Phonix

Phonix
Bab 17


__ADS_3

Di Kelas XII IPA 2


" Baiklah anak-anak, sebelum kita memulai pelajaran hari ini, saya akan memperkenalkan murid baru kepada kalian semua. Yang diluar masuklah " ucap guru tadi mempersilahkan, kemudian masuklah Zoya dan Wendy.


" Perkenalkan diri kalian " ucap guru itu.


" Baiklah buk. Hai semuanya perkenalkan namaku Lee Chan Mi, senang bertemu dengan kalian semua " ucap Wendy ramah.


" Tolong jangan tersenyum Nona Lee , hatiku langsung meleleh " gombal seorang siswa dengan ekspresi genitnya.


" Dasar pria genitt uuuu.. " sorak semua siswa.


" Tutup mulut mu Jovan " ucap seorang siswa dengan ekspresi marahnya. Dari ekspresi itu Wendy dan Zoya bisa memastikan bahwa wanita itu adalah kekasih pria yang menggoda Wendy tadi.


" Diamlah semuanya " ucap guru tadi, lalu semuanya kembali diam.


" Hai, kenalkan namaku Lee Chang Mi, aku adik dari Lee Chan Mi " ucap Zoya dengan senyum manisnya.


" Wahh, walaupun riasanmu terlalu menor, tapi kau mempunyai senyum yang sangat manis " puji teman pria yang bernama Jovan tadi.


" Ya, jangan berulah, dasar genit! " ucap wanita yang disamping pria tadi pelan.


" Terimakasih pujian mu, kau juga terlihat tampan " ucap Zoya ramah.


" Baiklah sekarang kalian boleh duduk ditempat yang kosong " ucap guru itu mempersilahkan, lalu segera memulai pelajaran.


" Apa ada yang janggal? " tanya Zoya sambil berbisik pada Wendy, karna mereka duduk semeja.


" Tidak, sekolah ini seperti sekolah pada umumnya " ucap Wendy juga berbisik, lalu Zoya hanya mengangguk-angguk.


......................


Setelah beberapa jam pelajaran, akhirnya bel istirahat berbunyi dan para siswa langsung keluar dari kelas mereka masing-masing.


" Aahh.. akhirnya jam istirahat, sungguh aku sangat lelah mendengarkan guru itu " ucap Zoya sambil meregangkan otot-ototnya. Karna Zoya duduk di dekat jendela, ia tidak sengaja melihat kearah raftoop dan melihat seseorang sedang berdiri dengan menggunakan topeng kelinci. Zoya yang melihat itu hanya terkekeh gemas.


" Ya, apa yang kau tertawakan? " tanya Wendy bingung.


" Lihat, topengnya sangat lucu " ucap Zoya masih melihat kearah raftoop.


" Hah, topeng? topeng apa?! " tanya Wendy melihat kearah yang dilihat oleh Zoya.


" Lihat, dia menggunakan topeng kelinci, sangat menggemaskan " ucap Zoya, lalu Wendy juga ikut terkekeh melihatnya.


" Yasudah, ayo kita ke kantin, lihat semua orang telah pergi " ucap Wendy lalu diangguki oleh Zoya.


......................

__ADS_1


Di kantin Sekolah.


" Chang Mi, Chan Mi " panggil Hitomi saat melihat Zoya dan Wendy.


" Haiss.. aku benci dengan nama itu " gumam Zoya kesal.


" Sudahlah, ayo fokus jangan merengek sekarang " ucap Wendy menarik Zoya untuk segera bergabung dengan yang lainnya.


Saat Wendy dan Zoya sudah bergabung dengan mereka, tiba-tiba Zee melihat seseorang yang familiar yang sedang berjalan disamping mereka. Dan ya, orang itu adalah gadis yang mereka selamatkan dibandara waktu itu.


" Oh, kau? " ucap Zee kaget.


" Saya? " tanya gadis itu menunjuk dirinya. " Apa kau mengenaliku?! atau kita pernah bertemu? " tanya gadis itu bingung.


" Ahh.. maaf, sepertinya teman ku sedang sakit jadi omongannya sedikit melantur " ucap Archen dengan senyum kecilnya.


" Ouh baiklah.. " ucap gadis itu lalu kemudian pergi.


Setelah kepergian gadis itu, semua anggota menatap tajam kearah Zee. Zee yang mendapatkan tatapan itu tentu saja langsung tertegun.


