
...Met baca jan lupa vote dan komenš¾...
.......
.......
LOKASI kecelakaan yang terjadi kini ramai dengan para polisi dan warga yang mengerumuni lokasi kejadian.
Korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Medical Center terdekat.
Gita juga datang, dia bahkan tak percaya jika 2 bocah itu kecelakaan dan saat ini sedang dirawat di ICU.
"Doni, mereka pasti baik-baik aja." hibur Gita sembari memeluk Doni yang tampak kacau dan kalut, teman-temannya..
Lagi berjuang disana untuk tetap hidup. Lebih miris lagi orang tua Adi tak ada satupun yang datang kesini, berbeda dengan keluarga Vino yang langsung datang.
Bahkan keluarga besarnya datang.
"Doni?."
Kenapa dia hanya diam?. Batin Gita.
Doni berdecak dingin, dia menyentak pelukan Gita dan mendorongnya menjauh.
Semua kaget, baru kali ini melihat Doni sekasar itu pada istrinya. "Don! Kak Gita istri lo! Pantang ngasari istri!." tegur Jeje kesal.
Doni menggeram rendah, dia mencengkram kerah kemeja yang Gita pakai.
"INI SEMUA GARA-GARA LO!! GARA-GARA GUE NIKAH SAMA LO! SI GILA ERDO LAKUIN INI SEMUA!! GUE BENCI SAMA LO GITA!! PERGI LO DARI SINI!." jeritnya emosi.
Gita meringis pelan, kuku Doni melukai pipinya sampai mengeluarkan sedikit darah. "Don, kamu jangan gini." Gita melepas cengkraman Doni.
Tapi karena emosi yang terlanjur tinggi, Doni malah melayangkan tamparan ke wajah Gita.
PLAK!!
"HARUSNYA LO AJA YANG KECELAKAAN JANGAN SAHABAT GUE! HARUSNYA GUE GAK TERIMA PERJODOHAN INI! GUE NYESEL!"
Gita membeku, hatinya tak pernah terasa sehancur ini. Dia ingin menangis, dadanya sesak sekali.
Doni mengusap wajahnya kasar, napasnya memburu dan dia sangat amat kalut. Dia takut kehilangan Vino dan Adi jadi dia sekacau ini.
Ditambah lagi pelakunya adalah orang suruhan Erdo.
__ADS_1
"Lo gila!!."
BUGH!!
"JANGAN JILAT LUDAH LO SENDIRI SUATU SAAT YA ANJING!." bentak Jeje emosi setelah memberikan satu tinjuan ke wajah Doni.
Dia berjalan mendekati Gita dan menenangkannya. "Kak, udah ya. Ayo pergi aja dari sini." bujuk Diara yang tak sanggup melihat panutannya menangis dalam diam seperti itu.
Jeje melayangkan tatapan permusuhannya pada Doni. "Lo gak pantes disebut suami!." sarkasnya kemudian pergi bersama Diara dan Gita.
Dia tak habis pikir sama sahabatnya itu, bisa-bisanya dia mengatakan hal sejahat itu pada istrinya sendiri.
Memang gak ada otak si Doni itu.
Anjing emang.
Jika ini berlarut, di penglihatan Jeje sekarang mulai berganti lagi, tidak ada nyawa yang pergi namun perpecahan terjadi.
Doni dan Gita bercerai karena sakit hati yang Gita dapatkan dari Doni.
Dan Doni? Berusaha mengakhiri hidupnya sendiri.
.........
PLAK!
"AYAH GAK PERNAH AJARIN KAMU KASAR SAMA PEREMPUAN!! AYAH MALU SAMA ORANG TUANYA GITA DONI! AYAH MALUU!!!." bentak Dave emosi.
Muti tak mencoba menghentikan suaminya, memang kali ini anaknya lah yang salah. Kasihan menantu kesayangannya, pasti sakit pas ditampar.
Belum cukupkah anaknya mempermalukannya dengan memperawani banyak gadis, dan sekarang malah main kasar sama istrinya.
Doni menunduk, berusaha untuk tidak menangis kali ini, dia sadar dia yang salah.
"Ayah gagal jadi orang tua, anak sendiri malah jadi bajingan gini, tau gitu dulu ayah buang aja kamu ke panti asuhan!." maki Dave tak henti.
