Pindah Dimensi Sang Dewi Iblis

Pindah Dimensi Sang Dewi Iblis
eps 30


__ADS_3

Slepp


Crassst


" akhhhh" pekik seseorang di balik selimut


Darah memercik mengenai pipi Gadis pelayan itu .


Prok...prok...prok....


Suara tepuk tangan terdengar di belakang gadis pelayan itu .


" aku tidak menyangka kau menusuk ibu mu sendiri" ucap Zia sambil tersenyum dan seketika lilin ruangan menyala karna Zia menggunakan sihir api nya menyebab kan ruangan itu menjadi terang


" ibu " ucap Gadis pelayan itu bingun dan membuka selimut yang tampak merah karna darah .


Sontak mata nya membelalak kaget karna melihat ibu nya yang memengang perut yang penuh darah .


" mohon ampun putri ...hiks...hikss." ucao Gadis pelayan itu berlutut dan mulai menangis.


Zia perjalan terus melewati Gadis pelayan itu meuju ibu pelayan tersebut dan

__ADS_1


Crlanggg


Zia menggunakan sihir cahayanya seketika luka di perut ibu pelayan itu pun menghilang .


Zia berbalik dan kemudian berjalan menuju Gadis pelayan yang sedang menangis dan tertunduk itu .


Zia meletakan tangan nya di bahu gadis pelayan itu dan menyuruh nya untuk berdiri.


di samping Zia tampak seorang laki laki paruh baya yang kurus dengan berbalut baju dari bahan sutra mahal telah di belikan Zia laki laki itu adalah ayah gedis pelayan itu .


" berdiri lah kak!! ayah dan ibu mu ada di sini apakah kau tidak ingin memeluk mereka " ucap Zia lembut .


" maaf kan ham..ba putri" ucap Gadis pelayan itu sesegukan .


" bukan salah tuan putri aku lah yang berniat menusuk tuan putri" jawab Gadis pelayan itu terbata bata .


" bagai mana tuan putri menemukan orang tua hamba?" tanya gadis pelayan itu yang sudah ada dalam pelukan orang tua nya .


" aku mengikuti laki laki yang berbicara dengan mu siang tadi " ucap Zia dengan menunjukan wajah datar .


" aku sudah tau semua nya kak , ini bukan salah mu , ini adalah salahku yang menjadi tunangan dari seorang putra mahkota " tambah Zua dengan agak malas saat menyebut bahwa dirinya adalah tunangan putra mahkota .

__ADS_1


" Tuan putri hamba sudah terlalu jahat pada anda , anda bisa bunuh hamba sekarang karna dengan melihat orang tua hamba sebelum tuan putri melenyapkan hamba , hamba sudah siap jika harus lenyap saat ini juga " ucap gadis pelayan .


" tidak kau pantas bahagia bersama orang tua mu setelah ini pulanglah kalian ke desa dan hidup lah bahagia di sana" ucap Zia lalu mengeluatkan sekantung koin emas dan memberikan pada ayah gadis pelayan itu .


" tuan putri terimakasih atas kebaikan tuan putri maaf hamba belum bida membalas nya " ucap Gadis pelayan itu .


" aku tidak perlu balasan " jawab Zia cepat .


" putri harus berhati hati pada kerajaan Fei karna mereka mengancam keselamatan putri " peringatan gadis pelayan itu sebelum pergi.


" ahhh seperti nya aku harus berpisah dengan keluarga ku sementara waktu " ucap Zia lalu mengambil kantung yang terbuat dari kain dan membuka nya . tampak lah disana ada hati dan juga jantung yang berlumuran darah .


Zia meletakan hati dan jantung itu di atas tempat tidur nya lalu pergi meenunggangi Huarong .


hati dan jantung itu bukan lah milik manusia itu adalah hati seekor serigala yang menghadang nya saat ia mengikuti lelaki dari kerajaan Fei itu.


Zia pergi menembus dingin nya malam dengan perbekalan hanya baju yang ia kenakan dan sekantung koin emas ia pergi ke danau suci untuk bertapa .


setelah sampai di danau suci Zia melihat danau yang berwarna biru terang dengan di kelilingi bunga teratai 7 warna dan ada sebuah batu kristal di tengah danau itu .


tanpa Fikir panjang Zia menggunakan sihir angin nya dan duduk di atas batu kristal itu dengan mengambil posisi lotus

__ADS_1


" maaf kan aku ayah , ibu, kakak harus meninggal kan kalian dengan cara seperti ini aku akan segera kembali " ucap Zia sebelum memejamkan mata untuk tapa panjang nya ...


__ADS_2