Posessive Boss Gengster (Gaver)

Posessive Boss Gengster (Gaver)
Kerecehan Keluarga Wilson Dan Smith


__ADS_3

Montor Ninja Hitam pun memasuki halaman yang besar dan luas yang baru saja dibuka oleh seseorang pria setengah parubaya itu.


" Selamat datang Tuan Muda.." ucap Satpam yang baru saja membukakan gerbang yang menjulang tinggi itu.


" hem." jwb Datar pemuda itu yang baru saja turun dari montor ninja hitamnya.


Sedangkan Sang satpam hanya bisa menghelas nafasnya melihat tuan mudanya yang begitu dingin.


" Mau apa kamu kesini ha!?" Teriak Wanita setengah Parubaya yang menghadang didepan pintu dengan tangan yang memegang sapu.


Sedangkan orang yang diteriakin hanya bisa mengehelas nafas malas saat melihat orang yang ingin dihindari.


" Mah" panggil nya


" Mah, Mah masih kenal kamu ha sama mama mu ini?" ketus Mama Gavin, Sonya


" Seminggu gak pulang, tapi sekalinya pulang gak bawa mantu mama maksudnya apa!? " Ujar Bu Sonya melayangkan sapunya di pantat gavin.


" ihhs sakit mah , ampunnn" ringis Gavin saat sapu nya mendarat dipunggungnya.


" Kamu gak inget kata-kata mamah dulu, kalo pulang itu bawa mantu mamah." ujar bu sonya dengan nafas ngosh ngosh annya.


" Kan mamah tau kalo Gavin gak punya pacar.." jwb nya


" Hey, Kamu kira mamah gak tau kalo kamu tadi bawa gadis ha dimarkas kamu?" ujar bu sonya sambil menghentikan pukulanya.


" Mamah tau darimana?" tanyanya.


" Mimih tiu dirimini.." jwb bu sonya sambil mengulangin kata² anaknya sedangakan Gavin yang mendengar jawaban sang mama nya hanya mendengus.


" itu gak penting, sekarang yang paling penting besok kamu harus bawa calon mantu mama titik gak pakai koma." ujar Bu Sonya dengan tatapan tajamnya


" tapi!"


" Apa mau bantah ha! " ujar Bu sonya yang ingin melayangkan sapunya lagi.


" enggak.." jwb langsung Gavin


" Bagus, kalo gitu besok kamu harus bawa calon mantu mamah dan mamah gak terima alesan apapun.." lanjut Bu sonya yang langsung meninggalkan sang putranya yang meneriakin gak jelas.


" Sialan, baru juga mau pdkt an udah surug bawa aja.."


prustasi Gavin menjabakin rambut pirangnya


" dasar mamah Sia-" ujar Gavin yang langsung mendapatakn lemparan sapu


" GAVIN, MAMAH DENGER YA !!" teriak bu sonya didalam rumah

__ADS_1


glekk


" gak kok mah "


" Keren.." gumah Gavin yang langsung melangkah kaki nya kedalam.


" Selamat sore, Tuan muda" sapa pak yen sang kepala asisten.


" iya"


" Tuan muda, dipanggil sama tuan besar ke ruang tamu" ucap Pak Yen


" ya" jwb singkat gavinn yang langsung melangkah ke ruang tamu dan meninggalkan pak yen yang masih berdiri.


Di ruang tamu.


" Ada apa?" tanya gavin yang sudah berhadapan dengan sang kakeknya


" dasar cucu durhaka, sopankah dengan kelakuan kamu itu.." ujar Pak Yeko yang langsung berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri sang cucu nya .


" apa?" tanya the to poin Gavin


plakk


" ohh luh gitu ya sama kakek ha! gak ada sopan²nya loh sama orang yang lebih tua! udah gitu gak ada basa-basinya" dengus sang kakek yang berhasil mendaratkan satu geplakan dikepala sang cucunya


" Kapan kakek pulang?" tanya malas Gavin


" 2023" jwb santai sang kakek yang langsung mendapatakan wajah datar Gavin.


" Canda bos.."


