
" Kak Zero.." Kejut Tere dan Vero saat tau siapa yang jatuh
" ehh! " linglung Zero yang langsung berdiri dari jatuhnya
" Maaf gak sengaja.." ucap Zero yang bercampuran gugup dan malu
" Kak Zero gpp?" tanya Vero yang langsung menghampiri kakak kelasnya
" gpp kok.." jwb Dengan nada dinginnya untuk menyembunyikan rasa malu
" Kak Zero ngapain disini?" tanya Tere dengan tatapan selidik
" Emang salah kalo gw disini?" tanya Zero datar ke Tere
" ya gak sih cuma penasaraan aja.." kikuk Tere
" Tadi gw cuma numpang lewat aja liat sekitar sekolah siapa tau masih ada murid lain yang belum pulang eh ternyata bener masih ada murid yang masih nongkrong di halaman belakang.." jelas Zero yang menutupin kebenaraannya
gengsi besti kalo mau bilang nguntitin Gebetanya
" owh gitu, tapi kok kak Zero bisa jatuh?" tanya Tere yang merasa janggal
" kalo itu tadi gw kesandung iya kesandung.." sahut cepat
" udah Re nayak-nayak mulu kaya wartawan aja.." ujar Vero malas
" biasa jiwa ke kepoan gw .." jwb nya
" terus kalian ngapain disini? padahal semua murid udah pada pulang kecuali kelas sepuluh yang ada ekstrakuller?" tanya Zero sok basa-basi
" Cuma cari angin-angin aja sihh.." jwb Vero
" owh, kalo udah puas cari angin-angin cepet pulang udah sore juga." lanjut Zero yang lirik melirik kearah Vero yang menunduk.
" iya." jwb serempak
" emm kak.." panggil Vero yang hanya dibalas alis yang dinaikan Zero
" kak zero gak liat apa-apa kan?" tanya Vero gugup
" liat apa?" balik tanya
" itu Gw sama Tere.."
" oh itu gw liat kok tadi."jwban yang langsung membuat Vero dan tere menegang
Apa liat? hadehh jangan bilang liat kerandom aneh tere yang super menggelikan tadi mau ditaruh kemana wajah cantik bin imut ini pikiran gadis itu
ya diwajah lah yakalik mau ditaruh di bawah ketek lu
diem deh thor kita lagi panik nih jadi gak usah tambah kita beban lagi
ya Lopyu too
stress punya author kelamaan jomblo gini
" Jangan pikir aneh-aneh ya kak tadi itu cuma candaan kok.." ujar Vero yang menyenggol lengan tere
__ADS_1
" iya kak itu cumad candaan jadi jangan cerita sama yang lain-lain ya kak.." mohon Tere dengan melas
" Kan kak Zero tau gimana isi penghuni sekolah ini?" tanya nya
" kita gak mau kalo dijadiin bahan ghibah gak jelas gitu.." lanjutanya
" dan Vero juga tau kalo mulut kak zero gak mungkin lemes cerita-cerita sama yang lain.." celetuk Vero yang langsung mendapatkan pelototan Zero
" kalian bicara apa sih?" tanya Zero yang sok² gak tau kenyataanya
" ya itu yang kak Zero liat tadi.." sahut Tere
" ya gw liat tadi kalian cuma makan mangga sama somay kok. emang ada yang lain?" tanya nya
" haa! itu doank yang kakak tau?" tanya Vero tere berengan
" iya"
" beneran kak Zero gak liat?" tanya Vero dan Tere memastikan jawaban nya
" hem.." jwb malas
" hufftt syukur deh.." lega Tere dan Vero saat mengetahui jawaban Zere yang sempat menegangkan.
" emang ada apa?" tanyanya
" Gak ada apa-apa kok kak" jwb Vero tere serentak
" emm kalo gitu kita duluan ya kak udah sore juga.." ucap Tere yang langsung menggandeng tangan Vero tapi belum sempat melangkah tiba-tiba Tangan vero satu nya langsung dicekal oleh Zero
" eh maaf.."
