Polisi Itu Jodohku

Polisi Itu Jodohku
45


__ADS_3

Di tempat lain ....


Dimas yang benar benar frustasi dengan situasi yang ia hadapi saat ini sudah kehilangan kewarasannya ...


botol ke'empat sudah habis ia teguk, Niken sama sekali masih tak bisa ia hubungi..


''arrrghh ... dimana kamu keenn ...'' ucapnya lirih,,, menjatuhkan badan pada sofa di ruangan tempat ia bekerja ...



fikirannya kalut,begitupun dengan suasana hati yang begitu kacau, semua pekerjaannya tak di hirukan, fikirannya hanya terfokus pada niken..


''tak ada siapapun yang bisa memilikimu selain aku.. !! sampai kapanpun ! kamu hanya milikku ! dengar baik baik itu sayanng!!..... hhaaaaaaaaarhhhhh ..! '' mencengkram kepalanya kasar...



'' aku kangen kamu keenn ..'' ucapnya sendu menatap kosong


Niken seperti itu memang kesalahannya, Dimas sadar akan hal itu...


Dia sangat menyayangi Niken, baginya nikenlah yang harus mendampingi hidupnya hingga tua bersama...


dia bermain dengan wanita lain hanya untuk melampiaskan hasrat saja, Tak pernah melibatkan perasaannya..


tapi, tetap saja senakal nakalnya aku, akan tetap kembali padamu Ken, kamu akan bersamaku sampai akhir, ''fikirnya ..


dering telpon membuyarkan lamunan, orang suruhan Dimas yang di tugaskan mencari keberadaan Nikenlah yang menghubungi Dimas...


"dimana ..? '' tanya Dimas langsung pada intinya


''maaf bos tadi sore sinyal dari ponselnya terlacak berada di daerah Sukabumi, 10 menit kemudian sudah tak terlacak lagi ponsel non Niken kembali di nonaktifkan '' Jawab Haris terbata


Dimas langsung menutup telponnya, ia sejenak merenung, untuk apa kamu disana Ken, '' Dimas bergumam


karena setau Dimas, Niken tak memiliki sodara yang tinggal disana..


apa sejauh itu kamu menenangkan hati,,?! apa perlu aku susul kesana.. ?! ..bertanya pada diri sendiri...


biasanya ada mamanya yang selalu membantu untuk membujuk Niken disaat hubungannya mulai renggang, tapi untuk kali ini, ia enggan melibatkan orang tuanya, karna takut dia yang malah kena Omelan atas kesalahannya sendiri ...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


di kota sebelah.....


Niken membuka pintu kamar Hanin, terlihat gadis itu tertidur pulas di meja belajar, Niken tersenyum, melangkah menghampiri gadis belia itu...


'' deekk'' ucapnya lembut seraya mengusap pucuk kepala hanin pelan ...


''emmhh iya kak ..'' jawab Hanin dengan suara parau membuka sebelah matanya ...


'' tidurnya pindah kekasur, nanti badannya sakit kalo tidur sambil duduk ..'' titah Niken lembut ...


Hanin tersenyum manis pada Niken, hatinya sangat senang mendapat perhatian dari perempuan di hadapannya itu ...


'' makasih kak Ken, hmm Ain berasa punya Kaka perempuan deh ..'' ucapnya senang memeluk perut Niken yang berdiri di sampinya ..


''dasar kamu ini ...'' balas Niken lembut mengusap rambut Hanin,membiarkan gadis itu melingkarkan tangan di perutnya ...


Niken melihat hanin tak jauh seperti geitsa keponakannya yang sedikit nakal itu, umur mereka yang sama,tingkah absurtnya, juga postur tubuh yang tak beda jauh, mengingatkannya pada sang keponakan ...


''udah mau magrib, Ain ga mandi ? atau mau lanjut tidur..? tanya Niken


'' maunya sih lanjut tidur kak, tapi bisa bisa Ain di gantung sama ibu kalau tidur lagi dan ninggalin solat magrib, apalagi sekarang ada abang, bisa bisa Ain tinggal nama kak ...'' jawabnya bergidik ngeri ..

