
'' lama banget Aurel... 😢'' isi pesan Adit pada Niken karna sudah lama menunggu dan Niken masih belum juga turun ...
'' iya sebentar..'' balas Niken
''masih ngapain ..? saya udah mau 1 jam nunggu ...'' balas Adit
''bawel,tunggu bentar..'' balas Niken lagi
''gausah dandan, kamu udah cantik ..'' balas Adit lagi
''iya tau ko..'' jawab Niken yang masih sibuk memilih baju yang akan di pakainya untuk menemani Adit kondangan, Niken sedikit sulit mencari baju yang tidak terlalu terbuka karna isi lemarinya hampir semua bajunya kurang bahan, Niken sadar akan datang ke pesta pernikahan teman Adit yang pastinya polisi juga, paling tidak dia harus mengenakan baju yang tidak terlalu terbuka untuk menghargai Adit, pilihannya jatuh pada dres hitam polos dengan lengan panjang walaupun ukurannya masih tetap memperlihatkan paha mulusnya, tapi Niken pikir itu sedikit lebih baik ...
membaca jawaban pesan dari Niken membuat Adit terkekeh, memang Niken bukan tipe cewe yang selalu mengelak kalau di puji dia akan mengiyakan setiap pujian itu, membuatnya berbeda dari wanita lain yang selalu pura pura merendah padahal sebenarnya sangat ingin di puji dan sengaja tebar pesona ...
''aurel,, jangan lupa bawa baju ganti, kita nginap Disana..'' tulis Adit pada pesannya
''loh ko nginep ..?''balas Niken heran
'' katanya mau ke pantai, di Bandung gaada laut, jadi harus ke kota lain kalo mau ke pantai ..'' balas Adit
''cepat Aurel !''
belum sempat Niken membalas Adit sudah mengirim pesan lagi membuat Niken mendengus sebal dan segera turun menghampiri Adit ..
''sabar napa si ..'' ucap Niken menghampiri Adit menekuk wajahnya sebal
Adit menoleh mendengar suara yang datang menghampirinya, bukannya menjawab ucapan Niken, Adit malah memperhatikan Niken, menatapnya tanpa berkedip dengan ekspresi yang tak bisa diartikan, bersamaan dengan deru langkah kaki Niken yang semakin mendekat menghampirinya detak jantung aditpun berdebar semakin kencang tak menentu...
Niken berdiri di hadapan Adit yang masih setia menemaninya...
'' kenapa ..? jelek ya ..? '' tanya Niken merasa tak nyaman dengan pandangan Adit
''hm engga ko, cantik ..'' jawab Adit sedikit kaget,walaupun hanya sebatas kata cantik yang keluar dari mulutnya, jauh di dalam hati Adit banyak pujian yang ingin dia lontarkan,tapi Adit menahannya karna tau Niken pasti akan mengiyakan setiap pujian yang keluar dari mulutnya ...🤣😂
''tapi ko ngeliatinnya gitu, aku berasa aneh aja ...'' ucap Niken masih tak PD dengan penampilannya tidak seperti biasanya yang selalu percaya diri
''engga Aurel, cantik ko, gaada yang aneh, udah ayoo..'' ajak Adit beranjak dari duduknya melangkah keluar tak lupa membawakan paper bag yang di bawa Niken berisikan baju ganti..
sebelum mengikuti Adit Niken lebih dulu menemui bi Rani untuk memintanya menginap menemani geitsa tak lupa Niken juga menitipkan beberapa lembar uang untuk jajan sepupunya itu ...
Adit yang sudah menunggu di mobil segera mengemudikan mobilnya setelah Niken masuk, tak lupa Adit memasangkan sabuk pengaman pada Niken seperti yang selalu Adit lakukan,walaupun Niken selalu menolak karna dia bisa melakukannya sendiri tapi Adit seolah tuli tak membiarkan Niken melakukannya ...
Adit sengaja pulang dulu ke kossannya, untuk berganti baju dan membawa beberapa baju ganti, karna bukan cuma akan kondangan dan liburan yang mendadak,tapi karna jarak yang akan mereka tempuh juga cukup jauh, belum lagi macet yang akan menghiasi perjalanan mereka ..
Adit mengenakan kemeja hitam dengan celana hitam di padukan dengan jas hitam yang terlihat cocok di tubuhnya, begitupun dengan Niken yang juga mengenakan baju dengan warna yang senada dengan Adit, persis seperti sepasang kekasih,yang sangat cocok dan keren, pasangan ideal yang membuat semua mata iri melihatnya..
tak bisa di pungkiri Niken tertegun melihat penampilan Adit yang menurutnya sangat keren, sebisa mungkin Niken menahannya dengan memberikan sikap acuh dan tidak pedulinya ...