" kakek ngapain pulang?" tanya Gavin sambil melepaskan jaket hitamnya.


" masalah ha kalo kakek pulang suka² gw donk mau pulang apa gak bukan urusan loh.." jwb Sang kakek dengan bahasa gaul anak muda


" Kalo kakek pulang cuma mau bahas tentang itu, gavin mau balik kekamar.." ujar Gavin yang hendak melangkah pergi. tapi belum sempat pergi kerah baju gavin langsung ditarik dengan keras oleh sang kakek


" kakek belum selesai bicara Gavin" ucap Pak Yeko dengan dingin


" Apalagi sih kek, gavin kan udah pernah bilang sampai kapanpun gavin gak akan terima tawaran kakek.." ujar Gavin yang menyentak pelan tangan keriput kakeknya.


" Kakek sudah tau jawaban kamu vin, lama² kakek bisa depresot vin hadapin keras kepala kamu itu emang kenapa kamu gak mau nerima jadi penerus dunia gelap kakek?" tanya Pak Yeko sambil menyalahkan api ke batang rokoknya.


" kalo gitu kakek gak usah ngebujukin gavin lagi untuk nerima tawaran kakek jadi penerus dunia gelap kakek" ujarnya gavin yang mendudukan bokongnya kearah sofa.


" Kalo gitu terima tawaran papah aja jadi penerus perusahaan .." sahut pria setengah parubaya yang tiba² ikut gabung.

__ADS_1


" Dasar menantu gak ada akhlak , sopan kamu gitu.." ujar Pak yeko yang menatap tajam kearah menantunya.


" oh ada ayah toh.." ujar pak Azeko santai


" Sebesar ini kamu gak liat ha! atau emang mata kamu bermasalah" ketus Pak yeko menatap permusuhan ke menantunya.


" mungkin."


" jadi gimana kamu mau kan terima tawaran papah jadi penerus..?" tanya Pak azeko yang mendekatin sang putranya.


" gak"


" kenapa? emang ada masalah sama perusahaan papah sampai kamu gak mau jadi penerus perusahaan papah yang sudah terkenal dinegara lain? vin seharusnya kamu bersyukur jadi pewaris satu²nya di keluarga wilson." jelas Pak Azeko


" tapi buat gavin gak" jwb datar


" Gavin, bakal menegaskan kalian lagi, gavin. gak bakal terima tawaran dari ayah maupun kakek yang jadi penerus perusahaan atau dunia gelap." ujar Gavin dengan nada dingin.


" terus kalo bukan kamu siapa lagi?" tanya Pak Yeko tak terima dengan perkataan sang cucunya


" Iya terus kalo bukan kamu siapa lagi nak, cuma kamu satu harapan kami " sahut pak Azeko


" itu urusan kalian.." jwb Gavin yang beranjak dari duduknya.


" kalo gitu buatkan kami cucu, agar mereka yang jadi penerus kita.." ujar Pak Azeko dan kakek yeko bersamaan.


" Apa?" teriak Bu sonya yang langsung menghampiri ketiga pria itu


" Mana bisa cucuku harus menjadi penerus kalian?, asalkan kalian tau ya cucuku besok harus jadi teman masa tua aku bukan jadi penerus kalian.." ujar bu sonya dengan tangan bersedekap dan menatap tajam kerah ketiga pria didepannya.


" maksud kamu apa?" tanya Pak Azeko yang tak terima dengan ucapan sang istri.


" ya, maksud mamah besok suatu saat cucu mamah perempuan harus jadi teman masa tua mamah.." jelas bu sonya dengan wajah sok nya.


" mana bisa " bantah kedua pria itu.


" cucu/cicit ku besok harus laki biar jadi penerus kita.." ujar pak Azeko dan kakek Yekp bersamaan.


" gak bisa, cucu ku harus perempuan.." ujar Bu sonya memelotokan mata nya dengan tangan dipinggangnya.


" gak , harus laki.." balas Pak Azeko dan Kakek Yeko bersamaan


" gak bisa harus perempuan.." bantahnya


" keluarga aneh" gumah Gavin yang langsung pergi dari ruangan yang penuh drama itu.


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2