
Ditengah perjalanan tak luput dari kedua gadis yang berjalan ditepinan jalan yang sepi dengan mulut yang sadari tadi berkomat kamit.
"Gara-gara luh ini re kita ketinggalan bus nya.." ucap Vero yang masih menormalkan nafasnya yang sempat tersengal²
" Kok gw sih jadinya.." jwb tak terima tere yang dituduh seenaknya oleh sahabat nya krn dialah yang membuat ketinggalan buss
" Ya gara² luh lah, luh berhenti cuma mau beli cilok padahal udah tau kalo buss nya datang lima menit lagi.." ujar Vero dengan wajah kesal nya entahlah menurut Vero hari ini hari yang sangat menyebalkan baginya.
" udah gitui sialnya dikejar para preman untung kita bisa lolos coba kalo gak haiss gak bisa bayangin.." lanjut Vero saat mengingat tadi dihadang oleh para preman
" Sungguh hari yang sangat menyebalkan dan tersialkan bagi gw.." teriak Vero menendang botol kaleng didepannya dan tanpa sengaja botol itu mengenai kepala pemuda yang baru saja turun dari montor ninja hitamnya.
" Brengsekk.." ucap Pemuda itu emosi ketika botol kalenganya mengenai kepalanya.
glekk
" Anjirr malah kenak orang.." grutu Vero yang melihat pemuda itu menatap tajam kearahnya
" Buyerr dah bakal masalahnya..'
" Re "
" Re , Tere.." panggil Vero berjalan mundur
" Tere" panggilnya lagi saat belum menyadari kalo Tere tidak ada dibelakang
" Sialan, si curut kemana udah tau stuasinya lagi darurat gini malah ngilang.." grutu Vero kesal saat melihat sahabat tak disampimgnya lagi
" Luh yang nendang botol ini ?" tanya pemuda itu yang menghampiri Vero yang sudah gemetar ketakutaan karena aura pemuda itu.
" Gw tadi gak sengaja.." jwb Vero dengan suara pelan karena takut oleh tatapan yang begitu dingin menusuk
" Apa? luh bilang gak sengaja?" tanya Pemuda itu yang masih mendengar jwb gadis didepanya
" emang gw gak sengaja kok, tadi itu gw lagi kesel makanya gw nendangin botol kaleng itu dan gw gak tau kalo bakal kena kepala lu.." jls Vero yang memberanikan diri mentatap pemuda didepanya
" Orang kepala luh juga gak bocor kan? jadi yaudah ini cuma bisa dibilang ketidak sengajaan." lanjut nya
" Ketidak sengajaan luh bilang he?!" jwb nya sinis
" ya emang kok gw gak sengaja juga, emang luh mau ganti rugi gitu cuma masalah kaya gini ?" tanya Vero yang sudah kesal dengan pemuda didepanya
" gw disini juga rugi ya,karena sepatu gw juga kena tuh botol kalengnya jadi yaudah seimbang." ujar Vero yang tak mau kalah
" itu salah luh sendiri, ngapain juga nendang-nendang botol?" tanyanya
" Dan gw gak mau tau luh harus tanggung jawab apa yang luh lakukan tadi.." ujar Pemuda itu dengan wajah datarnya.
Baru kalik ini gw dapet cewe yang gak langsung gw kasih pelajaraan .batin Pemuda itu menatap wajah cantik Vero tapi tatapan kagumnya pun langsung buyar saat mendengar ucapan yang dilontarkan cewe aneh itu.
" Gak bisa gitu donk, tadi gw udh jelasin kalo gw kaga sengaja .." ucap Vero yang tak terima
" are you a loser?" tanya Pemuda itu dengan wajah yang amat datar .
" Loser? he, gw bukan seorang pecundang ya seenaknya aja luh ngatain gw pecundang. disini itu Mas nya yang gak mau ngalah sama cewe toh ini juga masalah sepele kok dibesar-besarin." jelas Vero dengan wajah kesalnya saat mendengar ucapan yang sangat menyebalkan.
Sedangkan pemuda itu yang mendapatin omelan gadis didepanya hanya menampilkan wajah datarnya.
" Apalagi-"
" oy apa-apa nih narik tangan gw.." Sentak Vero yang belum sempat melanjutkan kata-katanya karena tarikan yang cukup keras.
__ADS_1
" Asw, jangan kurang aja ya narik-narik tangan gw .." ucap Vero yang berusaha memberontak dari gegeman pemuda didepanya.
" B*cot.." Sahut Gavin dengan nada yang amat dingin.
glekk
Seketika Vero langsung terdiam saat mendengar ucapan yang sangat dingin.
" Lu mau apa?" tanya Vero yang langsung merinding ketika memasuki sebuah bangunan yang amat tua. Sedangkan Gavin masih diam tanpa mempedulikan gadis yang dia tarik mendumel tak jelas.
" Cok.." panggil Vero yang sudah sangat kesal yang sadari dikacangin.
Brakk..
Gavin pun langsung menedang pintu yang menjulang tinggi dengan satu kaki dan itu langsung membuat orang yang bergeromboll itu langsung tejengkat kaget.
" Anji-" ucap salah satu pemuda itu yang langsung dibekap oleh teman sampingnya saat mendapatin siapa biang kerok nya.
" eh Bos.." ucap Para pemuda itu
Vero? jangan ditanya lagi saat ini Vero hanya bisa diam membisu saat mendapatin para grombolan pemuda didepannya eh tidak bukan hanya kagum oleh grombolan itu lebih tepat nya kagum oleh banguan tua ini tidak disangka bangunan yang dikira kumuh dan tak terawat dalamnya bisa seperti istana.
gila gak nyangka dalam banguan yang tua kumuh gini dalam nya kaya di istana bersih rapi dan serba barang² sultan batin Vero yang masih setia meneliti setiap sudut bangunan ya sempat menyeramkan.
eh ngapain gw malah ngagumin nih banguan sih, harus gw harus protes sama nih cowok menyebalkan.
dumel Vero serayan menggeleng-geleng kepalanya.
