
Angin yang berlalu, jalan yang dipenuhi pohon rindang kanan kiri membuat angin berlalu dengan suasana semilir.
Tapi entah kenapa suasanan yang nyaman ini membuat gadis cantik yang berjalan ditepi jalanan itu merasa nyaman dengan lingkungan yang Saat ia rasakan.
Padahala jam sudah menujukan tujuh lewat tiga puluh siang tapi itu tidak membuat gadis remaja enggan mengejar waktu sekolahnya. entah apa yang dia pikirkan membuat dia melamun dan diam disepanjang jalan yang sepi ini hingga sampai didepan gerbang sekolah yang sudah ditutup .
" Hey.." teriak pemuda itu didepan gerbang sekolah
membuat Vero yang sadari melamun pun langsung tersadar.
" Ya elu.." teriak nya lagi saat melihat wanita manis itu hanya menoleh kekanan kiri
" ya ada apa?" tanya the to poin
" ada apa ada apa , apa luh gak liat sekarang jam berapa ha!!" bentak pemuda itu dengan wajah yang menahan marah
" bukanya elu pakai jam? ngapain tanya ke gw ?" ujar Vero santai
" akhh gw tau apa luh jangan-jangan gak tau cara memakai jam, makanya elu tanya orang jam berapa sekarang?" ujar Vero dengan datar
" Maksud luh apa ha!"
" Maksud gw percuma luh pakai jam mahal dan mewah kako ujung-ujungnya tanya ke orang lain jam berapa sekarang?" ujar Vero yang menatapa malas dengan grombolan yang didepanya
" elu , kok lama- lama kurang ajar ya sama kakak kelas" sentak gadis berambut panjang itu yang langsung mendorong tubuh Vero
" wohh santai donk mbak.." kekeh Vero sinis
" Stop Andin.." lerai pemudah itu
__ADS_1
sedangkan orang yang bernama andin itu hanya bisa menahan kesal saat tubuhnya langsung ditarik pemuda itu ( Alista author ganti jadi andin ya )
" Sekarang gw mau tanya , apa alesan luh sering telat?." tanya Pemuda itu yang bernama Zero
" gw ada urusan ." jwbnya
" dan apa baik orang lain mengetahuin urusan orang lain?" tanya Vero langsung memotong ucapan Zero yang ingin ia layangkan
" oke, kalo gitu luh keruang Bk biar yang urus biar Pak Ahmad karena luh udah telat lebih dari tiga hari." ujar Zero seraya menncatat kedisiplina Vero tak hanya vero saja semua siswa siswi pun juga.
" kalo ujungnya gitu ngapain gak daritadi, buang-buang waktu.." ujar Vero yang langsung melongos begitu saja saat pintu gerbangnya dibuka
itu tadi posisinya Zero dan teman-temannya diluar gerbang ya
" Dasar gak punya sopan santun, beraninya menerobos gitu saja.." sentak Andin saat merasakan senggolan bahu nya sedangkan Vero hanya tersentum sinis kearah grombolan yang sangat menyebalkan
Diruang Bk saat ini Vero sudah duduk dengan anteng dikursinya sambil mendengarkan ceramah guru didepanya.
" Kamu lagi kamu lagi gak capek apa ha telat setiap hari.." ujar Pak ahmad prustasi saat melihat kelakuan Vero yang terlewat santai
ye gak tau aja kalo didalam hati vero udah deg dag dig du jederr takut kalo ini terakhir masuk sekolahnya.
" mau alesan apa lagi yang kamu berikan?" tanya Pak Ahmad yang langsung menyandarkan tubuhnya dikursi kebangsaanya
" kaya biasanya pak" jwb Vero
lagi dan lagi Pak Ahmad menghembuskan nafas panjangnya.
" kalo kamu tau ini tidak menyangkutkan kepintaran kamu mungkin beasiswa kamu udah dicabut dan juga kamu udah dikeluarkan dari sekolah ini." jelas Pak ahmad
__ADS_1
" harusnya kamu udah tau itu, tapi mengapa kamu masih melakukan perilaku kamu yang buruk kamu tau kan disekolah ini juga ada peraturan harus nya kamu bisa menaatinya bukan seenaknya telat kaya gini.." lanjut nya
" Maaf pak.." jwb Vero yang langsung tersadar
" Kalo besok kamu masih telat, sebaikanya kamu gk perlu berangkat sekolah lagi."
" Maksudnya bapak aku dikeluarkan?" tanya Vero yang langsung mendongokan wajah nya kearah pak ahmad yang santai itu
sudah ku duga
" ya, saya juga udah lelah kalo suruh ngurusin siswi kaya kamu terus-terusan bahkan sama hukuman aja tidak membuat kamu berubah sikap kamu.." ujar nya
" maaf pak."
" dan juga saya berjanji akan menyesuaikan diri dan mengikutin peraturan sekolah ini pak.." jls Vero bersungguh-sungguh
" gak perlu berjanji Vero tapi buktikan kalo kamu sudah ingin mengikutin aturan sekolah ini.." tegas Pak ahamd
" baik.."
" karena urusan ini sdh selesai kamu boleh kembali kekelas kamu.." ucap Pak ahmad
" kalo gitu saya permisih dulu pak dan sekali lagi maaf atas kelakuan saya dan makasih juga bapak masih mau mempertahankan saya.." ucap Tulus Vero
" iya , bapak harap kamu emang merubah sikap kamu.." ucap nya
" siap saya laksanankan komandan." ujar Vero yang langsung mengangakat tangan nya seraya memberi hormat sedangkan pak ahmad hanya menggeleng-geleng kepalanya.
bersambung..
__ADS_1