
...Met baca, jan lupa vote dan komen 😾...
.......
.......
2 MINGGU sepulang mereka dari pulau Sumatera, kini mereka melanjutkan keseharian seperti biasa.
Jam sudah menunjukan pukul 5:30 pagi, Doni dan Gita sudah selesai sholat subuh. "Mamii, mumu Doni mana miii." panggilnya pada Gita.
Doni lagi anteng duduk di sofa depan tv, lagi nonton Spongebob dia tuh.
Udah rapi, enggak maksudnya udah pakai seragam tapi tetep gak rapi gitu ceritanya, seragamnya dikeluarin, gak pakai dasi juga tuh.
"Nih." ujar Gita datar sembari meletakan mumu milik Doni di meja kaca depannya, kemudian berlalu dari sana.
Doni terdiam, dia terus menatap Gita sampai wanita itu masuk ke kamar lagi. "Kok? Tunggu...gue ada buat salah?." disaat seperti ini Doni harus berpikir keras.
Kenapa Gita tak acuh padanya gini, apa salahnya, kenapa Gita begini kenapa?.
"Perasaan, gue udah nyuci baju deh semalam..udah gue angkat juga, kenapa ya?." Doni memilih berjalan menuju kamar mereka.
Dia was-was, takutnya Gita marah padanya atau semacamnya gitu loh.
"Gita, kamu kenapa?." tanya Doni pelan sembari masuk ke dalam kamar.
Disana dilihat, Gita tiduran di kasur membelakangi pintu kamar. "Gak papa." jawab Gita datar.
Doni semakin khawatir, dia berjalan mendekat dan duduk dipinggir kasur, perlahan dia menyentuh dahi Gita dan yah, panas.
"Kamu saaakiiiiiit. Bentar ya aku panggil Dokter dulu." Doni panik, dia langsung berlari keluar kamar guna menelepon Dokter.
Istrinya sakit, istrinya sakit, istrinya sakiiittt aaaaaaa Doni kelimpungan harus melakukan apa.
Setelah Doni keluar, Gita berdecak kesal lalu menelepon Jeje.
"Halo kak."
"Je, belikan kakak bubur ayam dong."
"Kak sakit ya? Haha udah tebak sih."
"Adek kurang ajar, cepetan!. Bawa sekalian temen kamu yang lain."
"Siap, Kak Gitaaa."
Gita mematikan sambungan, tak sadar kalau Doni ada di kamar itu juga, mendengar jelas kalau Gita malah menelepon Jeje.
"Kamu kok, malah telepon Jeje? Kan aku bisa beliin buburnya." cetus Doni pelan.
__ADS_1
Dia cemburu, kenapa Gita mengandalkan orang lain disaat Doni ada. "Kamu lagi kelimpungan nelepon Dokter, ya kali aku repotin buat beli bubur." jawab Gita.
"Tapi aku suami kamu."
"Iya aku tau."
"Jangan gitu lagi, repotin aja aku jangan cowok lain." Doni naik ke kasur dan memeluk tubuh Gita erat.
Dia tak mau istrinya malah ngerepotin cowok lain sementara Doni disini siap untuk direpotin.
"Hm, bersihkan rumah. Teman kamu nanti mau dateng."
"Aku panggil Go Clean aja ya, aku gak ngerti cara nge pel lantai."
"Terserah kamu aja."
Doni cuma taunya nyuci baju, nyuci piring sama nyapu rumah doang.
Lumayanlah buat cowok remaja.
..........
Jam sudah menunjukan pukul 8 pagi dan rumah Doni Gita sudah ramai dengan recokan Vino dan Xeno.
"Berisik lo! Gue lagi belajar baca Iqro!." sentak Adi kesal.
Dia lagi belajar Iqro sama Jeje tapi dua teman setannya malah berisik soal PS. "Gue dulu yang main lah, mau main Downhiilllllllll." rengek Vino seraya menarik lengan seragam Xeno.
Vino menggeleng ribut. "Gue bakalan tenang, janji!."
"Halah, bullshit."
"Iih! Anjing seriuuuusss!!."
"Berisik asu!."
"GUE LAGI BACA IQRO! BISA DIAM GAK ANAK SETAN!!?." kan, Adi kalau udah ngamok semua kicep.
Bahkan sekelas Arsa yang lagi asik pelukan sama Diara juga terdiam.
Vino dan Xeno langsung menunduk takut, serem ah kalau Adi marah.
"Maaf Di, maaf." ujar Vino pelan.
Adi berdecak kesal, kemudian fokus lagi.
"Titik dua diatas, apa Di?." Adi memandangi huruf Hijaiyah yang Jeje tunjuk.
Dia lagi berfikir keras. "Ta, bukan sih?." ceplosnya.
__ADS_1
Jeje mengulas senyum bangga dan mengangguk. "Terus, titik 1 dibawah."
"Ba."
"Titik tiga diatas."
"Tsa."
"Lidahnya digigit sedikit."
"Tsaaaa."
Ekspresi wajah Adi mirip anak kecil yang baru belajar ngaji, lucu ih.
"Pinter lo!."
"Ehe, gue liat-liat bentar di youtube, sebelum kemari gue belajar dulu."
Jeje bangga pada sahabatnya ini, bagus-bagus.
Vino dan Xeno karena dimarahi Adi jadi memilih keluar aja, mereka lagi di taman rumah Doni.
Rencananya mau manjat pohon mangga, eh taunya ketemu sama sesuatu.
"Tunggu, ini tupai kenapa modelannya begini!?." seru Vino saat melihat seekor tupai besar dipagar rumah Doni.
...
Xeno langsung mundur, seram cuy Tupainya. ...
"Kenapa model mukanya kayak setan iblis kenapa!?" cerocos
Xeno tak habis pikir.
...Tupai itu memandang mereka, dia menegakan badannya dengan satu tangan yang ada didada, seakan menunjuk dirinya sendiri.
"IYA KAU ANJING! SIAPA LAGI KALAU BUKAN KAU SETAN!! ASTAGFIRULLAH!." Vino ngegas saking kesal
...
Akhirnya mereka memilih masuk ke dalam rumah lagi, gamau ambil pusing soal tupai jejadian itu.
Doni dan Gita lagi di dalam kamar, Doni gamau keluar, dia mau nemenin Gita seraya mengganti kompresannya berulang kali.
__ADS_1
...Mau jadi suami siaga lah ceritanya....
...Bersambung😾...