" Lepasin brengsekk.." BentakVero yang berusaha melepaskan cekalan pemuda itu
" Tutup mulut mu Nona.." bentak salah satu Pemuda yang bergrombol itu.
" Harus nya elu yang tutup mulut.." balas vero yang tak terima
" Diam.." Ucap Pemuda yang langsung memotong ucapan Salah satu anak buahnya.
glekk
Seketika ruangan itu pun terasa dingin.
tanpa basa-basi Pemuda itu pun langsung menyeret Tubuh mungil Vero hingga tepat di depan lorong yanga amat gelap.
" Masuk " printahnya
" ogh.."
" Gw bilang masuk ya masuk, dan gak terima bantahan" ujar nya.
" dan gw bilang ogh ya ogh dan gw juga gk butuh bantahan" jwb Vero yang langsung membuat Gavin nama pemuda itu naik pitam. tanpa babibu Gavin pun langsung menggendong tubuh Vero bagaikan karung beras kaki jenjang Gavin pun terus menuruni undakan tangga.
maksudnya tuh kaya lorong gitu tapi ada tangganya kalo gak phm skip aja :)
" Lepasin woyy .." teriak Vero ya berusaha memberontak
" Anj-.." umpatan Vero yang terpotong karena suara pintu yang lagi-lagi ditendang Gavin Keras.
Kasian gw sama pintu nya.
back pintu ' :) ' pasrah dengan keadaan
Brakk...
__ADS_1
tanpa berperasaan Gavin pun langsung menjatuhkan tubuh Vero dilantai.
" Sialan.." umpat Vero saat mendapatin tubuh yang amat nyeri.
" Mau luh apa sih!? heran gw .." Ucap Vero yang lansung berdiri dari jatuhnya
" Jadi Cewek gw.." jwb The to poin Gavin
uhuk
" Apa?" ucap Vero yang kesadak ludahnya sendiri
" Gw tau kalo luh gak budek ." ucap Gavin datar
" Maksud luh apa?" tanya Vero menggeretakan giginya
" tanda tangan.." ujar Gavin yang langsung menyodorkan sebuah map yang baru saja diambil dimeja nya
" gak gw gak bakal tanda tangan surat gak jelas ini apalagi harus jadi cewek lu maap sebelumnya gw gak kenal sama luh.." jwb Vero yang hendak pergi dari tempat yang remang-remang ini belum sempat melangkah tangan Vero pun dicekal oleh Gavin.
" Gw kasih pilihan Jadi cewek gw dan tanda tangani surat ini atau gw bakal ngelakuin hal yang tak terduga oleh keluarga luh?" Ucap Gavin dengan senyum liciknya.
" Ngancem lu" tanya Vero mengangkat alisnya
" Gw gak bakal takut sama ancaman luh.." lanjut Vero yang langsung menampilkan senyum manis yang penuh ejekan
" Oke, kalo pilihan luh itu gw bakal ngelakuin hal tak terduga dikeluarga luh Nona Veronica Chintya Wibowo anak dari tuan Herry wibowo.." ucap Gavin lembut tak lupa dengan tatapan sinis nya yang di arahkan oleh Vero
" luh??" tunjuk Vero kaget saat mendengar kata-kata Gavin
" why? ada yang salahkan?" tanya Gavin dengan tatapan Mengejek
" Baik gw bakal tangani surat ini.." jwb Vero ya yang langsung menyambar sebuah map didepannya.
" pikir baik-baik dulu nona jangan gegabah, bukan sebelumnya Nona menolak keras.." ucap Gavin diselain ejekan
" Gw tau luh bukan orang biasa.." jwb Vero yang diam-diam mengepalkan tangannya
" puas?" tanya Vero serayan melemparkan map nya didepan Gavin
" this will not be satisfied until you are completely mine" ucap Gavin yang menatap mata coklat Vero
kenapa jantung gw berdetak lebih cepat saat menatap dia batin Gavin
" And it will never happen " Jwb Vero menatap Sinis kearah Gavin setelah mengucapkan itu Vero pun lamgsung melenggang pergi tanpa mempedulikan Gavin. persetan dengar arah jalan Vero tak peduli yang penting harus cepet² jauh-jauh dari bangunan terkutuk itu.
" Gavin? gw yakin dia bukan orang biasa yang bisa tau gw anak dari herry Wibowo yang tidak dipublik oleh ayah ." ujar Vero yang menatap kosong di setiap jalan.
" Mine baby " gumah Gavin menatap sebuah foto yang berisi Foto Vero.
Sedangakn ditempat lain Terdapatlah gadis yang masih asik dengan makannya yang dia beli.
" emm ya ampun cilok nya enak banget .." ucap Gadis itu yang tak lain Terw yang masih menikmatin Ciloknya
" bentar-bentar tapi kok ada yang janggal ya tapi apa" lanjut Tere yang berusah mengingat² sesuatu.
" Ya ampunn Vero .." Teriak Tere yang mengingat sahabatnya yang masih ditempat tadi.
" Sial bakal kena ceramah nihh." dumel Tere yang langsung berlari kearah tempat mereka tadi.
Bersambungg.
__ADS_1
Sebelumnya Author cuma kasih tau mungkin disetiap Bab author bakal ngerubah kata-katanya dari cerita sebelumnya tapi kalo masalah Alur tetap sama disini cuma Author ganti kata²nya aja kok dan Author juga terima kasih buat kalian yang kasih dukungan pada cerita ini kalo gitu sampai ketemu lagi see you..