
hari sudah gelap,,Adit sudah berada di kediamannya, selesai mandi juga tidak lupa menunaikan kewajibanya, dengan menggunakan baju santai kaos berwarna putih dan celana pendek selutut Adit bergegas keluar mengendarai sepeda motornya untuk pergi membeli makan ,,
pecel ayam,,,ya itulah makanan yang selalu setia menemaninya,Adit orang yang tidak terlalu ribet dalam hal makanan yang penting kenyang fikirnya,,
menunggu pesannanya matang Adit memandang ke arah jalan,melihat para pengendara yang berlalu lalang di hadapannya,tanpa menghiraukan beberapa pembeli wanita yang memperhatikan ketampanannya,jika sesekali matanya berpapasan Adit hanya tersenyum untuk sekedar menyapa,,dan tanpa sadar membuat sang lawan jenis kegirangan dan semakin betah berlama lama di kang pecel,,
di sebrang sana masih dikota yang sama, seorang gadis sedang meringkuk kesakitan,badannya terasa demam ,sepertinya epek dari luka bakar di dandanya yang semakin parah,,,Niken salah besar,dia kira dengan hanya mengoleskan krim lecet biasa lukanya akana sembuh,,tapi entahlah mungkin karna kondisi badannya yang kurang baik juga mempengaruhi keadaanya sekarang,,,
dia sendirian di rumah,,pembantunya ijin pulang karna anaknya sakit,karna memang rumahnya tidak terlalu jauh dari komplek perumahan Niken, jadi kadang menginap kadang juga tidak,,
Kaka sepupunya sedang piket dan budenya sudah pulang ke kota asalnya,,
dan pacar protektipnya sedang meting diluar kota,, mungkin kalo Niken memberi tahu keadaanya dia pasti sudah berada di sampingnya untuk menemani,karna Niken merasa akan lebih ribet kalo ada dimas jadi Niken tidak memberitahu keadaannya .,,
dia beranjak bangun,turun ke lantai bawah dan menuju kedapur untuk mengambil persediaan obat antibiotik karna stok di kamarnya sudah habis,,lama mencari dan tak kunjung ketemu,karna sepertinya stok obat dibawah juga habis ,,dia menghela nafas panjang beranjak mengambil kunci motor maticnya untuk pergi ke apotek,,
sebenarnya dia meresa sangat pusing,tapi mau gimana lagi,luka di dadanya perlu di obati,,kalo dibiarkan takutnya akan semakin parah dan bisa lama sembuhnya,dengan terpaksa dia pergi,,dengan menggunakan sweter pink dan celana hitam pendek sepaha sangat cocok di tubuhnya yang mulus nan indah itu, dia keluar dan lupa tidak menggunakan helm,fikirnya toh cuma pergi sebentar ,,
Niken melaju membelah jalanan yang lumayan ramai...
15 menit berlalu sampai ditempat yang dia tuju,tanpa berlama lama dia membeli apa yang dia butuhkan tanpa menghiraukan ganguan para lelaki yang sedang nongkrong di depan apotek tersebut,karna langit sudah mendung iya bergegas pergi,,di tengah perjalanan Niken mampir disebuah minimarket untuk membeli pulsa yanh sepertinya sudah mulai habis ,,,
begitupun dengan Adit yang berada di tempat yang sama,,Adit sengaja mampir untuk membeli minuman dan beberapa cemilan tanpa Adit tau nikenpun berada di tempat yang sama hanya terhalang lorong saja,,
setelah mengambil beberapa cemilan mereka pun pergi untuk membayar,,,
kebetulan kasir sedang antri panjang di karnakan ada ganguan pada sistem komputer kasir,,Niken tepat berada di hadapan Adit ,tanpa sengaja Adit memperhatikan badan Niken dari belakang,,
gadingin apa ni orang malem malem pake celana segitu, ucap Adit dalam hati dengan muka ketus karna tidak suka dengan pakaian perempuan di hadapannya yang begitu seksi,,
antrian masih panjang,Niken sedikit bosan,mengikat asal rambut panjangnya yang terurai memperlihatkan leher indahnya yang putih mulus,tanpa menoleh ke belakang,,,
astagfirulloh ucap Adit tanpa sadar,,Adit sering melihat wanita seksi bahkan lebih dari yang ia liahat sekarang,tapi entahlah dengan wanita dihadapannya ini memiliki daya tarik yang lebih kuat fikir Adit,,
__ADS_1
mendengar orang yang di belakang beristigfar Niken sedikit menoleh untuk memastikan apa yang terjadi,,
Adit tercengang mengetahui siapa yang dari tadi mengusik fikirannya,,ingin menyapa tapi Adit segan,,dia hanya diaam melihat punggung Niken dan sibuk dengan fikirannya ..