__ADS_1


Niken tertegun mendengar penuturan gadis itu, apa kabar dengan dia yang selalu meninggalkan solat tanpa sebab..niken merasa malu pada Hanin, mami Anggi dan papi Leon pun tak seperti itu, apalagi sampai mau menggantungnya,seingat ku papi dan mami hanya mengingatkan tentang kesehatanku saja ...


bu Aini memang ketat kalau sudah menyangkut dengan ibadah, begitupun dengan Adit yang tak pernah melewatkan kewajibannya itu..


bahkan saat sedang bersama Niken Adit tak pernah melewatkan waktu solat,sekalipun sudah menciumku polisi mesum itu tetap saja beribadah, mungkin untuk meminta ampunan atas kekhilafannya menciumku ... fikir Niken sedikit terkekeh dengan lamunnannya...


''kak..? '' panggil Hanin bingung melihat Niken yang malah melamun ...


''eh iya ia kenapa De..? jawabnya sedikit kaget...


''jangan ngelamun kak pamali nanti di cium setan ..'' ucap Ain asal , melepaskan pelukan dan beranjak dari duduknya ...


''kamu ini...'' udah sana cepet mandi ..'' usir Niken lembut


''siap Kaka ipar..'' jawab Hanin tersenyum lebar menampakan rentetan giginya,


lalu mengambil handuk dan pergi ke kamar Adit ...


sepeninggalan Hanin, Niken duduk di pinggir ranjang, matanya menatap cermin yang berada tak jauh di hadapannya...


teringat akan kejadian yang baru saja ia lakukan dengan Adit...


ya tuhaaannn kenapa aku ini... biasanya aku ga gini, kenapa aku seperti wanita murahan yang diam saja saat di perlakukan seperti itu, bahkan rasanya tubuhku menginginkan lebih,apa bedanya aku dengan Dimas, apa aku egois..


aku menuduh dia brengsek, lalu bagaimana dengan diriku sendiri yang juga bermain di belakangnya .....Niken menerutuki dirinya sendiri


''maafin aku karna hati aku mulai goyah dim, aku nyaman sama Adit...'' ucapnya lirih


Niken membuang nafas kasar, mencoba menetralkan fikirannya...


belum lagi ada rasa tak enak di sel*ngkangannya, rasanya jari Adit masih terasa tertinggal disana,saat berjalanpun terasa tak nyaman.. mungkin hanya sugesti, tapi itulah yang Niken rasakan...


repleks tangannya pun memegang p*ngkal pahanya itu saat bayangan milik Adit terlintas lagi, membuatnya bergidik ngeri mengingat ukuran benda pusaka milik Adit tadi...


''ihhh gedé banget....hiiss seremmm'' ucapnya lagi sibuk dengan fikirannya sendiri


tok tok tok....


pintu kamar di ketok, tak lama hendel pintupun bergerak tanda ada orang yang akan masuk ...


bu Aini tersenyum ramah menatap Niken ...


''nak sudah pulang,, ? maaf tadi Ibu tinggal pergi ke pengajian sebentar...'' ucap bu Aini merasa tak enak


''gapapa bu, jangan ke ganggu sama Ken, lagipula ada Hanin yang nemenin, dan juga ada pacarnya Adit, jadi ga sepi...'' jawab Niken tersenyum manis...


Bu Aini hanya tersenyum mendengar ucapan Niken, biar Adit yang memberi tahu siapa ranti, pikirnya...


'' nak ayo turun, ibu sudah gorengkan naget untuk neng Niken makan, maaf disini gaada makanan aneh seperti di kota,ibu hanya bisa menyiapkan itu, kalo di kampung mau makanan yang aneh susah neng ..hehe ....'' ucap bu Aini sedikit tak enak hati takut Niken kecewa dengan jamuannya


''hmm Buu.. lagi lagi Ken merepotkan, lagipula jangan menyusahkan ibu, Ken lebih suka makan tempe goreng yang ibu kasih tadi ..hehe..'' jawab Niken tulus terharu dengan kabaikan ibu Adit yang memperlakukannya sangat baik


lama mereka mengobrol sebelum akhirnya turun bersama,...