Doni semakin menunduk, sakit hatinya. "Ayah gak nyangka, putra yang selalu Ayah manja dan beri semua keinginannya tumbuh besar jadi laki-laki bejat! MAU BUAT AYAH MALU KAYAK GIMANA LAGI DONI!!."
"Maafin Doni yah..hiks..maafin Doni maaf..hiks.." isakan Doni tak tertahankan lagi. Dia terisak dan bersujud dikaki Ayahnya.
Meminta maaf dengan tangisan yang menyayat hati, dia menyesali semuanya, dia benar-benar kalut sampai menampar Gita segitunya.
Dave menghela napas kasar, dia mengusap wajah tampan yang sudah sedikit terlihat keriput.
__ADS_1
"Percuma, Gita sakit hati dan memilih untuk menceraikanmu. Ini suratnya dan segera tanda tangani." sahut Muti sembari melempar berkas perceraian ke wajah Doni.
Doni membeku, dia menatap bundanya tak percaya. "G-gita ceraiin aku?." lirihnya gemetar.
Muti dan Dave mengangguk, wanita cantik itu terlanjur sakit hati dan memilih menceraikan Doni, dia tak perduli dengan apapun lagi.
"D-DONI GAMAUUU!! DONI GAMAU CERAI GAMAUUU BUNDA GAMAUU!! GAMAUUU!!! HUAAAAAAAA DONI GAMAUUU!!!!." jeritnya histeris seraya merobek surat perceraian itu.
Dia memukul kepalanya kuat dan terus meraung dilantai, dia gamau cerai, dia gamau cerai dari Gita gamau.
Dia sangat mencintai Gita, dia gamau berpisah dari Gita, dia gamau.
"Ayaaaahh..hiks..Doni gamau cerai ayaaah..hiks..yaaahhh..hiks..Doni gamauuuu yaaaahh!!." melasnya dikaki sang Ayah.
Sayangnya Dave juga gabisa membantu, Gita sendiri yang mengajukan surat itu. Dia tak minta harta gono-gini, dia hanya mau cerai dari Doni.
"Sayang sekali, Gita tak mau kembali pada laki-laki kasar sepertimu." cerca Muti sebelum pergi dari ruang tamu rumahnya.
Doni menjambak rambutnya kuat, tubuhnya gemetar kuat ditambah isakan yang semakin keras terdengar.
"MAMIII!!..hiks..MAMI DO GAMAU MAMI PERGIII!!..hiks..MAMIIII!! MAMIIIII AAAAAAAAAA MAMIIIIII!!!." histeris Do yang muncul secara tiba-tiba.
Rasa sakit di dada Doni tak mampu dia tanggung sendiri, dia menyerahkan kesadarannya pada Do dan membiarkan bocah itu menanggungnya.
"DADA DO SAKIIITT!! MAMIIIII!!..hiks..DO MAU MAMIII!! KEMBAYIIN MAMINYA DO!!..ARGHH DADA DO SAKIT MAMII SAKIIITTT..hiks..HUAAAAAA SAKIIIIITTT!!!." Do terus meraung.
Dia terus memanggilnya Mami yang sangat dia sayang itu, dimana maminya, Do mau maminya, kembalikan maminya.
Sebenarnya Gita mendengar semua yang Doni katakan dan teriakan, lupa ya kalau anting yang Doni pakai itu ada alat sadap suara.
Tapi Gita membiarkannya saja, dia masih sakit hati dan harus self healing dulu sejenak.
"Maafin mami Do, mami masih sakit hati sama Doni." gumam Gita seraya memejamkan matanya sejenak.
Dia ada di Apartemen saat ini, tak mau pulang ke rumahnya dan Doni, biar saja dia disini sampai dia benar-benar bisa memaafkan Doni.
Mendengar Doni menyesal menerima perjodohan mereka, membuat Gita merasa bersalah.
Pasti masa depan Doni sudah harus tertuju dan berakhir pada Gita, tapi Gita tak mau Doni melakukannya dengan perasaan menyesal.
...Jadi, lebuh baik Gita lepaskan saja....
...Bersambungš¾...
__ADS_1