karna masih lama mengantri Niken mulai sibuk dengan hpnya melihat chat dari sang mami yang terus menanyakan kabar,saat akan mengetik Untuk membalas hpnya berbunyi mami anggun kembali menelpon dan Niken langsung menjawabnya,,
mami : De telpon mami ko ga diangkat terus
baru pegang hp jawab Niken singkat
Ade dimana ? udah makan belum,,mami gajadi pulang lusa mami lagi gaenak badan ucapnya
diluar,,iya gapapa ,,,jawab Niken singkat
yabegitulah memang sangat irit bicara ,,
ohiya de mami mau minta tolong,klo lagi diluar sekalian beliin tespek,mami telaat dateng bulan lagi,mami gaberani tes disini takut ketauan papi,sekalian Ade diluar tolong belikan ,,
hmm ..Niken cukup menjawab dengan deheman,,
iya,Jawab Niken lalu menutup telponnya,,,
dibelakang Adit masih tetap memperhatikan tanpa kehilangan momen sedikitpun bahkan untuk ngesip aja Adit sedikit tahan agar tidak kehilangan jejak gerak gerik Niken ,berusaha mencerna dan menerka nerka apa yang sedang dibicarakan dan dengan siapa lawan bicaranya ,,,tapi tetap saja sulit untuk Adit menebak,,,
tiba giliran Niken memmbayar,
sama apalagi kak ,,tanya kasir
aku mau tespek deh 1 ucap Niken datar,,
berbeda dengan Adit yang dari tadi memperhatikan terasa tersambar petir mendengar apa yang baru saja Niken pesan pada kasir ,,,
mau yang mana kak ,,ada macam macam merk ,,tanya kasir sambil memperlihatkan barang yang Niken maksud,,,
__ADS_1
tidak mau ribet Niken meminta di pilihkan oleh kasir tersebut,,
terserah deh yang bagus aja yang akurat ..jawab Niken masih datar
baik kak,,,total belanjanya 92700,,mau isi ulang pulsanya sekalian ...
boleh,,jawab Niken
nombernya ka ,,,
dengan sigap Adit mendengarkan nomber hp yang diucapkan Niken dan berusaha menghapalkannya walopun masih dengan perasaan berkecamuk dengan apa yang barusan dia liat,
selesai membayar Niken berlalu pergi tanpa menghiraukan Adit yang berada dibelakangnya,
tiba giliran Adit yang membayar
semuanya jdi 78000 kak ada yang mau di tambahlagi ka ?tanya kasir
udah aja mba ,,
selesai membayar Adit berlalu pergi,,
mungkin karna terlalu lama mengantri hujan deras pun turun ,,baru saja selesai Niken memasukan belanjaannya ke jok,dan sadar kalo dia tidak membawa jas hujan dan helm dia kembali duduk di depan minimarket itu untuk menunggu hujan reda ,,terduduk dengan menopangkan kepalanya di atas meja merasakan sakit di dada dan pusingnya kepala menatap kedepan berharap hujan segera reda...Adit duduk di samping Niken yang berjarak dengan 1 kursi kosong,,
Niken msih menghiraukan Adit,,dia memejamkan matanya berharap pusing dikepala akan berkurang ,,
sebenarnya Adit selalu membawa jas hujan tapi melihat keadaan yang begitu sepi karna hujan deras Adit merasa tidak tega meninggalkan Niken sendiri,,,walopun tidak bertegur sapa iya tetap setia menemani dalam keheningan,,memainkan hp untuk mengusir rasa bosannya,sesekali melirikk wanita disampingnya yang entah malah tertidur pulas atau hanya sekedar memejamkan mata..
ni orang bisa banget tidur di sembarang tempat,,,ucap Adit dalam hati
apa mungkin ni cewe udah hamil duluan,pake beli tespek segala,,emang iyakan tespek buat tes kehamilan fikiran adit berkecamuk, bahkan untuk memastikan fungsi tespek Adit sampai searching beberapa kali di Google,dan hasilnya masih tetap sama ,,,
seperti perang dengan perasaannya sendiri hati Adit ingin menyangkal tapi apadaya kenyaatan di depan mata yang iya lihat seperti menghianati akal sehatnya ,,,
__ADS_1
siapa cowo yang hamilinnya,,apa mungkin di hamilin apa mau sama mau,,tapi mana mungkin dia begitu,,,tapi pakaiannya aja gitu ya pasti cewe gampangan ,,,,arrrrgggh yatuhaaannn kenapa aku ini jadi mikirin hidup orang,,Adit mulai frustasi dengan fikirannya