Adit yang berniat menghampiri Niken ke kamar Haninpun terhenti, melihat bu aini sedang asik mengobrol jengan wanita puja'annya itu,



seulas senyum terukir di bibir adit, karna tak mau mengganggu, Adit mengurungkan niat, dan turun terlebih dahulu ...


di bawah, ranti sudah duduk manis di meja makan, menyiapakan makanan yang baru saja selasai ia masak untuk di makan bersama...


entah kenapa tingkah ranti sedikit aneh tak seperti biasa, dia rela cape berkutat di dapur menyajikan makanan untuk Adit, seperti takut tersaingi dan ingin terlihat lebih baik dari Niken ...

__ADS_1


membuat bu Aini dan Hanin sedikit risih, seperti bukan ranti yang biasanya .


sedangkan Niken tak terusik sedikitpun dengan tingkah ranti, karna memang dia tak bisa apa apa, jangankan untuk masak, menyalakan kompor saja dia tak tau ...😁


''abang mau makan sekarang ? ranti sudah siapkan sayur kesukakaan abang..'' ucap ranti dengan senyum sumbringah


'' hmm abang belum lapar ran, nanti saja tunggu ibu ...'' jawab Adit dengan senyum yang di paksakan, berjalan menuju ruang tv mendaratkan bok*ngnya di kursi sederhana,



Adit membuka ponsel yang sedari tadi terus bergetar menandakan banyak pesan masuk, Adit segera membalas lalu menyimpan ponselnya kembali ...


ranti yang merasa Adit menghindar segera menyusul, lalu ikut mendudukan pant*tnya di samping Adit, meraih tangan Adit dan menyandarkan kepalanya


Adit menghela nafas, tak nyaman dengan tingkah ranti yang selalu posesif kalo sedang bersama..


apalagi saat ini ada Niken, wanita yang sedang ia perjuangkan untuk mendapatkan cintanya, malah semakin sulit kalo begini ..fikir Adit risih dengan ranti tapi tak berani menegur, karna takut membuat ranti marah ..


Adit menatap bu aini yang baru datang bersama Niken, seolah meminta pertolongan agar di jauhkan dengan ranti...


sebernarnya bu Ainipun merasa tak enak pada Niken, tapi iapun bingung entah harus bagaimana...


'' ehemm'' suara Bu Aini menyadarkan ranti ,


ranti pun berpindah duduk sedikit menjauhi Adit



Niken tak menghiraukan keduannya, dia memilih duduk di kursi yang berjarak dengan Adit...


Adit yang memperhatikan, melihat ekspresi wajah Niken yang berubah saat akan duduk,



seperti tak nyaman dan menahan sakit...fikir Adit


menatap Niken dan menautkan alisnya,



pandangan mereka beradu, dengan segera Niken mengalihkan pandangan matanya, menatap ke arah layar televisi yang sedang menayangkan acara bola itu....


ranti menatap Niken tak suka...


berusaha mengalihakan perhatian adit agar tertuju padanya.....


please jangan pada bosen ya,,, hehe


sedikit cerita, bab ini aku mulai tulis dari aku pulang kerja, sekitar jam 5 sore... dan sekarang jam 00.17 baru selesai...


aku gatau cerita ini menarik atau malah membosankan,😁😁🙏


dari tadi hapus tulis hapus tulis terus, .. entahlah...


rasanya otakku sedang sulit untuk merangkai kata.... hehe


hmmm tapi apapun itu, aku harap kalian menyukainya...


kalo udah baca kasi like sama komen ya,,,hehe


biar aku semangat lanjutinnya... he


aku seneng kalo banyak masukan dari kalian ....♥️

__ADS_1


maaf terlalu panjang lebar..hehe


iyaa tauuu kalian gak nanya dan gak mau tau, tapi gatau kenapa aku pen ngasih tau aja gitu ,,,,😝😂😂😂


__ADS_2