
Di apartement.
Setelah makan malam bersama, kini semua anggota Phonix sedang mengadakan rapat dengan Kapten Cha. Namun kali ini berbeda, jika biasanya mereka hanya rapat dengan Kapten Cha, kini mereka rapat juga dihadiri oleh Jendral Nam.
" Apa semuanya sudah berkumpul? " tanya Jendral Nam.
" Siap, sudah Jendral " ucap tim Phonix serentak.
" Siapa ketua dari tim Phonix? "
" Siap, saya Jendral " ucap Nico tegas.
" Hahahha.. releks lah, saat ini kita sedang rapat bukan dilapangan, jadi tidak perlu terlalu formal " ucap Jendral Nam terkekeh bangga.
" Baik, terimakasih Jendral " ucap Nico menurunkan nada bicaranya namun tetap tegap.
" Baiklah, Nico.. kau ketua tim Lion bukan? "
" Benar Jendral " ucap Nico.
" Saat ini kau mengambil peran penting dari 2 tim, apa ada keluhan? " tanya Jendral Nam.
Ditanya seperti itu Nico jadi terdiam, ingin rasanya dia mengatakan yang sebenarnya, tapi dia tidak ingin mengecewakan Jendral Nam dan Kapten Cha yang sudah mempercayakan tugas ini untuknya.
Para anggota Phonix juga ikut penasaran dengan jawaban Nico. Menurut mereka menjadi ketua di 2 kelompok tidaklah terlalu sulit, toh ketua tugasnya cuman memerintah.
" Siap, tidak Jendral " ucap Nico mantap.
" Cih, sangat tangguh " ucap Jendral Nam kembali terkekeh.
" Baiklah, selama beberapa hari menjalankan misi, laporan apa yang bisa kau serahkan saat ini? " tanya Jendral Nam.
" Kami telah menjalankan misi pertama kami Jendral, namun untuk hasil yang kami dapatkan mungkin masih 20% " ucap Nico menjelaskan.
" Apa misi kalian? " tanya Kapten Cha.
" Kami sedang mencari informasi tentang sekolah ini dari murid-murid disini Kapten " jawab Richard.
" Lalu, apa ada tanda-tanda yang menurut kalian mencurigakan atau aneh? " tanya Kapten Cha.
" Untuk saat ini belum ada Kapten, kami akan terus mencari informasi " ucap Richard.
__ADS_1
" Baiklah, sebelum rapat ini berakhir apa ada yang ingin kalian sampaikan? " tanya Jendral Nam.
" Hm, bolehkah saya menyampaikan keluhan Jendral? " tanya Hitomi.
" Kau berasal dari tim mana? " tanya Jendral Nam.
" Siap, tim Bravo Jendral " ucap Hitomi.
" Hm... setauku tim Bravo selalu semangat jika menjalani misi, tapi tidak apa. Keluhan apa yang ingin kau sampaikan? " tanya Jendral Nam pada Hitomi.
" Apa dia masih takut dengan Pejabat Kim? Tapi sejak kejadian kemarin dia sudah terlihat baik-baik saja " gumam Zoya dalam hatinya.
" Jangan bilang dia ingin pulang lagi " gumam Zee dalam hatinya.
" Bisakah kami pindah apartement Jendral? Karna jarak dari apartement sekarang ke sekolah benar-benar jauh Jendral " ucap Hitomi, Zoya dan Zee yang mendengar pertanyaan itu menjadi lega.
" Tentu saja, kalian diberi kebebasan untuk menyelesaikan misi ini. Namun ingat, jangan ceroboh " ucap Jendral Nam.
" Siap Jendral " ucap Hitomi senang.
" Baiklah, jika sudah tidak ada lagi kita akhiri untuk rapat hari ini " ucap Kapten Cha.
" Malam Jendral, malam Kapten " ucap semua anggota Phonix sambil memberi hormat.
" Hei ayolah, aku tidak bersalah! " ucap Archen malas.
" Kami tidak menyalahkan mu Archen, tapi cobalah berbaikan dengannya " ucap Lily.
" Kenapa tidak kau saja " ucap Archen.
" Dia tidak ingin berbicara dengan kami " ucap Berly. " Aku rasa Mark masih marah jadi hanya akan berbicara dengan mu, karna masalah ini tentang kalian berdua " sambungnya.
" Haiss.. " dengan terpaksa Archen pergi membujuk Mark.
......................
Di depan kamar Mark.
Sebelum mengetuk pintu kamar itu, Archen melepaskan kekesalannya terlebih dahulu dengan cara bertarung dengan angin. Setelah rasanya cukup, barulah dia mengetuk pintu kamar Mark.
Tok tok tok..
__ADS_1
Karna mendengar ketukan, jadi Mark membuka pintunya, saat dibuka ternyata itu adalah Archen. Dengan malas Mark kembali menutup pintunya, tapi Archen langsung menahan pintu itu.
" Apa yang kau lakukan?! " ucap Mark kesal.
" Anggota lain memanggil mu " ucap Archen bohong.
" Aku malas, pergilah! " ucap Mark kembali ingin menutup pintunya.
" Aku minta maaf! " ucap Archen, Mark yang tadinya ingin menutup pintu langsung mengurungkan niatnya. " Aku minta maaf karna sikap ku yang tidak penyabar, dan akhirnya membuat misi kita gagal " ucap Archen mengakui kesalahannya.
" Maaf mu sudah tidak berguna " ucap Mark dingin.
" Kau tau sendiri bagaimana sifat ku, aku tidak sengaja, jadi aku mohon maafkan aku " ucap Archen memberi pengertian.
" Tapi tidak bisakah kau menahan sifat konyol mu itu untuk sementara?! tidak semua hal bisa diselesaikan dengan terburu-buru Archen! " ucap Mark emosi.
" Aku tau! makanya aku minta maaf, dan kau tidak perlu cemas karna aku juga akan bertanggung jawab " ucap Archen mulai terpancing emosi, lalu kemudian pergi.
......................
Archen kembali keruang tengah dan bergabung dengan yang lainnya, namun dia kembali dengan wajah masam dicampur kesal. Anggota lain yang melihat itu jadi bingung, tadi Mark lah yang terlihat kesal, sekarang malah Archen yang terlihat kesal.
" Apa masalahnya makin buruk? " bisik Zoya.
" Inilah yang terjadi jika di dalam tim tidak kompak " ucap Richard sambil membaca buku.
" Apa yang terjadi? " tanya Nico dingin.
" Aku sudah mengikuti keinginan kalian, tapi tidak tau dengan dia " ucap Archen malas.
" Kita lihat saja besok, sekarang pergilah ke kamar masing-masing " ucap Nico beranjak dari duduknya.
" Kalian duluan saja, aku masih ingin disini " ucap Archen sambil memainkan ponselnya.
Lalu semua anggota pergi ke kamar masing-masing, sebelum ke kamarnya Hitomi pergi ke dapur terlebih dahulu dan membuatkan minuman untuk Archen.
" Ini minumlah, jangan terlalu emosi karna segala sesuatu yang diatasi dengan emosi tidak akan pernah selesai " ucap Hitomi lembut.
" Aku dari tim Bravo meminta maaf jika Mark punya kesalahan " sambung Hitomi.
" Hah? A-anu.. kau tidak perlu seperti itu " ucap Archen canggung.
__ADS_1
" Hahahh.. minumlah, aku akan ke kamar ku " ucap Hitomi terkekeh.
" Hm, terimakasih " ucap Archen. Setelah itu Hitomi pergi ke kamarnya.