
waktu sudah menunjukan jam 9 malam, Niken baru saja keluar dari kelasnya, mengobrol dengan kimy sambil berjalan menuju parkiran, Niken teringat pada Adit yang meminta menghubunginya kalau sudah selesai, baru saja Niken membuka ponsel sudah lebih dulu muncul pesan masuk dari Dimas yang memberitahu kalau dia sudah didepan menunggunya...
Niken membatalkan rencananya untuk menghubungi Adit, walau sebenarnya dia sangat ingin pulang bersama Adit tapi takut kalau Dimas mengetahui itu akan memperkeruh keadaan mengingat sifat Dimas yang over protektif...
''my gue ikut lu pulang ya..'' pinta Niken
''lu gila Ken, yang bener aja lu mau di dempet semotor bertiga ama gue ? biar dikira cabe cabean...? '' hahaha ucap Kimy tertawa membayangkan
kebetulan kimy tidak membawa kendaraan dan dia di jemput pulang oleh kekasihnya
'' ogah...trus gimana dong,gue gamau pulang sma Dimas..''niken memelas
''dari pada Lo pulang naik taxi,malem gini serem tau Ken, banyak supir yang mesum sekarang...'' ucap Kimy balas menakuti Niken
Niken bergidik ngeri membayangkan apa yang di ucapkan kimy, padahal dia sering menakuti kimy dengan ucapan yang sama pula ...🤣🤣
''hahaha ke gue aja lu abis abisan nakutin, lu sendiri balik di takutin ciut,pe'a lu Ken ...haha..'' Kimy tertawa puas meledek
''brisik lu ah, noh pangeran lu udah jemput, sana pergi di culik kuntilanak tau rasa lu...'' ucap Niken
''tuh kan mulai lagii...hahaha,, yaudah bye'' ucap Kimy bergegas meninggalkan Niken
Niken berjalan ke luar gerbang, Dimas yang melihat segera menghampiri
'' sayang udah selesai..? ayo naik ...'' ajak Dimas meraih tangan Niken dan Niken menepisnya
''sayang pliss ayoo...'' ajak Dimas lagi
Niken masih diam, Dimas membuka jaketnya memberikannya pada Niken yang hanya memakai dres tanpa lengan Niken diam tak melawan ..
''ayo yaaaang, tuh liat udah mendung nanti keburu ujan ..'' Dimas mulai menyalakan mesin motor
mau ga mau Niken harus pulang dengan Dimas dari pada basah kuyup lagi seperti malam kemarin, Niken naik tidak berpegangan, tak ada sepetah katapun keluar dari mulutnya, Dimas mengerti dengan sikap Niken yang seperti itu karna masih marah...
__ADS_1
Dimas melajukan motornya dengan kecepatan tinggi membuat Niken repleks memeluknya karna takut terjatuh Dimas yang menyadari itu mengulas senyum di bibirnya, merasakan benda kenyal menempel di punggunya membuat fantasinya menjadi liar ...
bukannya pulang ke rumah Dimas membawa Niken berkeliling melihat keramaian kota dimalam hari, gemerlap lampu yang menyala begitu indah sedikit menarik perhatian Niken, bibirnya yang sedari tadi cemberut kini sudah tersenyum melihat pemandangan indah di sekitarnya ...
Dimas menghentikan motornya di sebuah cafe dengan pemandangan gemerlap lampu cocok untuk pasangan yang sedang di mabuk cinta ...
'' ngapain kesini, aku mau pulang ..'' ucap Niken tersadar
''udah ayo masuk dulu, aku jamin kamu bakalan suka...'' ucap Dimas menarik tangan Niken pelan membawa masuk
banyak pasangan muda disana yang juga sedang menikmati keindahan malah dari cafe itu, cuaca dingin juga gemercik hujan yang mulai turun semakin membuat keadaan lebih mendukung untuk berduaan dengan sang kekasih...
Dimas menatap Niken dengan senyuman yang tak lepas dari bibinya..
''suka kan ...'' tanya Dimas
Â
Adit yang sedang bertugas tak bisa fokus, matanya terus manatap layar ponselnya yang tak juga mendapatkan pesan, menunggu kabar dari Niken yang tak ada menghubunginya...
Adit berfikir mungkin Niken pulang bersama kekasihnya, Adit menelan rasa sakit di dadanya memikirkan itu semua, untuk memulai menghubungipun Adit segan, takut Niken kenapa napa gara gara dia, adit menyimpan ponselnya kedalam saku dan melanjutkan patroli bersama rekan rekannya...
