Pilihan Hati Rara

Pilihan Hati Rara
Bab 25


__ADS_3

"Menyimpan Rara di pesantren memang keputusan yang tepat, apalagi di sana yang mengajarinya adalah mertua dan suaminya sendiri. Yang sabar ya Al, nenek janji setelah Rara berubah dengan sempurna nenek akan memberi tau dia yang sebenarnya.


"Nekk, ngomong sama siapa? Ayo sini masuk" panggil Rara yang mungkin sudah selesai bertadarus.


"Ah, tadi nenek gak sengaja liat kamu ngaji nenek gak mau ganggu kamu jadi nenek diem aja di luar" jawab nek Rina.


"Heheh jadi malu Rara"


"Alhamdulillah kamu banyak berubah sekarang" ucap nek Rina mengecup kening Rara.


"Do'ain ya nek"


"Pasti sayang" sahut nek Rina, "Ini nenek bawain kamu susu hangat, di minun ya.


"Makasih nek."


"Iya, nenek ke kamar dulu ya" Rara mengangguk sebagai jawaban.


Setelah nek Rina pergi, Rara buru-buru mengambil gelas susu yang di bawa nek Rina untuknya, Rarapun menghabiskannya dengan sekali tegukan, "Enak banget, udah lama gak minum buatan nenek.


Rara melihat jam dinding yang ada di kamarnya, "Masih jam delapanan, gue chat Rani aja kali ya buat temenin gue beli baju.


WHATSAPP


Me Ra:


20.19 [Ran, lo free gak malam ini?]


Rani:


20.20 [Heh demi apa lu aktip wa]


Me Ra:


20.20 [Gue kan udah bilang kalo masalah gue selesai gue bakal pulang]


Rani:


20.20 [Oh oke, berarti masalah lu udah selesai ya?]


Me Ra:


20.21 [Ya iya, makanya gue pulang]

__ADS_1


Rani:


20.21 [Gila seneng banget gue akhirnya wa gue gak sepi lagi kalo ada lu wkwk]


20.21 [Btw gue free, mau ngapain emang?]


Me Ra:


20.22 [Anter gue beli baju dong]


Rani:


20.22 [Gasssssss]


"Aaaaa seneng banget gila gue bisa keluar malem sama lo lagi" teriak Rani histeris sambil memeluk Rara, saat ini mereka berdua sudah ada di salah satu mall yang sering mereka kunjungi.


"Iyaaa tapi lepas gue pengap" ucap Rara memcoba melepaskan tangan Rani yang melingkar di lehernya.


"Btw lo mau beli baju apaan?" tanya Rani.


"Baju SMA"


Rani mengerut bingung, "Lah, baju SMA lo masih pada bagus-bagus ngapain beli lagi anj*r"


"Hah? Lo mau pake hijab?"


Tanpa Ragu Rara mengangguk, "Iya, gue mau mulai berhijab, kelamaan di pesantren buat gue jadi risih buka hijab, risih ninggalin kegiatan harian di pesantren juga.


"Ah elah, ntar lo gak gaul lagi"


"Kata siapa, tenang aja, walaupun gue berhijab tapi kan yang berhijab juga outfitnya gak kalah keren sama yang gak berhijab"


"Bukan gitu, nanti gak asik lagi, ngomong di batas godain cowok juga bakalan berenti kayanya.


"Udah, ayo niat gak nih nemenin gue belanja.


"Assalamualaikum" ucap Rani mengucap salam di depan pintu rumah Rara, pagi-pagi sekali Rani sudah berada di rumah Rara saking antusiasnya ia berangkat sekolah bareng Rara lagi.


"Waalaikumussalam, eh nak Rani, ayo masuk dulu Raranya lagi siap-siap" jawab nek Rina sambil membukakan pintu.


"Hhe iya nek"


"Oh iya, nak Rani udah sarapan belum? ayo sarapan bareng sama kami" tawar nek Rina.

__ADS_1


Rani tersenyum, "Makasih nek sebelumnya tapi Rani udah sarapan kok tadi."


"Oalah ya sudah, tunggu ya.


Beberapa menit lamanya Rani menunggu Rara yang sedari tadi sedang bersiap-siap, akhirnya Rara keluar juga dari kamarnya.


"Gue udah siap" ucap Rara tersenyum hangat.


Rani dan nek Rina yang melihat Rara begitu tercengang, Rara dengan seragam sekolah yang serba panjang dan kerudungnya membuat ia bertambah lebih cantik, dan mungkin badannya agak sedikit membesar akibat baju yang ia pakai tak sesuai dengan bentuk tubuhnya, alias sedikit kebesaran.


"Mas syaa Allah, ini kamu nak?"


"He nenek" Rara terlihat canggung dan menggaruk kepalanya yang terbalut hijab, "Jangan liatin aku kaya gitu dong, malu.


"Ngapain malu, nenek malah kagum dengan penampilan baru kamu. Ini seriusan kamu?" tanya nek Rina yang masih tak percaya, sambil membolak-balikkan badan cucunya.


"Iya aku lah, masa bukan.


"Cantik sekali kamu."


"Ah nenek, jadi maloe aku" ucap Rara sambil di alay² in.


"Dihh" kata Rani.


"Aneh banget gak sih Ran, kenapa semua orang liatin gue" ucap Rara sambil sedikit bersembunyi di belakang Rani.


"Aneh kali, mereka liat lo pake hijab.


"Ya masa harus banget gitu liatin gue sampe segitunya, kan gue malu"


"Udah ah, pede aja kali, mungkin semua orang liat lo bukan aneh tapi cantik.


"Lah iya kalo mereka liat gw cantik ini mah kaya ngeliat gw orang aneh.


"Lo ngapain liatin temen gue segitunya hah?" Bentak Rani kepada salah satu siswi yang menatap Rara dengan tatapan yang tak biasa.


"Eh enggak kok" jawab siswi itu sambil mengalihkan pandangannya.


"Wihh apaan nih.


Rani dan Rara langsung membuang muka ketika melihat orang yang berbicara kepada mereka, "Mau ngapain lo.


"Temen lo yang seharusnya ngapain, mau caper ya sama pak Al , acara pake hijab segala.

__ADS_1


"Heh jamet, lo pikir dengan pake hijab kaya gitu tujuannya mau caper sama pak Al? Enggak ya bodoh" balas Rani tak terima, sedangkan Rara hanya diam tak merespon.


__ADS_2