" Besok luh ada waktu gak?" tanya Zero memberanikan diri
" ada sih, emang kenapa kak?" tanya Vero
" Besok rencananya mau ke kafe yang baru dibuka itu jadi elu ada waktu gak? kalo gak ada sih bisa kapan²." jelasnya
" Kafe ya kak?, emm oke deh.." jwb Vero langsung
" yaudah pulang sekolah kita ketemuan dikafe sekalian gw mau lebih dekat sama elu.." ujar Zero yang langsung mempelankan suaranya diakhir kata
" ha?"
" gak lupakan." jwb Zero mode jutek
" Oke , kalo gitu kami duluan ya kak.." ucap Vero saat mendapatkan kode senggolan dari Tere
" iya ati-ati dijalan.." jwb Zero yang langsung mendapatkan anggukan kedua gadis didepannya
" Yess akhirnya bisa ngomong juga sama calon ayangg.." celetuk Zero dengan senyum mengambang
" Gak sabaran buat besok, gw harus dandan cakep nih biar si Vero terpesona.." lanjut Zero
" Akhhh akhirnya..." teriak Zero yang begitu senang hingga tak sadar menggoyangkan pinggulnya
" napa luh men?" tanya pemuda yang tiba- tiba nonggol
__ADS_1
krik krik krik
Seketika langsung Hening
" Apa?" tanya Zero yang langsung memposisikan mode dinginnya
" Sejak kapan luh disini?" tanya nya
" sejak luh teriak sama joget gak jelas.." jwb Nino santai
glekk
" Ngaco .." elak Zero yang menutupin kegugupannya saat tau sahabatnya mempergokin.
" udah sore mau balik gak?" tanya Zero menggalihkan pembicaraanya
" Tapi.."
" Mau gw tinggal?" tanya Zero mengangkat salah satu alisnya
" jangan gw mau nebeng montor gw baru dibengkel.." jwb Nino langsung mengikutin langkah Zero yang sudah didepan
kok bisa si ketaun sama si curutt ini batin Zero yang masih malu
" kejadian yang langkah.." gumah Nino saat melirik sahabatnya yang menampilkan wajah dingin and datar.
Di luar sekolahan
" Gimana nih Re?" tanya Vero menggoyang-goyangkan lengan Tere
" Veronica Chintya yang paling cantik bin imut udah seribu kali luh ngomong gitu mulu, dan bisa patah nih tangan gw kalo luh goyang-goyangkan tanpa berperikemanusiaan.." jwb Tere yang jengah oleh kelakuan sahabatnya
" ya maap, orang tadi gw tanya gk elu jawab².." ujar Vero
" gak dijwb pala luh, gw udah seribu kali gw jwb tapi luh tanya lagi sampai mulut luh berbusa.." jwb Tere kesal
" Sialan gw serius Re.." ucap Vero yang langsung menggeplak lengan Tere
" sakit anjirr.." ringis Tere mengelus-elus lengannya yang baru saja digeplak Vero
" gw juga tadi serius Veronica.." jwb nya
" tapikan elu tau tadi pagi gw adu mulut sama kak Zero, masa langsung nerima ajakan Kak zero gitu.." jelas Vero
" Apalagi nanti bakal jadi gosipan .." lanjutnya.
" hey , Vero mana vero yang santuyy itu tanpa mempedulikan omongan orang.." sahut Tere yang memegang bahu Vero
" terus Veronica yang super santai dan super anti cowok mana?" tanya Tere menggoyangkan bahu Vero
" jangan bilang luh udah jatuh cinta sama Kak Zero?" tanya Tere lagi
" enggak lah yakalik gw jatuh cinta sama tuh orang.." jwb Vero kesal oleh ucapan ngawur sahabatnya
" kan siapa tau aja gitu. cinta pandangan pertama." ujar Tere santai
" Apaan sih kok jadi ngaco gitu dahlah jadi mls gw, bye gw duluan.." ujar yang sudah kesal mendengar ucapan sahabatnya, tanpa mempedulikan teriakan Tere yang terus menyamakan langkahnya.
__ADS_1
" Woyy kamprett , tungguin .." teriak Tere
bersambung..