Pindah Dimensi Sang Dewi Iblis

Pindah Dimensi Sang Dewi Iblis
eps 26


__ADS_3

setelah itu pun putra mahkota duduk di samping singga sana Kaisar.


" perkenalkan ini adalah putra ku Liang Rong dia adalab putra mahkota calon penerus tahta kekaisaran . dan aku menundang kalian di sini untuk mengumumkan perunangan putra mahkota dengan putri bungsu keluarga Shi , putri Zia Shi"ucap kaisar.


uhuk uhuk aku tersedak beberapa kali dan menatap kaisar lalu memperhatikan sekelilingku . saat mataku bertemu dengan Miao Fei lagi lagi aku mendapat aura pembunub itu


' apaan sih kakak ini' batin ku.


"putra ku silahkan kau berkenalan dulu dengan putri Zia bawa ia ke taman , ayah masih ada yang dibahas di sini" ucap kaisar.


lalu putra mahkota menghampiri Zia dan menaril tangan nya menuju taman samping istana .


disana terdapay danau yang dangat jernih dan bangku taman dibawah sebuah pohon besar dan rindang .


" Ayo " ucap putra mahkota datar dan membawa Zia duduk di bangku tepi danau.


" lepas aku bisa jalan sendiri" Zia menghempaskan tangan putra mahkota dan berjalan mendahului nya duduk di bangku itu.


putra putra mahkota pun ikut duduk berhadapan dengan Zia dan mulai bicara


"aku ingin bicara ten..." belum selesai Liang Rong bicara perkataan nya di potong oleh Zia


" aku tau kau suka dengan kakak ku , jadi aku rela kau mengajukan pembatalan pertunangan ini" ucap Zia dengan penuh ambisi dimata nya


putra mahkota yang melihat itu kesal bagai mana gadis didepan nya ini bisa berkata ia menyukai kakak nya banyak gadis yang berharap bisa menikah dengan nya tapi gadia ini malah menolak.


" kau berani menolak ku" ucap Liang Rong dengan menampil kan senyum evil.


itu membuat Zia merinding.

__ADS_1


"aku tau kau ingin membahas ini bukan?" tanya Zia yang masih menahan merinding nya.


putra mahkota mendekatkan wajah nya ke wajah Zia hingga hanya tersisa jarak 5 cm .


"pangeran anda terlalu dekat" ucap Zia yang gugup hingga berkata Formal.


"kau tunangan ku jadi aku bebas melakukan apa pun padamu dan aku putra mahkota kau tidak bisa membantah semua perintahku" ucap putra mahkota sambil mendekatkan mulutnya ke telingga Zia dan berbisik.


" bahkan jika aku meminta mu bunuh diri" bisik putra mahkota lalu menarik dirinya dan kembali ke bangkunya.


Gluuuk Susah payah Zia menelan saliva nya


' benarkan orang ini ingin membunuh ku' Fikir Zia


" aku hanya ini bicara tentang persyaratan menjadi tunangan ku"ucap


putra mahkota.


sebenarnya ada sebikit kesenangan dihati liang Rong melihat gadis didepan nya pasrah dengan perintah nya.


" untuk saat ini hanya tiga yang dapat aku buat sisa nya nanti akan aku buat lagi


kau tidak boleh membantah perintah ku"


"baiklah" ucap Zia santai sambil memain kan daun kering ditangan nya.


" dua kau tidak boleh selingkuh atau pun dekat dengan pria selain aku " ucap putra mahkota.


"heii kita bahkan belum menikah " Balas Zia langsung mengalih kan pandangan nya

__ADS_1


"kau keberatan" tanya Liang Rong


" aghhh tidak ! lanjutkan" balas Zia kesal dan memasang wajah malas nya .


" yang terakhir ini sangat penting " Liang Rong


" baik katakan" Zia


" Lebih penting dari yang lain " ucap Liang Rong membuat wajah misterius.


" iya cepat katakan" Zia mulai kesal sekaligus penasaran.


"tapi aku ragu kau menyetujui nya" Liang Rong memandang Zia dari atas sampai bawah sedang menilai kemampuan Zia.


" kau meremah kan ku aku bankan lebih kuat dari mu heh!" Zia menutar bola mata nya .


putra mahkota bangkit dari bangku nya dan duduk disamping Zia dan berbisik lagi ke telinga Zia.


" setelah menikah kau harus melahirkan banyak anak untuk ku" ucap Liang Rong mangalihkan pandangan ke arah dada Zia sambil tersenyum nakal kepada Zia.


sontak saja wajah Zia memerah dan langsung menutupi dada nya.


" dasar bocah mesummmm" teriak Zia lalu berlari kembali ke aula pertemuan.


" hahahahahh ternyata dia bisa malu wajahnya sampai seperti tomat hahah aku akan lebih sering menggodanya " Liang Rong tertawa terbahak bahak


sebenar nya Liang Rong dingin saat tidak kenal saja tapi sifat kekanak kanakan nya muncul saat di dekat orang tua nya dan orang yang di anggap nya teman .


Zia menggerutu di jalan mengutuki putra mahkota dengan perasan kesal bercampur malu .

__ADS_1


saat ditengan jalan menuju aula pertemuan tiba tiba saja ada yang mendorong nya dan


brughh...


__ADS_2