
mendekat dan tangan tangan membuka jendela seketika jantung nya berdebar kencang tekanan darah nya seakan meningkat ada rasa bahagia yang tersirat di hati nya iya sendiri bingung dengan perasaan nya tersebut
saat pintu jendela terbuka tampak lah dua orang sosok sepasang laki laki dan wanita
mata Zia menatap 2 orang tersebut dengan tatapan bingung
"anak ku.."ucap si wanita lirih yang tentu saja di dengar oleh Zia
sontak saja Zia kaget tubuh nya serasa kaku ,bibirnya bergetar tak sanggup berkata kata,dadanya bergemuruh ada perasaan yang bergejolak ingin keluar ,tak tau apa yang dia rasakan saat ini hati nya serasa di aliri sesuatu yang hangat .Zia sendiri bingung dengan apa yang di rasakan nya seketika kesedihan yang dirasakannya hilang.
"apa yang kau ucapkan tadi..!"ucap Zia dengan nada bergetar sesaat Zia memejamkan mencoba mencerna situasi saat ini sesaat ia membuka mata ke dua sosok tersebut telah hilang .Zia diam mematung sesaat
'apa aku berhalusinasi tadi??'batin Zia sambil melamun
"Zia sayang"
suara tersebut mengagetkan Zia suara tersebut berasal dari arah belakang Zia.
Zia memalingkan tubuh nya,sekarang kedua sosok tersebut berada tepat dihadapan Zia
kedua sosok tersebut adalah Ninda Dan Reval orang tua Zia
__ADS_1
Ninda dan Reval langsung memeluk Zia .Zia diam mematung suasana hatinya menjadi tenang ,hati nya menghangat
"siapa kalian.."ucap Zia dengan nada bergetar dan tak terasa air mulai mengalir keluar dari pelupuk matanya
"ini bunda sama ayah nak"ucap Reval mulai melepaskan pelukan nya pada tubuh Zia
"kami sudah mencari mu selama ini nak"ucap Ninda dengan air mata yang juga mulai menetes tangan nya mulai menangkup pipi Zia dan mengusap air mata yang keluar dari mata Zia .
"kenapa kalian tidak pernah menemui Zia selama ini"ucap Zia.
"kami selama ini ingin menemui mu sayang namun kami takut jika kami menemuimu maka nyawa mu akan dalam bahaya . dulu kami tidak bisa menjelaskan nya dan sekarang kami siap menjelaskan mengapa selama ini kami tidak menemuimu"ucap Ninda dengan suara yang lembut sambil menatap Zia lekat dan mengelus Pipi Zia.
*Ninda mulai mencaritakan semua nya mulai dari awal pertemuan nya dengan Reval hingga mereka mandapat hukuman ,Ninda bercerita dengan air mata yang terus menetes *
"Aku tidak akan pernah menyalahkan kalian jangan meminta maaf padaku ,sekarang aku bisa bertemu kalian saja aku sudah sangat bahagia ,aku harap kita bisa selalu bersama "ucap Zia memeluk ayah dan bundanya suasana haru pun tercipta
tapi tak lama
Bruuuugh
pintu kamar Zia tiba tiba terbuka menampilkan sosok yang sangat menyeramkan
__ADS_1
ia menggunakan jubah hitam dan membawa pedang di kedua tangan nya ,wajah nya yang buruk rupa dengan penuh luka dan mata yang tidak ada hitamnya sungguh membuat Zia bergidik seram
"ketemuu"ucap sosok tersebut dengansenyum yang mengembang sungguh mengerikan.
tanpa aba-aba Reval berlari kearah sosok tersebut ,sebuah pedang kaluar ditangan nya
Syuuuu Reval menebas kan pedangnya kearah sosok menyeramkan itu
tetapi berhasil ditahan oleh pedang sosok tersebut
Zia ingin melangkah membantu ayah nya tetapi ditagan oleh Ninda
"Jangan ,segera lah pergi ,mungkin ini pertemuan sekaligus perpisahan kita "ucap Ninda lembut dan sendu
"cepat pergi sayang jadilah kuat dan lindungi senyum mereka yang tertindas , hancurkan yang pantas dihancurkan...!"cup Ninda mencium dahi Zia "Bunda sayang sama Zia ,anak bunda tumbuh sangat cantik"Ninda tersenyum dengan air mata mengalir dipipinya
"cepat pergi ayah tidak bisa menahan nya lebih lama lagi Zia"ucap Reval yang masih bertatung melawan sosok menyeramkan itu
Zia bergegas berlari dan melompat dari jendela kamarnya.
sesaat Zia membalik kan tubuhnya nampak terlihat pedang ayah nya mencap ditubuh sosok meneramkan itu dan pedang sosok itu satu mengenai ayah nya dan satu mengenai ibu nya
__ADS_1
Zia langsung berlari kembali menghampiri ayah dan ibu nya darah nampak mengalir di dada sang ayah dan diperut sang ibu