Polisi Itu Jodohku

Polisi Itu Jodohku
47


__ADS_3

waktu sudah menunjukan jam 7 malam, Adit mengajak Niken untuk pergi melihat pameran di alun alun desa, yang tak jauh dari rumah Adit...


sedangkan Hanin lebih memilih untuk pergi bersama teman temannya, Adit mengijinkan, asalkan tidak macam macam dan pulang sebelum jam 10...


tidak dengan bu Aini yang memilih untuk beristirat..


kebetulan disana sedang berlangsung pesta rakyat, bisa di bilang seperti pasar malam yang di lengkapi dengan berbagai macam permainan dan juga banyak pedangang pedagang yang ikut berjualan memeriahkan acara disana...


sebenarnya Adit ragu takut Niken tak suka,tapii... pada saat Adit mengajaknya dan menjelaskan apa itu pameran Niken sangat antusias untuk pergi...


melihat Niken yang sudah siap, dan mulai beranjak dari duduknya ..



Adit yang baru saja turun untuk menggambil kunci mobil, memperhatikan Niken, matanya tak berkedip menatap kecantikan wanita yang berada tak jauh dari posisinya itu, dada Adit berdebar lebih cepat, entahlah fikirannya selalu melanglang buana saat melihat Niken, apalagi body mulus yang di sempurnakan dengan wajah cantiknya, membuat Adit semangkin ingin dan ingin memiliki Niken secepat mungkin ...


Adit segera menepis fikirannya, membuka jaket, lalu berjalan menghampiri Niken ...



''pakai jaket saya diluar dingin '' titah Adit yang di angguki Niken,, bukan hanya dingin tapi Adit tak rela kemolekan tubuh Niken di perlihatkan dengan bebas pada orang orang di luar sana .......


.............


Adit melajukan mobilnya pelan, begitupun dengan Niken yang menikmati suanana malam di kampung Adit, banyak orang yang berjalan kaki untuk pergi ke pameran,karna itu adalah hiburan taunan di désa Adit, jadi banyak warga setempat yang sangat berantusias untuk datang ...


sengaja Adit membuka kaca mobilnya, untuk sesekali bertegur sapa dengan tetangga Adit, tak segan Adit mengajak mereka untuk menumpang mobilnya, tapi mereka lebih memilih untuk berjalan, lebih seru .. ujarnya ...


melihat orang yang juga menyapanya Niken ikut menganggukkan kepala dan tersenyum ramah ...


saat orang orang itu bicara Niken hanya tersenyum, bukan apa apa, karna kebanyakan dari mereka berbicara dengan bahasa sunda, tentu saja membuat kepala Niken berfikir keras karna tak paham dengan apa yang di ucapkan...


sampai di pintu masuk, mobil Adit di hentikan dua orang polisi yang sedang berjaga disana ...



tiiit tiiit tiiiiiiiiit...


Adit sengaja membunyikan lakson mobilnya, mengusir kedua orang yang sengaja berdiri tepat di hadapan mobil Adit dengan santainya ...


''dit kita kena rajia yah..?'' tanya Niken melirik Adit dengan ekpresi kaget, yang membuat Adit gemas...


Anggoro dan Ozi sengaja menghentikan mobil di hadapannya itu, bukan mau merajia, melainkan mereka tau betul siapa yang ada di dalam,


''ada orang kota pulang zi, diem diem aja, udah ga kenal kali zi ..'' teriak Anggoro pada Ozi sedikit keras....


mendengar ocehan kedua sobat di kantor lamanya,aditpun keluar ...


''tunggu sebentar...'' ucap Adit yang di angguki Niken


''wiisshh ....selamat malam ndan , makin ganteng aja kamu dit ...'' ucap Ozi memberi hormat,dan langsung merangkul Adit, begitupun dengan Anggoro yang tak mau kalah menggoda Adit dengan memberi hormat...


