
disebuah restoran Dimas dan Niken sedang asik makan sambil mengobrol,
Dimas sengaja menjemput Niken pulang dari kantornya untuk makan bersama dan saling melepas rindu karna sudah mau 3 Minggu tak bertemu...
awalnya mereka memilih tempat duduk diluar,karna banyak para lelaki yang juga sedang makan disana memperhatikan Niken, Dimas merasa tak suka kekasihnya di lihat cowo lain lalu berpindah ke dalam ...
....
''sayang bisa ga mukanya biasa aja jangan cantik banget gitu, liat tuh kamu di liatin banyak cowo...'' ucap Dimas tak suka
''apa'an sih gajelas deh ''....jawab Niken
''udah ayo makan, aku udah laper, kamu tuh gausah peduliin orang, yang penting hati aku cuma buat kamu ''.... timpal Niken menenangkan Dimas
''tapi aku ga suka kamu jadi pusat perhatian sayang'' ... π’
''Dim please deh, kita itu kesini mau makan,gausah bahas yang ga jelas, lagian kamu juga ngapain liatin mereka, mereka juga bawa pasangan masing masing, mana mungkin liatin aku, itu cuma kebetulan aja pas kamu liat mereka juga lagi liat kesini,udah ayo maka'' ...ucap Niken memegang tangan Dimas
''aku takut kehilangan kamu sayang, aku takut kamu berpaling dari aku...'' ucap Dimas jujur dengan wajah sedihnya
Niken terdiam.....
''aku juga sayang sama kamu, sayang banget malah''...βΊοΈucap Niken menenangkan sambil menggenggam tangannya dan menatap Dimas,
''love yu sayang'' ...ucap Dimas dan mencium kening Niken
Niken hanya tersenyum menatap Dimas,
walaupun Niken mulai merasa tak nyaman dengan Dimas, tapi di dalam hatinya masih menyimpan rasa sayang,karna mereka pacaran sudah 6 tahun lamanya,walaupun mulai merasa tidak nyaman dengan hubungannya tapi tak bisa di pungkiri kalau Niken juga akan sulit membuang rasa sayangnya itu jika berpisah dengan dimas,apalagi orang tua mereka sudah saling kenal malah bisa dibilang sudah sangat dekat...
lama mereka menikmati makanannya tak lupa mereka saling menyuapi satu sama lain dan bersenda gurau layaknya pasangan kekasih yang sedang di mabuk cinta...
selelsai makan dan membayar bilnya mereka bergegas untuk pulang, rencananya Dimas akan mengantar Niken pulang untuk berganti baju dan melanjutkan kencannya, mereka akan pergi menonton..
''ayo sayang''...ajak Dimas pada Niken menggenggam tangannya seolah tak mau terpisahkan
''aku ke toilet dulu ya,ga kuat pengen buang Aer..'' pamit Niken
''aku anterin sayang'' ...jawab Dimas mengikuti langkah Niken
Niken hanya menggangguk sebagai jawaban
Niken pun masuk kedalam toilet dan segera membuang ai kecil yang sudah tak bisa iya tahan lagi...
Dimas masih setia menunggu di luar, berdiri di dekat jendela menatap keluar melihat kendaraan yang berlalu lalang..
__ADS_1
sura pintu terbuka sudah terdengar, pertanda kalau Niken sudah selesai dengan ritual pipisnya ...π
Dimas melirik dan tersenyum ...
''udah sayang ...?'' tanya Dimas
Niken hanya mengangguk dan menghampiri Dimas...
''ngapain ..?'' tanya Niken pada Dimas dan ikut megarahkan pandangannya ke jalan ...
''engga sayang,bagus aja liat lalu lalang kendaraan di malam hari ''.. ucap Dimas menggenggam tangan Niken dan tersenyum padanya
''dih dasar, kirain liatin cewe'' ..goda Niken bercanda
''gada yang lebih indah dari kamu sayang ..''ucap Dimas menatap Niken lekat..
''iya gaada disini, gatau deh di luar sana sama disini''..,jawab Niken menatap balik Dimas dan menunjuk dada Dimas...
''gaada sayang'' ...ucap Dimas mendekat menyisakan jarak yang begitu tipis
Niken menatap mata Dimas...
peralahan Dimas mendekat dan mengecup bibir Niken,kembali menatap Niken dan tersenyum,
seperti meminta lebih, Dimas kembali melakukannya dengan ritme yang lebih lama, menyalurkan rindu yang terpendam, Niken tidak melawan, diapun ikut menikmati permainan itu, semakin lama Dimas bermain semakin dalam,mengungkapkan rasa rindu keduanya ..
lama mereka bertaut hingga tangan Dimas yang dirasa mulai nakal, karna terbawa suasana,seperti ingin meminta lebih...
Niken tersadar melepaskan tautannya...
''ayok pulang nanti keburu malem,katanya mau nonton''.., ucap Niken pada Dimas dan mengelap bibir Dimas yang basar dengan jarinya...
