
aku baru saja sampai di kantor dan langsung masuk ke dalam dengan perasaan lesu dan sedikit malas, aku menuju pantri terlebih dulu untuk membuat secangkir kopi,
setelah selesai membuat kopi, masih dengan perasaan malas aku menuju meja kerjaku yang luas nan rapi,
El sapa Nana dari arah pintu masuk, nana satu satunya teman perempuan ku di kantor, aku dan nana bekerja di perusahaan pengembang software yang di dominasi kaum adam,
pak billy minta kamu ke ruang rapat, lanjutnya bicara
aku keruang meeting, ngapain ?, aku balik bertanya karena tidak mengerti,
kamu lupa ?, hari ini kamu harus presentasi di depan investor, jelas nana
oh Tuhan aku lupa, gimana nih ?, aku gak ada persiapan apapun sama materi meeting hari ini, kamu gantiin aku ya ?, ucapku memohon pada nana,
jangan aneh aneh El, tolaknya sembari duduk di kursi kerjanya
nana pliiissss tolong ya, aku memohon dan memelas yang di buat buat,
aku gak ada prepare apapun na, kamu gak lihat, aku cuman pake hijab instan, kaos longgar, celana trening, yang ada investor kabur gak percaya sama kinerja kita, pliss ya na, keluhku sambil terus memohon,
gak usah drama el, wajahmu tidak mendukung untuk mendramatisir, yang ada aku malah pingin ketawa, lagian kamu tumben banget kaya gini, kamu kenapa sih, biasanya kamu paling semangat ketemu investor, cecar nana
nanti aku ceritain, tapi kamu gantiin aku meeting hari ini,
beneran ya, ucap nana memastikan
iya beneran, nanti aku ceritain plus aku traktir di cafe bawah, jelasku
oke deal, jawab nana tanpa berfikir panjang lagi karena aku akan berbagi cerita dengannya
nana berlalu menuju ruang meeting menemui pak billy untuk menggantikan aku
__ADS_1
####
hari ini aku pulang lebih awal karena sesuai permintaan ayah yang katanya tetap ingin membicarakan masalah perjodohan meski sebelumnya sudah aku tolak,
tapi sebelum pulang q menepati janji ku pada nana untuk bercerita dengannya,
serius el ?, tanya nana gak percaya
ini masalah serius na, masak aku bohong, jawab ku kesal,
aku setuju sih el sama perjodohan ini, balas nana sambil tertawa, siapa tau dia pria baik yang bisa membuatmu bahagia, tambah nana
kenapa kamu jadi ikutan setuju sih ?, balasku semakin kesal,
coba aja dulu el, ketemuan, ngobrol, siapa tau kalian nyambung, terang nana memberi ide, usiamu sudah matang el, gak ada salahnya kan, biar kalo kemana mana terasa aman karena ada yang jagain, siapa tau nanti kita bisa double date, cengir nana menggoda,
aku hanya terdiam mendengar nana bicara, kebetulan kami seumuran dan dia sudah menikah lebih dulu, meski status kami berbeda namun kami sering pergi atau keluar bareng.
di atas motor menuju pulang ke rumah, aku terus teringat dengan kata kata nana, dia mencoba membujukku agar aku mau bertemu dengan pria yang dijodohkan ayah,
sesampainya di depan rumah, aku langsung memarkir motor di garasi seperti biasa, tapi hari ini sedikit berbeda,
mobil siapa ini, batin ku, kalo temen ayah kayanya gak mungkin, aku menebak, tapi siapa ya, ah dari pada penasaran mending langsung masuk, ucapku bicara sendiri,
assalamu'alaikum
walaikum salam...... jawab ibu dan ayah bersamaan,
aku tersenyum begitu melihat ada tamu yang sedang mengobrol di ruang tengah
el sini nak, panggil ibu untuk mendekat,
__ADS_1
pas banget kamu sudah pulang el, ucap ayah sambil tersenyum, kenalin ini om Dante sama tante Sisil temen ayah yang anaknya mau di jodohin sama kamu, jelas ayah tanpa basa basi,
aku sedikit kaget dengan penjelasan ayah barusan, aku belum menyiapkan mental tapi aku langsung mengulurkan tanganku pada mereka, saya hellen om, tante, ucapku memperkenalkan diri,
tante seneng bisa ketemu sama kamu, untung tadi tante belum pulang, jelasnya padaku
calon mantu kita cantik ya pah, ucapnya sembari mengusap tanganku dan tersenyum pada suaminya,
suaminya membalas dengan anggukan dan tersenyum lebar pada istrinya, sedangkan aku yang baru saja mendapat pujian langsung berbunga bunga dan terbang melayang,
kamu masih sekolah nak ?,
saya sudah kerja tante, terangku senang
sudah kerja ?, tante kira kamu masih sekolah,
sekolahnya sudah selesai dari lama tante, jelasku lagi,
ayah dan ibu hanya menonton kami berdua ngobrol, bahkan om dante suami dari tante sisil hanya terus tersenyum ke arah kami,
kamu kerja dimana nak ?, sekarang gantian om dante yang bertanya,
saya kerja di Alkalin om, jawabku
di alkalin, sebagai apa ?, tanyanya antusias
pengembang software om, jelasku singkat,
wah hebat, ucapnya memujiku,
om dante melihat ke arah ayah, jadi gimana mas ?, saya semakin mantab menjodohkan beryl dengan putrimu ?,
__ADS_1
kalo saya terserah sama anaknya Dan, sekarang jamannya sudah berbeda, tidak sama seperti jaman kita dulu, terang ayah berhati hati,