''sialan,,,pada sehat kan kalian ..? laah ..kalian kapan gantengnya ?..'' hahahah ucap Adit di gelaki tawa, membalas rangkulan kedua temannya


''kamu bebas dinas, apa cuti ?.. sombong banget ga ngabarin, tau ada, aku ke rumah dit...'' ucap Anggoro

__ADS_1


'' tadi pagi, besok juga pulang, ada urusan doang jadi pulang..'' jawab Adit seadanya


''cepet amat ..?..''tanya Ozi


'' besok malem jadwal piket,...'' mengerti karna memang satu profesi membuat Ozi tak lagi bertanya, mengalihkan pembicaraan pada keadaan di kantor saat adit dan Marlon sudah pindah, lama mereka mengobrol sampai Adit lupa kalo di mobil ada orang yang menunggunya ....


tiiididtiiiiiiiiiiiiiiiiittt...


Niken membunyikan klakson dengan kesal karna di abaikan ....


''astagfirulloh...'' Adit kaget sedikit berlari menghampiri Niken...


membuka pintu mobil,


Niken yang sudah melipat kedua tangannya di dada, dengan wajah cemberut menatap Adit sebal...


''lamaa..'' gerutu Niken


'' kamu lupa ya ada aku disini, terus aja sana lanjutin, aku mau pulang ...'' ucapnya sebal..


''maaf Aurel maaf...tadi keasikan ngobrol jadi lupa ...'' jawab Adit jujur ,, menghampiri niken,


duduk di kursi kemudi, menghadap wanitanya Yang sedang cemberut, Adit mengelus pipi Niken lembut, Niken mencoba menepisnya tapi Adit tak gentar ...


''maafin Aurel,semenjak disini membuatmu tak nyaman, bukan maksudku seperti itu... maaff ..'' berucap lembut dengan mata sendu menatap Niken


hhmh ...


jawab Niken masih dengan wajah cemberutnya...


''hmm sini ...muach ..''


segera menepikan mobil, dan mengajak Niken keluar ..


''ayo..'' ajak Adit


'' emang udah sampe ..''tanya Niken datar


'' sudah, tuh di depan, kita jalan aja, kalau pakai mobil nanti macet...'' jawab Adit


Niken mengangguk dan segera turun mengikuti Adit ...


melihat pintu samping kemudi mobil Adit terbuka, mata Ozi dan Anggoro sigap menatap sosok wanita yang keluar berjalan menghampiri Adit, matanya tak berkedip, menatap dari ujung kaki hingga kepala, menelan ludah kasar melihat pemandangan indah di hadapannya yang mulai berjalan mendekat menghampiri ...


''kalian pada kesetanan ya,..'' ucap Adit melihat ekpresi kedua temannya yang tak menghiraukan ucapanya...


Niken yang di perhatikan merasa tak nyaman, dia melirik pada Adit, Adit segera mengenggam tangan Niken ...


'' copot tuh mata ..'' seru Adit seraya mengibaskan tangan menyadarkan kedua tangannya ...


''gila lu dit ...'' ucap anngoro masih menatap Niken menggelengkan kepala


''anjiir adiit...gue pengen yang begini ...''seru Ozi tak mau kalah


tak mau menghiraukan teman temannya yang terus menatap niken, Adit segera mengajak Niken pergi tanpa memperkenalkan pada kedua temannya itu ....

__ADS_1


''dit kenalin dit, pelit amat lu...'' teriak Ozi yang di balas lambaian tangan Adit tanpa menoleh kebelakang ...


''cantik banget ya aku ...''' hahahaha ucap Niken di gelaki tawa


'' engga ..'' jawab Adit datar


'' eh lupa cantikan mba mba tadi yah ...'' haha goda Niken


'' berjilbab lagi ...ga kaya aku ..'' ucap Niken lagi


''aurelll..'' Adit menghentikan langkah dan menatap Niken tak suka,


Niken menghentikan tawanya ...


