Phonix

Phonix
Bab 18


__ADS_3

2 hari kemudian..


Saat pergantian jam pelajaran matematika ke olahraga, Berly langsung menghampiri Mark dan Archen ke meja mereka. " Siapa yang akan kita dekati? " tanya pelan, saat dia sudah berada didepan Mark dan Archen.


" Kau ingin siapa yang kami dekati? " tanya Mark sambil bersandar di kursinya.


" Hmm.. bagaimana kalau dia " ucap Berly menunjuk salah satu siswa dengan dagunya.


" Haiiss.. kenapa harus dia, kau tau sendiri dia sangat pendiam, akan sangat sulit menggali informasi darinya " ucap Archen mengeluh.


" Justru karna dia pendiamlah aku memilihnya, " ucap Berly yakin.


" Apa yang membuatmu begitu yakin? " tanya Mark ingin tau.


" Kata ibu ku orang yang pendiam itu memiliki 1000 rahasia " ucap Berly sambil melihat siswa incaran mereka keluar dari kelas.


" Baiklah, sesuai permintaan mu Nona muda " ucap Mark setuju dengan usulan Berly.


" Bagaimana dengan mu? " tanya Berly pada Archen.


" Haiss.. yasudah aku ikut saja " ucap Archen pasrah.


" Okee.. " saut Berly senang.


" Baiklah, ayo segera ganti pakaian kalian " ucap Mark lalu beranjak dari tempat duduknya.


" Huhh... kenapa aku harus sekolah, ini sangat melelahkan " ucap Archen malas.


" Berhentilah mengeluh, kau seperti b*bi malas sekali " ucap Mark sambil merangkul Archen.


" Ayoo bergerakk.. " ucap Berly bersenandung.


......................


Saat sudah berkumpul dilapangan, Mark dan Archen sengaja berbaris disisi kanan dan kiri siswa incaran mereka tadi agar mereka lwbih mudah akrab.


" Haiii " sapa Archen pada siswa itu, lalu hanya disambut senyum tipis oleh siswa itu.


" Cih, tidak ada respon sama sekali " gumam Archen dalam hatinya.


" Baiklah, sebelum kalian olahraga mari kita pemanasan terlebih dahulu. Park Do Jun, kau sebagai ketua kelas, pimpinlah pemanasan terlebih dahulu, aku akan mengambil properti untuk olahraga " ucap guru olahraga pada siswa incaran Mark dan Archen tadi.


" Wahh.. dia ketua kelas?! " ucap Archen tidak percaya.


" Eoh? kau tidak tau?! " ucap Mark santai, lalu dijawab gelengan oleh Archen.


" Ada apa? " tanya Berly yang berada dibelakang Mark.


" Sepertinya aku punya ide bagus.. " ucap Archen lirih.

__ADS_1


" Beritau " ucap Berly penasaran.


" Nanti saja, sekarang ikuti saja dia " ucap Mark, lalu mereka mengikuti pelajaran dengan serius, kecuali Archen. Dia memang hobi bermalas-malasan kalau tentang sekolah, tapi anehnya dia pintar dan jenius.


......................


Jam istirahat, Mark, Berly, dan Archen segera mengganti pakaian mereka dan berkumpul dikantin bersama yang lain.


" Choi Uri!! " panggil Zoya pada Berly.


" Ahh, mereka disana " ucap Berly mengajak Mark dan Archen untuk pergi kearah Zoya.


" Wahh sudah ada makanan " ucap Archen langsung duduk dan mengambil makanan.


" Ya! itu punya ku " ucap Zee langsung memukul tangan Archen dan mengambil makanannya.


" Akhh, itu sakit Zee " rintih Archen sambil mengelus tangannya.


" Ya! " ucap semua anggota phonix saat mendengar Archen memanggil nama asli Zee.


" A-anu.. m-maksudku, Kim..Kim Ozi" ucap Archen sadar akan kesalahannya.


" Berhati-hatilah dalam berbicara Jung Hee, kau bisa merusak segalanya " ucap Richard sambil berbisik.