" Ya! kau hampir membuat kita semua dalam bahaya! " ucap Lily marah.


" M-maaf.. " ucap Zee.


" Kenapa tidak sekalian kau memberitahunya hah?! " ucap Mark ingin memukul kepala Zee.


" Cih, dasar b*doh! " ucap Zoya sinis.


" Pulang nanti jalankan hukuman mu Zee, push up 20 kali " ucap Nico dingin dengan tatapan datarnya.


" Baiklah.. sekali lagi maafkan aku " ucap Zee menyesal dan tidak enak hati.


" Sudahlah, sepertinya dia tidak menyadarinya " ucap Archen melihat gadis itu dari kejauhan.


" Apa sudah ada tanda-tanda? " tanya Richard dengan nada yang sangat pelan.


" Sejauh ini belum ada " ucap Berly sambil makan.


" Aku rasa memang tidak ada apa-apa disini " ucap Hitomi pelan.


" Tidak mungkin, jika tidak ada apa-apa untuk apa kita dikerahkan kesini. Kau tau bukan misi yang kita kerjakan hanyalah misi penting " ucap Nico menjelaskan.


" Carilah teman disekolah ini, mungkin saja diantara mereka ada yang ingin memberikan beberapa informasi kepada kita " ucap Nico memberikan ide.


" Benar juga, dengan begitu misi kita akan lebih mudah! " ucap Zoya semangat.


" Sudah.. Makanlah sekarang juga, setelah itu lalukan yang seharusnya " ucap Wendy lalu mereka kembali makan.

__ADS_1


Setelah beberapa menit, akhirnya mereka semua selesai makan. " Jam pelajaran akan dimulai sebentar lagi, jangan lupa dengan ide Nico tadi " ucap Richard lalu diangguki oleh semua anggota.


" Baiklah, kalau begitu aku akan ke kelas ku dulu " ucap Mark lalu pergi dengan Berly dan Archen.


" Kami juga kembali, byee.. " ucap Lily dan Hitomi lalu diangguki oleh yang lain.


" Ya!! tunggu aku " ucap Zee mengejar Lily dan Hitomi.


" Ayo, kita juga harus kembali " ucap Wendy, lalu mereka semua pergi ke kelas masing-masing.


......................


Di kelas XII IPS 2


" Bagaimana bisa aku tidak memikirkan ide Nico tadi ya?! " gumam Zee sambil mengelus-elus dagunya.


" Itu karna yang kau tau hanya makan " ucap Lily meledek.


" Enak saja, walaupun aku suka makan tapi aku pintar ya " ucap Zee sinis.


" Sekarang ayo berfikir siapa yang akan kita ajak berteman " ucap Hitomi pelan.


" Kita cari anak yang paling heboh disekolah ini, atau bisa juga anak yang paling aktif. Contohnya dia " saran Zee menunjuk salah satu siswa.


" Kenapa kau memilih anak itu? " tanya Lily.


" Lihat, dia sangat friendly dengan semua orang. Sepertinya dia juga terbuka " ucap Zee.


" Hmm... aku setuju, bagaimana dengan mu Ly? " tanya Hitomi.


" Not bad, siapa yang akan mendekatinya? " tanya Lily. Seketika Lily dan Hitomi melihat kearah Zee.


" Hahahhahaha... tidak akan! " ucap Zee berubah ekpresi.


" Ayolah, kau sepertinya satu frekuensi dengannya " ucap Hitomi.


" Tapi apa yang akan aku katakan?! " ucap Zee mencari alasan.


" Ayolah Zee, kau tidak sebodoh itu " ucap Lily geleng-geleng.


" Kalian saja, kaliankan sama-sama wanita " ucap Zee memainkan ponselnya.


" Aku akan menelfon Nico " ucap Hitomi mengambil hp, Zee yang mendengarkan nama Nico seketika meletakkan ponselnya dan kemudian berdiri.


" Hahahahah... kau sangat lucu " ucap Hitomi dan Lily terkekeh.


" Terus saja mengancamku seperti itu, suatu saat aku akan membalas kalian " ucap Zee dengan wajah kesalnya yang membuat dua gadis itu semakin tertawa puas.

__ADS_1


" Cih, kalau bukan karna hukuman aku tidak akan mau, bisa-bisa dari 20 jadi 50 kali push up " gumam Zee dalam hati.


__ADS_2