
" tuan putri Zia mu itu memang tidak ada salah yang salah adalah kakek nya yang menjodoh kan nya dengan putra mahkota , sekarus nya putri kerajaan Fei lah yang menjadi permaisuri putra mahkota nanti , sudah jangan banyak bicara dan esok aku ingin mendengar kabar kematian putri Zia atau orang tua mu dan kamu yang akan menemui kematian mu " bentak lelaki itu lalu menghempas kan Gadis pelayan itu .
Oh jadi musuh ku adalah kerajaan Fei ya baiklah aku akan mengikuti permainan mu hehe.
Senyum Evil Zia pun mengembang .
Aku mengurungkan niat ku menemui ayah dan aku langsung pergi kekamar ku aku tak sabar menunggu malam tiba dan menjalankan langkah pertama ku dalam permainan ini .
Malam pun tiba .
Dikamar Zia yang terang akan cahaya lilin itu tampak ada kasur besar dengan tirai kelambu yang terbuka di bagian atas ranjang dan tumpukan bantal di bagian atas .
Saat itu tengah malam dan semua orang tertidur memasuki alam mimpi masing masing . malam itu sengaja Zia menyuruh pengawal di depan kamar nya untuk beristirahat .
awal nya para pengawal itu menolak tapi Zia menggunakan beribu alasan dan akhir nya pengawal pun hanya pasrah dengan perintah Zia .
Saat kamar Zia tampak tenang dan gelap .
Krietttt
Perlahan pintu berdecit tanda terbuka.
Seseorang mengenakan pakaian hitam masuk perlahan dengan sebilah pisau di tangan nya .
Ia berjalan mendekat ke arah ranjang Zia .
saat wajah orang itu terkena cahaya bulan yang menerobos melewati kaca jendela tampak lah wajah perempuan dengan mata coklat , hidung mancung , bibir pucat , serta kulit putih yang tampak merah kebiruan di pipi nya .
Sosok tersebut adalah gadis pelayan yang di halaman tadi mungkin karna saking keras nya cengkraman lelaki itu sampa meninggalkan bekas di pipi nya .
__ADS_1
Gadis pelayan itu menyeret kaki nya dengan langkah berat ada perasaan tidak tega dengan perbuatan nya ini
Langkah kaki gadis pelayan itu terhenti tepat di samping kasur Zia terdengar hembusan nafas di balik selimut tebal yang tampak turun naik .
Beberapa ingatan melintas dibenak gadis pelayan itu.
Ada perasaan yang berkecamuk di hati nya , perasaan tidak tega , perasaan ber salah , sedih dan sebegai nya
Flashback On
Saat itu siang hari tampak seorang gadis pelayan sedang sibuk mengambil air di kolam belakang kerajaan .
di lain sisi tampak Zia sedang berjalan jalan mencari udara segar setelah latihan ia ingin berjalan menuju halaman belakang yang berdekatan dengan kolam belakang istana.
Zia memperhatikan seorang gadis pelayan yang mengambil air menggunakan kendi .
Dan saat gadis pelayan itu ingin berbalik kembali menuju daput ada seekor katak yang melompat ke arah nya dan tepat berdian di bahu kanan nya sontak saja gadis itu berteriak .
Kraaak kendi itu pecah .
Gadia pelayan itu terus mundur dan akhir Nya.
Byurrrr
Gadis pelayan itu tercebur ke dalam kolam dan berteriak meminta tolong .
Zia langsung berlari ke tepi kolam tersebut.
Zia langsung mencebur kan diri nya ke kolam dan betapa bodoh nya ia saat ia sabar ia juga tidak bisa berenang .
__ADS_1
Zia berkonsentrasi dan menarik mana di sekitar nya lalu mengubah nya menjadi sihir angin dan mengangkat diri nya serta gadis pelayan itu ke udara dan perlahan mendarat ke tepi kolam.
"Hos..Hoss terima kasih tuan ... Put ..ri " ucap gadis pelayan itu terengah engah karna kelelahan.
" iya sama sama " jawab Zia
" apa kah kakak tidak apa apa?" tanya Zia
" hamba tidak apa apa tuan putri , maaf karena hamba tuan putri hampir tenggelam bersama saya " lirih gadis pelayan itu sambil menunduk
Dan perasaan nya terkejut pasal nya Zia menyebut nya kakak.
" hahaha kenapa kakak minta maaf , aku hanya kebetulan lewat kak " ucap Zia .
" hamba akan mengingat kebaikan tuan putri dan suatu hari nanti saya akan membalas nya " ucap gadis pelayan itu .
Note : Zia menyebut nya kakak karna gadis pelayan itu memang lebih tua dari Zia .
Flashback Off.
ada perasaan bersalah di hati Gadis pelayan itu saat melihat kenyataan ini lah balasan kebaikan dari Zia dulu .
" maaf kan aku putri " lirih gadis pelayan itu lalu mengangkat pisau di tangan nya dan
Slepp
Crassst
" akhhhh" pekik seseorang di balik selimut
__ADS_1
Darah memercik mengenai pipi Gadis pelayan itu .