''maaf lama...'' ucap Adit duduk di kursi kemudi menatap Niken yang seperti bosan menunggunya
''hmmm..'' jawab niken singkat dengan wajah acuhnya
__ADS_1
''ko kaya mau ngelayat, pake item item ...'' ucap Niken memperhatikan penampilan Adit dan juga dirinya...
adit tersenyum, sadar dengan penampilannya yang kebetulan sama dengan warna baju yang di pakai Niken ...
'' kamu ini ada ada aja Aurel....bismilah..'' ucap Adit segera melajukan mobilnya tak lupa menyetel lagu untuk menemani perjalanannya,Niken yang juga ikut hanyut dengan alunan musik sesekali ikut bernyanyi mengeluarkan suara emasnya yang membuat Adit semakin kagum,mereka bernyanyi bersama mengusir rasa bosan, saling lempar senyum saat mata mereka beradu...
hening seketika dibarengi dengan musik yang ikut berhenti untuk berganti lagu ...
keheningan semakin berlanjut ketika audio memutar lagu dengan lirik yang sangat cocok dengan situasi yang mereka rasakan, lebih tepatnya Adit yang merasakannya ...
---------------------. .---------------------
Sejak jumpa kita pertama ku langsung jatuh cinta...
Walau ku tahu kau ada pemiliknya...
Tapi ku tak dapat membohongi hati nurani...
Ku tak dapat menghindari gejolak cinta ini...
Maka izinkanlah aku mencintaimu...
Atau bolehkanlah ku sekadar sayang padamu...
Izinkanlah aku mencintaimu...
Atau bolehkanlah ku sekadar sayang padamu...
Apalagi ku juga ada pemiliknya...
Tapi ku tak mampu membohongi hati nurani...
Ku tak mampu menghindari gejolak cinta ini...
Ow hancur dan lara..
Yang dibumbung asmara..
Hilanglah selera...
Hilanglah segala rasa...
Oh izinkanlah aku mencintaimu...
Atau bolehkanlah ku sekadar sayang padamu...
Maafkan jika ku mencintamu...
Lalu biarkanku mengharap kau sayang padaku...
Izinkanlah aku mencintaimu...
__ADS_1
Bolehkanlah ku sekadar sayang padamu...
Mencintamu hu...
Â
Niken mengalihkan pandangannya kedepan, seketika Adit menggenggam tangannya,
eraat,,
sangat erat...
seolah tak ingin kehilangan,menyalurkan rasa ingin memiliki lewat genggaman tangannya, Niken menoleh,,
sekejap pandangan mereka bertemu, ada senyum terukir di bibir Niken, spontan Adit mencium tangan itu,mengalihkan pandangannya ke depan karna sedang mengemudi tanpa melepaskan genggaman tangan itu,tanpa ada penolakan...
Adit memarkirkan mobilnya di sebuah cafe, karna rasa ngantuk membuat Adit berfikir untuk beristirahat meminum kopi sejenak, karna berkendara dalam keadaan ngantuk itu lebih berbahaya dari pada sedang mabuk, apalagi Adit tidak sendiri, Adit membawa wanita pujaan hatinya yang harus ia jaga ...
Niken duduk di kursi yang sudah di sediakan,menunggu Adit yang sedang memesan Kopi
banyak pasang mata yang terpesona dengan kehadiran Niken, bahkan ada juga pasangan kekasih yang juga sedang nongkrong disana menjadi ribut, karna cowoknya memperhatikan Niken tanpa berkedip membuat si cewe marah tak terima karna cemburu,Niken tak sadar ada beberapa orang mengambil gambar, mereka sengaja memotret Niken karna kagum dengan kecantikan yang di milikinya...
Adit yang baru saja selesai menelpon sehabis memesan Kopi, melihat tak suka dengan semua mata yang memperhatikan Niken, Adit menatapnya dengan tatapan aneh, ada rasa kesal dihatinya melihat Niken di pandang banyak pria ...
menghampiri Niken mengajaknya kembali masuk ke dalam mobil ...
''ngopi di mobil aja..'' ucap Adit menarik pelan tangan Niken
''loh kenapa...?'' tanya Niken heran
''disini ga aman, banyak kucing garong..'' jawab Adit ketus mempercepat langkahnya
''ngaco kamu, kucing dari Hongkong! aku dari tadi duduk ga liat kucing satupun...'' jawab Niken heran mengedarkan pandangannya mencari kucing yang Adit maksud
Adit menghentikan langkahnya, berbalik menatap Niken yang masih kebingungan ..
''disini ga aman Aurel !..''ucapnya dengan ekspresi aneh dan melanjutkan langkahnya masuk kedalam mobil, Niken yang tak mau ribet karna sudah melihat tingkah Adit yang aneh membuatnya bergidik ngeri dan hanya menurut...
''mungkin kucing ghoib..'' ucap Niken pelan,Niken merinding takut dengan fikirannya sendiri
Adit yang mendengar pun menahan senyum merasa lucu dengan tingkah Niken yang tidak peka itu...
__ADS_1