
aku kembali mengingat, dimana pertama kalinya aku bertemu beryl di kantor tadi pagi,
beryl, dia pria gagah, rambutnya sedikit panjang, hidung mancung, wajahnya tirus, dia juga tinggi, bahkan tinggi ku hanya di bawah ketiaknya, kulitnya bersih, ucapku dalam hati sambil terus mengingat wajahnya, dia juga terlihat rapi dan wangi, trus...
el ko malah diem, ibu tanya beneran, ucap ibu, tangannya mengusap wajahku dengan lembut,
beryl, ucapku terhenti sambil mencari kalimat yang tepat untuk menggambarkan seorang beryl,
beryl itu pria cantik, dia lebih cantik dari pada aku, jawabku pada ibu
cantik ?!!! ucap ibu heran, maksud kamu gemulai ?, tanya ibu memastikan
bukan gemulai, dia pria gagah, rambutnya panjang sebahu, kulitnya bersih, wajah tirus, jadi untuk ukuran pria menurutku dia pria cantik, jelasku mendeskripsikan beryl di depan ibu,
terus kamu suka gak waktu pertama lihat dia ?, tanya ibu menelisik
biasa aja sih bu, kenapa ibu tanya tanya tentang beryl ?, aku memastikan
kamu tidak tertarik untuk menikah dengannya ?, tanya ibu lagi,
aku langsung duduk menghadap kearah ibu, aku mencari sesuatu yang mungkin sedang ibu sembunyikan,
seakan ibu menyadari maksud dari mimik wajahku, menurut ibu dia pria yang baik, lanjut ibu menambahi,
ibu pernah ketemu beryl ?,
ibu belum pernah ketemu sama dia, tapi tante sisil sudah banyak cerita tentang beryl yang seperti anak kandungnya sendiri, cerita ibu padaku,
aku semakin terkejut mendengar cerita ibu, beryl bukan anak kandung tante sisil ?, tanyaku tidak percaya,
iya sayang, ibu lanjut bercerita, om dante sama maminya beryl bercerai waktu beryl masih sangat kecil, jadi tante sisil itu ibu sambung waktu beryl kelas satu sma, sejak dulu beryl anak yang baik tidak pernah membuat masalah, meski terkadang sikapnya seperti anak kecil dan keras kepala, tapi dia pria baik,
ko ibu banyak tau tentang dia dari pada aku, jawabku jujur,
karena tante sisil banyak cerita ke ibu, tante sisil tidak ingin beryl salah memilih pasangan sayang, terang ibu lagi,
tapi bu, menurut aku, orang yang hidupnya baik terus itu lebih mengejutkan, ucapku asal
ibu menatapku lembut, berati anak perempuan ibu yang cantik ini juga lebih mengejutkan ya, tawa ibu padaku
kalo el beda lah, aku memang baik karena aku memiliki orang tua yang luar biasa, jawabku sembari bergurau,
__ADS_1
kamu ini, ada aja akalnya buat jawab terus, protes ibu
ya maaf, kan genetiknya ayah, jawabku lagi
jika ibu ingin kamu menikah dengannya, apa kamu keberatan sayang ?, tanya ibu tiba tiba,
aku menatap ibu tidak percaya,
kenapa ibu ingin aku menikah dengannya ?, tanyaku menelisik,
ibu ingin melihatmu menikah sayang, ibu tidak tau sampe kapan mata ini bisa melihat dan bermain dengan cucu ibu, terang ibu mengiba,
entah kenapa perasaanku jadi gak karuan begitu mendengar alasan ibu, aku merasa takut, khawatir juga sedih bercampur aduk,
aku berbaring memeluk ibu, ku tenggelamkan wajahku dalam pelukan hangatnya, tak terasa air mataku mengalir begitu saja, ibu mengusap pucuk kepalaku lembut,
ini pertama kalinya aku di hadapkan dengan pilihan yang sulit, aku tidak ingin membuat ibu sedih dan setres di tengah sakit yang dideritanya,
aku masih diam seribu bahasa, hingga tak sadar aku tertidur dalam pelukan ibu yang terasa nyaman,
#####
pagi sekali aku bangun lebih dulu untuk sholat subuh, sebenarnya aku tidak bisa lanjut tidur setelah terbangun di sepertiga malam tadi, karena teringat akan permintaan ibu,
ibu mau buang air kecil ?, tanyaku pada ibu,
ibu sudah ke kamar mandi tadi sebelum kamu datang, jawab ibu,
maaf ya bu, aku keliling rs terlalu lama, ucapku menyesal,
gak pa pa sayang, ibu sudah baikan jadi bisa jalan sendiri, gak perlu di papah,
dari luar sam mengetuk pintu sebelum masuk,
tok...tok...tok.... ibu sudah bangun, ucapnya begitu melihat ibu yang sedang duduk,
sudah sam, jawab ibu, kamu pagi banget ke sininya, tanya ibu,
sam sengaja bawain aku sarapan bu, terangku menyela
owhh ibu kira kamu piket malam, terang ibu
__ADS_1
aku ada jadwal pagi bu, jadi sengaja kesini lebih awal sambil bawa sarapan untuk ibu sama el, jelas sam sembari meletakkan sarapan di atas meja,
karena ibu masih sakit jadi aku bawa bubur jagung biar gula ibu tetap stabil, jelas sam,
terimakasih nak, kamu jadi repot karena ibu sakit,
aku tidak merasa di repotin bu, justru ibu yang sering aku repotin karena dulu sering tinggal di rumah ibu,
bener banget tuh, kamu memang selalu merepotkan, celetuk ku,
el..... marah ibu pada el,
heheheeh...... bercanda bu, ucapku cengengesan,
sepanjang sarapan banyak cerita yang kami bahas, termasuk rencana pernikahan sam,
sam, kamu sama Rara nikah bulan berapa ?, tanyaku sambil makan nasi goreng sea food,
dua bulan lagi, jawab sam singkat,
pake konsep apa ?, tanyaku lagi
belum nemu, mau pake konsep apa, terang sam bingung
lah gimana sih, kamu gak ngobrol sama rara ?,
sudah, tapi rara juga bingung mau pake konsep apa
owhhh, ternyata orang kaya juga bisa bingung masalah konsep nikah, kirain tinggal kasih ke WO beres, terangku dengan mulut penuh nasi goreng,
ibu sudah belum makannya, tanyaku pada ibu,
sudah, ibu gak habis buburnya, terang ibu
gak pa pa, yang penting ibu sarapan meski sedikit, jawab sam pengertian
selesai sarapan aku dan sam membereskan meja dan membuang sampah bekas sarapan, sam menikmati kopi hangat yang di bawanya dari rumah,
sam, aku titip ibu ya, aku mau bab dulu, candaku pada sam,
ah elah pup tinggal pup, ngapain di omongin, gerutu sam,
__ADS_1
hahahahaha.... biar kamu tau sam, teriakku dari dalam kamar mandi