.


" Hitomi ada apa ini? " tanya Lily pada Hitomi.

__ADS_1


" Kurasa teman kalian ini sedang gila " ucap Hitomi menatap Zoya kesal.


" Kalau aku gila bagaimana? aku hanya ingin membantumu menghilangkan rasa takut sialan itu! " ucap datar.


" Zoya tenanglah " ucap Archen berusaha menengahi.


" Aku bingung dengan sikapmu yang seperti ini Zoya, sebenarnya apa mau mu hah?! " tanya Hitomi langsung ke intinya.


" Jika kau menyayangi nyawamu dan kita semua maka fokuslah Hitomi! Kalau kau terus-terusan melamun seperti itu, maka itulah yang membuat nyawa kita semua terancam " ucap Zoya serius.


" Aku paham dengan ketakutan mu Hitomi, bahkan kita semua yang ada disini juga merasakan. Tapi ayolah.. kita harus fokus agar tidak membuat kesalahan sedikitpun, dan pulang dengan selamat " ucap Zoya berusahan membuka pikiran Hitomi.


" Yang diucapkan Zoya benar Hitomi, jika kau tidak fokus maka semua rencana kita akan percuma dan misi ini berujung ditangan Pejabat Kim " ucap Zee.


" Yakinlah jika kita pasti bisa menyelesaikan ini semua tanpa harus berurusan dengan Pejabat Kim " ucap Wendy.


" Kau berbakat Hitomi, gunakan bakat mu itu untuk membela keadilan " ucap Berly.


" Hitomi yang aku kenal selalu agresif saat menerima sebuah misi, bukan takut seperti ini " ucap Lily


" Kau Agen Rahasia Negara Hitomi, tidak ada salahnya membela rakyat demi keadilan, bahkan jika mati sekalipun " ucap Archen.


" Toh waktu awal kau memilih pekerjaan ini kau sudah berjanji bukan?! " ucap Nico.


" ~Kita para Anggota Elit, siap mati demi negara kita dan rakyat kita~ " ucap Richard membacakan janji mereka dahulu disaat diterima menjadi seorang Agen Rahasia.


Hitomi yang mendengar ucapan rekan-rekannya seperti diguyur dengan air disiang bolong, yang membuatnya tersadar.


" Huhff.. kalian benar, seharusnya aku tidak perlu takut seperti ini, maafkan aku teman-teman " ucap Hitomi menunduk.

__ADS_1


" Tidak apa-apa.. asalkan mulai hari ini janganlah melamun, kau harus fokus " ucap Zoya langsung memeluk Hitomi.


" Aku akan fokus mulai sekarang, demi nyawa kita semua " ucap Hitomi mantap. Semua anggota Phonix yang mendengar itu menjadi ikut senang.


__ADS_2