Phonix

Phonix
Bab 14


__ADS_3

Di suatu ruangan.


" Lakukan operasinya sekarang, dan pastikan kau tidak merusak bagian bagian organ manapun. Kau mengerti?! " ucap seseorang yang menggukan topeng.


" M-mengerti tuan.. " ucap seorang dokter.


" Waktumu cuman 1 jam, jika lebih dari itu maka kau akan menanggung akibatnya! " ancam orang bertopeng itu.


" B-baik tuan.. "


Setelah itu pria bertopeng tadi duduk disalah satu kursi memperhatikan keterampilan dokter itu dalam membedah.


" Ingat, jangan sampai ada organ yang rusak, kau paham! "


" Paham tuan.. " ucap dokter itu berusaha menelan salivanya bulat-bulat.


......................


Di apartemen tim Phonix.


" Kami pulang.. " ucap Zee.


" Kemarilah bocah tengil, disini banyak makanan " panggil Zoya pada Zee.


" Kau yang bocah, jangan membuat mood ku hancur Zoya " ucap Zee menatap Zoya datar.


" Ahh.. baiklah, baiklah. Silahkan makan Kakak.. " ucap Zoya dengan ekpresi imutnya.


" Dimana yang lain? " tanya Richard karna tidak melihat beberapa anggota.


" Mungkin mereka sedang mandi " jawab Archen.


" Kalau begitu jangan ada yang makan terlebih dahulu " ucap Richard menghentikan aksi anggota lain yang ingin mengambil makanan.


" Huhhh... perutku sudah sangat lapar " gumam Zoya sambil mengelus-elus perutnya.


" Nah.. ambilah " ucap Richard memberikan coklat pada Zoya.


" Wahh.. untukku? " tanya Zoya berbinar.


" Hmm.. " ucap Richard singkat, Richard juga memberikan untuk Hitomi dan Berly.


" Untukku?! " tanya Zee.


" Kau belilah sendiri " ucap Richard acuh.

__ADS_1


" Ya, kenapa kau pelit sekali " ucap Zee protes.


" Punya mu ada di sana, ini punyaku yang kuberikan pada mereka " ucap Richard. Segera Zee melihat isi kantong belanja Richard dan yang lain tadi, dan benar saja disana banyak sekali makanan.


" Wahh.. boleh aku mengambilnya?! " tanya Zee. Lalu diangguki oleh Berly dan Richard.


" Waw.. apa ada yang istimewa? kenapa suara kalian gembira sekali " ucap Mark baru datang dengan Wendy dan Lily.


" Tidak ada apa-apa, kenapa kau lama sekali? " tanya Archen.


" Hahhaha.. maafkan aku, aku tertidur saat berendam tadi " ucap Mark dengan tawa tanpa dosanya.


" Sial! kami menunggumu sambil menahan lapar, tapi kau enak-enaknya tertidur " omel Zee.


" Maafkan aku, tubuhku sangat pegal karna disuruh push up 100 kali " keluh Mark lalu duduk disebela Lily dan Archen.


" Makanya lain kali berhati-hatilah, karna saat ini nyawa kita sedang diambang-ambang. Jika salah sedikit maka tidak ada pilihan lain " ucap Richard menasehati.


" Sekarang tinggal Nico yang belum datang, apa dia tertidur juga?! " tanya Zoya sambil celingak-celinguk.


Tidak beberapa lama, akhirnya Nico ikut bergabung dengan rekan-rekannya dengan wajah yang terlihat sangat merah.


" Maaf membuat kalian menunggu, beri saja aku hukuman " ucap Nico. Semua rekan-rekannya hanya bingung dengan perkataan Nico


" Eii.. eii.. apa yang kau katakan. Kemarilah dan makan bersama " ucap Mark saat semuanya hanya diam.


" Nico apa kau sakit? " tanya Berly.


" Tidak, kenapa emangnya? " tanya Nico.


" Wajahmu sangat merah, kau yakin baik-baik saja? " tanya Wendy.


" Ouhh, aku habis berolahraga " ucap Nico santai.


" Yasudah, sekarang ayo makan sebelum makanannya benar-benar dingin " ucap Hitomi, lalu mereka semua makan dengan teratur.


......................


Selesai makan malam bersama, mereka segera bersiap-siap untuk rapat dengan Kolonel Cha. Sambungan terhubung.


" Malam Kapten " sapa semua anggota tim Phonix.


" Hm, malam. Apa semuanya sudah berkumpul? "


" Siap sudah Kapten "

__ADS_1


" Baiklah, aku mempunyai beberapa informasi untuk kalian. Yang pertama saat kalian beraksi besok, tolong jangan mencari informasi secara terburu-buru, karna itu akan membuat si pembunuh mengetahui identitas kalian.


Yang kedua, jangan pernah menanyakan murid-murid disana tentang kasus apa saja yang terjadi disana, karna si pembunuh mempunyai mata-mata yang menyamar sebagai murid disana.


Dan yang ketiga, jangan pernah menunjukan keahlian kalian kepada siapapun. Disana terlalu banyak jebakan, kalian mengerti? " tanya Kolonel Cha setelah menjelaskan beberapa informasi.


" Siap, paham Kapten " ucap semua anggota Phonix.


" Baiklah, hanya itu informasi dariku. Apa ada yang ingin ditanyakan? "


" Hmm.. Kapten, kami ingin bertanya hal yang diluar misi ini " ucap Zee sedikit ragu.


" Jika bukan tentang misi ini, maka tidak perlu dibahas " ucap Kolonel Cha.


" Baik Kapten " ucap Zee.


" Apa ada lagi? " tanya Kolonel Cha.


" Apakah ada orang lain yang bergabung dalam misi ini Kapten?! " tanya Nico.


" Tergantung, jika kalian membutuhkan bantuan, maka kami akan mengirimkan beberapa anggota " jawab Kolonel Cha.


" Bagaimana cara kami bisa mengenali mereka Kapten? Eee..maksud ku, bagaimana cara kami meyakini bahwa orang itu adalah orang kiriman mu " tanya Wendy.


" Pertanyaan yang bagus. Kalian ingat dengan kalung emas yang kalian lihat diruangan Luxurious?! " tanya Kapten Cha.


" Siap ingat Kapten " ucap semua anggota.


" Ini adalah kunci jawabannya, setiap orang yang ku kirim untuk kalian, akan membawa kalung emas itu. Dan cara meyakinkan bahwa kalung itu memang dari ku adalah, memiliki kode 12.2.12 " ucap Kolonel Cha.


" Siap Kapten "


" Ouh, untukmu Nico, ada paket khusus yang aku kirimkan. Tolong kamu simpan itu baik-baik "


" Siap Kapten " ucap Nico.


" Baiklah, sekarang pergi istirahat dan bersiap untuk besok "


" Siap Kapten " lalu kemudian sambungan terputus, dan semua anggota juga langsung pergi ke kamar masing-masing yang memang bersebelahan semua.


Sebelum Mark masuk ke kamarnya, Lily memanggil Mark. " Mark, sebentar.. " ucap Lily.


" Ouh, ada apa?! " tanya Mark.


" Ini ambilah, oleskan pada bagian tubuhmu yang sakit " ucap Lily.

__ADS_1


" Cihh.. pas sekali aku memang membutuhkan ini " ucap Mark terkekeh. " Terimakasih " ucap Mark, lalu diangguki oleh Lily.


" Aku akan kekamar ku " ucap Lily lalu kemudian pergi. Lagi-lagi Mark hanya terkekeh melihat tingkah lucu Lily.


__ADS_2