" Jika semuanya hancur, kau... gghhhrss " ucap Zoya sambil memperagakan orang memengg*l kepala.


" Sudahlah, ayo makan. Dan kau Jung Hee, push up 20 kali " ucap Nico dingin.


" Hah?! "


" Itu hukuman " sambung Richard.


" Huhh.. baiklah " ucap Archen pasrah, Zee yang melihat wajah tertekan Archen hanya tertawa puas.


......................


Setelah selesai makan, Nico mengajak semua anggota Phonix untuk ke taman belakang sekolah mereka.


" Bagaimana misi kalian? " tanya Nico saat semuanya sudah berkumpul di taman belakang.


" Kami sudah mendapatkan target " ucap Lily.


" Kami juga sudah " ucap Wendy.


" Kalian? " tanya Nico pada Berly, Mark, dan Archen.


" Kami juga sudah " ucap Mark.


" Kalian sendiri bagaimana? " tanya Wendy pada Nico dan Richard. Tapi yang ditanya malah saling tatapan dan menghela nafas.

__ADS_1


" Ada apa? " tanya Lily bingung.


" Dikelas itu tidak ada yang berteman, mereka semua saling bersaing dalam hal apapun " ucap Richard.


" Cih, ego mereka sangat tinggi " ucap Zee geleng-geleng kepala.


" Aku juga tidak tau apa yang membuat mereka seperti itu, tapi mereka memang bersaing seperti itu, mereka seakan-akan tidak membutuhkan orang lain " ucap Richard menjelaskan.


" Lalu apa rencana kalian? " tanya Hitomi.


" Untuk sekarang kalian teruskan misi kalian, kami berdua akan mencari jalan lain untuk mencari informasi " ucap Nico lalu diangguki oleh yang lainnya.


Saat mereka masih asik berunding dan menjelaskan misi masing-masing, tiba-tiba ada yang memanggil Zee dari belakang.


" Kim Ozii!! " pekik seorang wanita dari kejauhan.


" Siapa itu? " tanya Zoya pada Zee.


" Itu target kami " ucap Hitomi memberitahu.


" Cih, dasar genit, tidak bisakah kau mencari yang benar-benar bisa diajak kerja sama! " ucap Zoya ketus.


" Ya, jangan menyalahkan ku, kau tanyakan pada Nona-nona Muda ini " tunjuk Zee pada Hitomi dan Lily, tapi yang ditunjuk hanya terkekeh.


" Ya!! Kim Ozii.. " panggil siswa itu lagi.


" Pergilah, kekasih mu sudah menunggu " goda Archen pada Zee.


" Kekasih?! sepertinya tidak terlalu buruk " ucap Zee terkekeh. " Yasudah aku duluan, Aku datang.. " ucap Zee lalu menghampiri siswa itu.


" Aku merinding " cetus Zoya sinis.


" Ya, kenapa ekspresi mu seperti itu hah?! " ucap Lily menertawakan Zoya.


" Kau cemburu?! " goda Hitomi ikut terkekeh.


" Aku?! Cemburu padanya? ishhh sangat tidak mungkin " ucap Zoya lalu langsung pergi, semua anggota Phonix yang tinggal dibuat terkekeh dengan tingkah Zoya.


" Jangan tertawa, aku mendengarnya! " ucap Zoya makin sinis.


" Si*lan! kenapa reaksi ku seperti ini " umpat Zoya dalam hatinya malu.


" Kau yakin ingin pergi sendiri? " tanya Wendy.


" Kalau kau masih menganggap ku saudara pasti kau sudah tau jawabannya " ucap Zoya masih melanjutkan langkahnya.


" Hahahhaa.. baiklah, aku datang " ucap Wendy berlari menghampiri Zoya.


" Baiklah, kembalilah ke kelas masing-masing, nanti pulang sekolah kita akan rapat dengan Kapten Cha " ucap Nico memberitahu, lalu diangguki oleh anggota lainnya. Setelah itu mereka bubar dan melanjutkan misi masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2