''iya sayang ayo''..jawab Dimas dan berlalu
sebenarnya Dimas menahan gejolak di dadanya yang ingin segera mengeluarkan pelurunya karna reaksi dari adik kecilnya yang begitu tinggi sejak bertemu niken, tapi apa daya Niken tidak segampang wanita yang sering iya temui di luar sana,dari dulu hingga sekarang hanya sekedar berciuman,tak lebih dari itu...
disepanjang perjalanan menuju rumah Niken mereka terus bercanda,Dimas selalu mengutarakan rasa cintanya pada Niken yang membuat Niken menjadi luluh,,sesekali mereka bernyanyi,sampai akhirnya mereka sampai di kediaman Niken ..
''yang aku mandi dulu ga apa apakan..?'' gaenak lengket...ucap Niken pada Dimas
''boleh sayang'',,,
''apa si yang engga buat kamu''...jawab Dimas mengerlingkan matanya
Niken berlalu pergi ke kamarnya,dan Dimas menunggu di lantai bawah, mengobrol dengan gadis dan vigy yang kebetulan sedang menginap disana...
lama mereka ngobrol,membahas segala hal, walopun ada sedikit rasa tak suka ka gadis pada Dimas, tapi berusaha ia tutupi untuk menghargai Niken...
dulu ka gadis sangat respek pada Dimas, tapi setelah memergoki Dimas berpelukan dengan wanita lain membuat ka gadis sedikit menjaga jarak...
Niken pun turun sudah bersiap untuk pergi lagi bersama Dimas...
__ADS_1
''udah siap sayang ?''... tanya Dimas pada Niken beranjak dari duduknya
Niken hanya mengangguk ...
merekapun berpamitan dan berlalu pergi menuju salah satu mall di kota itu..
lama mereka menghabiskan waktu bersama,tak tersa waktu berlalu begitu cepat, sudah jam 12 malam, dan mereka memutuskan untuk pulang,mengingat besok masih harus bangun pagi untuk bekerja ...
di perjalanan pulang hujan turun dengan begitu deras,dan jalanan macet begitu parah,tidak seperti biasanya separah ini,,sudah hampir 1 jam mobil mereka tidak ada pergerakan,mau puter balikpun percuma karna di belakang pun kendaraan sangat padat ...
''ada apa sih yang,tumben parah banget macetnya''..tanya Niken yang mulai kesal dan menahan kantuknya
sama halnya dengan Dimas yang sudah frustasi karna mobilnya tak kunjung bergerak,
melihat ada banyak polisi di depan Dimas sudah mengira pasti ada kecelakaan,
''kayanya ada yang kecelakaan deh,tuh banyak polisi''...tunjuk Dimas dengan memanyunkan bibirnya ke depan
dan benar saja, didepan ada pohon tumbang yang menimpa mobil dan membuat si pengendara meninggal..
membutuhkan wantu lama untuk mengevakuasinya, di tambah lagi dengan cuaca yang hujan deras akan semakin menghambat...
Niken membuka kaca mobilnya, karna merasa sumpek dengan asap roko yang Dimas hisap ...
benar saja, banyak polisi yang bertugas disana, ada yang mengevakuasi korban ada juga yang mengatur lalu lintas,
tapi mata Niken Terfokus pada seorang polisi yang sedang berdiri dengan kedua polisi lainnya seperti sedang memberi instruksi...
kaya Adit....fikir Niken dalam hatinya melihat pria itu yang juga menghadap ke arahnya,yang berdiri tepat di samping jalan sebelah kanan yang akan Niken lewati, tapi belum melihat Niken yang memperhatikannya,mungkin karna hujan yang tinggi membuat penglihatannya sedikit berjarak...
sedikit demi sedikit mobil mulai bergerak,jarak mobil yang di tumpangi Niken sudah sangat dekat,dan kembali berhenti tepat di hadapan Adit ...
Adit yang sedang berdiskusi menoleh pada mobil yang berhenti di depannya..
melihat siapa wanita yang duduk di samping kemudi,Adit hanya menatap Niken yang juga menatapnya,tanpa menyapa,apa lagi bertanya, sekilas Adit melihat Dimas yang sibuk dengan setir kemudinya...
Adit kembali mengalihkan pandangannya pada kedua rekannya,dengan muka datar tanpa expresi,padahal jauh di dalam hatinya menyimpan rasa sakit,Adit merasa hatinya seperti di tusuk belati,tak rela wanita yang diinginkannya sedang berdu'an dengan lelaki lain, sebisa mungkin Adit menahan gemuruh api cemburu di hatinya dengan mengabaikan Niken...
Niken yang merasa tak biasa dengan tingkah Adit pun menjadi tak enak hati,entahlah karna apa,melihat tatapan Adit yang begitu dalam padanya seperti menyapaikan rasa sakit yang ia rasakan...
sepanjang jalan Niken hanya melamun, memikirkan nasib hatinya,,
dia menyayangi Dimas tapi dia juga sangat nyaman dengan Adit...
Niken menyandarkan kepalanya,memejamkan matanya, menata hatinya yang mulai rumit...
sedangkan Dimas menyangka kalau Niken sedang tidur karna kelelahan,semenjak sepulangnya dari kantor dia belum beristirahat ...
Dimas hanya membiarkannya dan sesekali mengelus rambutnya...
__ADS_1
semoga syukaaa...dan jangan dulu bosen Yaaa...hehe
jangan lupa like sama komen πππ