Phonix

Phonix
Bab 4


__ADS_3

Setelah diruangannya, Jendral Nam langsung mengecek penilaian semua anggota dari tim Tiger, Wolf, dan Lion.


" Duduklah Kolonel Cha " ucap Jendral Nam mempersilahkan.


" Siap terimakasih Jendral " ucap Kolonel Cha lalu kemudian duduk.


" Ada apa Jendral? tumben sekali anda langsung turun kelapangan " tanya Kolonel Cha.


" Kita mempunyai misi penting Kolonel Cha, karna misi ini terlalu berbahaya maka aku memerlukan para Agen Rahasia yang sangat handal agar tidak ada korban dari misi ini " ucap Jendral Nam menjelaskan.


" Misi? kenapa kita tidak mendapatkan surat persetujuan dari Pemerintah Jendral? " tanya Kolonel Cha bingung.


" Misi ini memang tidak diketahui oleh Pemerintah, karna kasus ini sangat tertutup " ucap Jendral Nam mantap.


" Apa?!! b-bagaimana bisa Jendral? " ucap Kolonel Cha terkejut bukan main.


" Jendral, itu melanggar peraturan! " ucap Kolonel Cha tidak setuju.


" Ini memang melanggar aturan Kolonel Cha, tapi aku sudah tidak punya pilihan lain "


" T-tapi jika Pemerintah tau, maka akibatnya sangat fatal Jendral! " ucap Kolonel Cha masih syok.


" Maka dari itu aku butuh anggota yang handal "


" Wahhh.. Jendral, i-itu.. ahh astaga, ini sungguh diluar nalar " ucap Kolonel Cha kepalang takut.


" Kolonel Cha! " panggil Jendral Nam tegas.


" Siap, Jendral! " ucap Kolonel Cha langsung berdiri tegap.


" Yakinlah "


" T-tapi Jendral-- "


" Ini perintah Kolonel Cha! "


" Siap, Jendral " ucap Kolonel Cha pasrah.


Sungguh hatinya sangat berdebar-debar saat ini, karna ini merupakan pertama kalinya dia melanggar aturan dan itupun sangat fatal.


" Ini demi masyarakat Kolonel Cha " ucap Jendral Nam menatap Kolonel Cha lekat.


" Tapi kenapa langsung Agen Rahasia Negara Jendral? bukankah itu lagi-lagi melanggar aturan? " ucap Kolonel Cha.

__ADS_1


" Bagaimana dengan anggota Kopassus, Jendral? mereka hanya beda tipis dengan Agen Rahasia Negara " tanya Kolonel Cha


" Tidak bisa Kolonel Cha, tim Kopassus dari Kota Busan sebelumnya sudah diluncurkan, namun naasnya mereka semua gugur dalam misi ini " ucap Jendral Nam menjelaskan.


" Apakah ini masalah politik Jendral? " tanya Kolonel Cha ingin tau lebih dalam.


" Tidak, ini masalah pembunuh berantai yang sudah sangat merajalela " ucap Jendral Nam.


" Para pasukan elit lainnya juga sudah pernah melakukan misi ini, namun sayang mereka semua malah kehilangan nyawanya " jelas Jendral Nam.


" Apa sebahaya itu Jendral? "


"Seperti yang kau dengar tadi Kolonel Cha "


" Apakah ini semua penilaian mereka secara individu? " tanya Jendral Nam kembali fokus pada kertas penilaian anggota Tiger, Wolf, dan Lion.


" Benar Jendral, "


" Coba kau jelaskan "


" Setiap kelompok mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Seperti tim Tiger, mereka cepat tanggap namun ceroboh, sedangkan tim Wolf mereka teliti namun kurang cepat, serta tim Lion mereka cepat, teliti, namun kurang kompak " ucap Kolonel Cha menjelaskan.


" Kau yakin dengan penilaian mu? "


" Terus suruh mereka berlatih hingga tidak ada lagi kekurangan "


" Siap, Jendral "


" Kau boleh keluar " ucap Jendral Nam.


Lalu Kolonel Cha memberikan hormat nya dan kemudian pergi.


" Huhff.. kalau seperti ini tidak ada diantara mereka yang bisa menjalankan misi ini " ucap Jendral Nam sambil berfikir mencari yang terbaik.


" Sepertinya aku harus membentuk kelompok baru " gumam Jendral Nam.


......................


Dilapangan.


" Huhh... huhh.. akhirnya selesai juga " ucap salah satu anggota dari tim Bravo.


" Ini semua gara-gara kalian! " ucap anggota lain sambil menunjuk temannya.

__ADS_1


" Apa maksudmu menyalahkan kami Bram?! " ucap anggota yang ditunjuk Bram tadi.


" Apa maksudku? kalian tidak menyadari kesalahan kalian hah?! " ucap Bram meninggikan suaranya.


" Sudahlah, kenapa kalian harus berdebat hah?! " ucap Ketua kelompok Bravo.


" Cera, Tania, Bram berhentilah berdebat! " tegur Ketua kelompok Bravo.


" Dasar menyebalkan! " ucap Cera lalu kemudian pergi dan disusul oleh Tania dan anggota Bravo lainnya.


" Saran ku, kau keluarkan saja mereka dari Bravo Vin " ucap Bram kepada Ketua Bravo yang bernama Kevin.


" Kita tidak bisa seperti itu Bram, ayolah kompak! jika terus seperti ini maka kelompok kita akan menjadi Agen Rahasia terlemah " ucap Kevin pada Bram.


" Jika misi kita terus-terusan gagal cuma gara-gara Tania dan Cera, lebih baik mereka dikeluarkan Vin! " ucap Bram kesal lalu kemudian pergi.


" Bram, dengarkan dulu!! " pekik Kevin, tapi Bram menghiraukan nya.


" Apa kau butuh bantuan? " tanya seseorang pada Kevin.


" Cih, tidak perlu berbasa-basi, kau ingin meledek kelompok ku kan! " ucap Kevin sinis.


" Kapan aku meledek kelompok mu?! " ucap orang itu santai.


" Menyebalkan! " ucap Kevin lalu kemudian pergi.


" Archen!! " panggil seseorang pada orang yang menghampiri Kecin tadi.


" Ada apa Zee? " tanya Archen pada orang yang memanggilnya tadi.


" Tidak ada, aku hanya ingin mengajakmu ke kantin " ucap Zee sambil cengengesan.


" Cih kau ini, ayok " ucap Archen lalu mereka berdua segera pergi ke kantin gedung itu.


...———————––—————————...


...———————––—————————...


...Haii semuanya.. author baru bikin ig nih namanya : novel.zee...


...bantu follow yahh... 😊💙...


...Jangan lupa di like, komen, subscribe dan vote sebanyak-banyaknya yaa... byeeee💙💙...

__ADS_1


__ADS_2