Dimas yang berusaha mendekatkan wajahnya pada Niken ingin menciumnya mencairkan suasana yang seperti di kutub Utara itu selalu medapat penolokan dari Niken, Niken selalu menghindar seperti mengharamkan bibirnya untuk di sentuh Dimas lagi...
''sayaaaang pliss jangan ngehindar...'' ucap Dimas memohon
mendengar itu Niken beranjak dari duduknya berjalan meninggalkan Dimas
''aku mau pulang ..'' ucap niken
''hah okee..'' Dimas membuang nafas kasar berjalan menyusul Niken menaiki motornya dan melajukannya dengan sangat cepat membuat Niken tak siap dan repleks memeluknya lagi karna takut terjatuh...
__ADS_1
di perjalan Dimas dan Niken tidak saling bicara, sampai di rumahpun Niken tidak mempersilahkan Dimas masuk, Niken berlalu begitu saja masuk kedalam kamarnya, Dimas yang merasa masalahnya semakin rumit bergegas menyusul Niken, melihat geitsa terlelap di hadapan televisi dia tak menghiraukannya, fokus pada tujuan utama menemui Niken menyusulnya ke kamar ...
Niken yang tak tau Dimas menyusulnya segera membuka dresnya berganti dengan handuk bersiap untuk mandi karna sudah terlalu malam jadi harus cepat fikirnya ...
pintu kamar terbuka dan Niken menoleh melihat siapa yang datang,
''sayang pliisss, kasi aku kempatan sekali lagi ...'' ucap Dimas menatap Niken menelan slivanya kasar melihat penampilan Niken yang hanya menggunakan handuk di tubuhnya, Dimas mendekat..
''kamu apa'an sih, keluar ga !..'' usir Niken tak suka
''sayang plis..'' dimas memohon dengan mata sayunya menahan gejolak yang bergemuruh di dada, perlahan medekat pada Niken yang selalu mencoba menghindar darinya
tak ada tempat lagi untuk mundur karna Dimas sudah berada di hadapannya menyisakan jarak yang begitu tipis, saking dekatnya deru nafas yang semakin tak beraturan terdengar begitu jelas,Dimas memeluk Niken erat, sangat erat, Niken yang berusaha melawanpun tak sebanding dengan tenaga Dimas yang mendekapnya..
''lepasiiin..'' ucap Niken meronta
''gaa...aku ga akan lepasin kamu..aku ga akan biarin kamu ninggalin aku ..!gak akan Ken ! ga akan ..!''
''lepasin dim lepasin aku mohon ...'' suara Niken bergetar menahan tangis
''ga sayang gak akan aku lepasin, kamu dengar itu, kamu miliku selamanya...'' ucap Dimas memegang kedua pipi Niken yang sudah mulai mengeluarkan air matanya, di himpit oleh badannya agar tak bisa bergerak
''lepasin dim, kamu brengs**k dim...'' ucap Niken terbata karna menangis
bukannya berhenti, Dimas malah lebih agresif dia mencium paksa bibir Niken dengan begitu buas, melum*tnya tanpa ampun,mengig*tnya,menyes*p seperti orang kelaparan tak menghiraukan niken yang meronta kesakitan akibat g*g*tannya itu, Dimas seperti hilang akal, bukan rasa sayang lagi atau kenyamanan yang di berikan tapi lebih seperti keset*nan, Dimas terus bermain dengan bibirnya dengan darah yang mulai keluar dari bibir Niken akibat gigitannya, rintihan Niken sama sekali tidak Dimas hiraukan malah membuatnya semakin bersemangat melampiaskan hasr*tnya yang sejak tadi ia tahan ..
hingga ia kehabisan nafas dan melepaskan tautannya, Niken tersadar dan mengmbil kesempatan melepaskan diri sebelum Dimas menyerangnya lagi ...
Niken berlari ke kamar mandi dan menguncinya di dalam terduduk lemas di balik pintu menangis mengingat kejadian barusan yang di lakukan Dimas membuat hatinya semakin sakit ...
Dimas terduduk lemas di lantai, menahan gejolak hasr*t yang berusaha ia tenangkan,merutuki diri sendiri akan perbuatan yang baru saja ia lakuakan, niat hati ingin memperbaiki tapi sebaliknya malah semakin hancur di tambah lagi ada tetesan darah di lantai semakin membuatnya gila karna menyakiti Niken hati dan fisiknya, menatap sendu ke arah pintu kamar mandi mendengar Isak tangis sang kekasih yang begitu memilukan ...
''maafin aku Ken..'' ucap Dimas lirih, bangun dari duduknya beranjak pergi meninggalkan Niken dengan langkah yang lemas
__ADS_1