''jangan bandingkan dirimu dengan siapapun, karna kamu tak ada bandingannya,...!'' ucap Adit lirih


seketika wajah Niken merona, mengalihkan pandangannya kedepan, mengayunkan kaki melangkah meninggalkan Adit...


Adit menyusul, kembali menggenggam jemari tangan Niken ....


mata niken berbinar merasa senang berada di kerumunan orang orang yang sedang berantusias memeriahkan acara, senyum di bibirnya tak pernah pudar, matanya terus memperhatikan setiap sudut di sekitarnya...


'' wahhh seru sekali...'' ujar Niken


'' kamu suka Aurel ?'' tanya Adit


''tentu saja, ternyata semenyenangkan ini hidup di desa..'' ujar Niken


''hm yakin menyenangkan ..?? acara seperti ini hanya diadakan setahun sekali,..'' ucap Adit menyelidik


'' hm sayang sekali, padahal mereka terlihat sangat senang, kenapa tidak di fasilitasi saja agar acaranya berlangsung setiap hari...'' tanya Niken pada Adit ...sambil berjalan menyusuri berbagai macam dagangan dan permainan yang tersedia disana..


'' aurell, hidup di kampung itu tidak bisa setiap hari punya uang lebih, kebanyakan dari mereka menjual hasil panennya di ladang untuk bisa pergi ke acara seperti ini, yaaa walaupun tidak semua, tapi kebanyakan orang yang datang, ya memang orang yang ekonominya menengah kebawah, kamu tau kenapa ? Karena jaman sekarang orang punya itu sukanya nongkrong di kafé kafe atau tempat tempat moderen lainya, gengsi kalo harus bermain di tempat pameran seperti ini , tuh lihat hampir semua yang berjualan disini memberikan harga yang sangat miring, dan mereka tampak berebut membelinya... mana mungkin anak muda jaman sekarang mau pakai baju murahan ... ujar Adit menjelaskan


''oh gitu, apa kamu juga termasuk kedalam golongan anak anak jaman sekarang yang kamu jelaskan tadi ..? tanya Niken lagi menatap Adit menaikan satu alisnya


''ya enggalah, saya bilang kan tidak semua tapi kebanyakan...'' jawab Adit menegaskan lagi ...


''benarkah ..?'' kenapa susah sekali hidupnya ..? tanya Aurel polos


Adit tersenyum mendengar apa yang baru saja di ucapkan Niken...


''aurell, tidak semua orang hidup seberuntung kamu ..'' jawab Adit lirih


 


mereka kembali berjalan...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


dengan hati riang dan gembira, serta rasa penasaran yang membuat Niken semakin betah berada disana, mencoba berbagai macam permainan, menjajal makanan makanan yang di jual disana,benar benar membuatnya bahagia, untuk pertama kalinya Niken datang ke acara seperti itu,dan ia menikmatinya, bibirnya terus bertanya tentang segala hal yang tak ia ketahui, dengan sabar Adit menjelaskan dan memberi tahu tentang kehidupan dan tradisi di desanya, sesekali mereka bercanda dan tertawa bersama, jemari Adit terus menggenggam tangan Niken, tak membiarkannya lepas sedikitpun..


dan Niken membiarkan itu...


tentu saja, mereka menjadi pusat perhatian, pasangan yang sangat cocok dan enak di pandang, perempuan yang begitu cantik berjalan beriringan dengan pria tampan...

__ADS_1


sungguh membuat iri banyak pasang mata yang melihatnya ...


tak terasa sudah larut malam, tangannya sudah penuh dengan barang barang yang ia beli, tak sedikit juga yang ia dapatkan dari hasil mengikuti permainan yang ada disana, Adit mengajak Niken pulang, tubuhhnya sudah ingin segera beristirahat, menyiapkan tenaga untuk besok kembali pulang ke kota....


__ADS_2