Pretty Husband

Pretty Husband
#6


__ADS_3

di tempat berbeda, el sedang merapikan file yang sudah hampir selesai di kerjakan, el melihat jam di tangannya, dia ingat kalo malam ini akan bertemu beryl untuk membahas masalah perjodohan yang belum selesai,


baru jam setengah tujuh, apa aku nunggu di cafe aja kali ya, dari pada di sini sepi, ucapku bicara sendiri


aku menuju cafe bintang yang letaknya pas depan kantor,


malam el, tumben belum pulang, nana mana ?, sapa seorang waiter cafe,


malam Rani, nana sudah pulang, malam ini aku ada janji dengan seseorang, jelasku padanya


siapa ?, tanya rani, meski sebenarnya dia sudah tahu dari bosnya kalo malam ini el tidak boleh pergi sebelum seseorang datang menemuinya,


aku juga belum tau, jawabku santai, rani es kopi latte 2 gelas ya, ucapku memesan,


oke, kamu duduk dulu nanti aku anter esnya, jelas rani


terimakasih, ih tumben baik banget,


rani hanya tergelak mendengar ocehanku,


tumben cafenya sepi ran, tanyaku pada rani,


iya, aku juga kurang tau, gak biasanya kayak ini, jawab rani berpura pura, sebenarnya cafe sudah di booking agar tidak ada pengunjung datang,


ran kenapa papan di pintu jadi close ?, tanyaku heran setelah melihat waiters lain membalik papan informasi yang di gantung di pintu utama


aku juga kurang tau sih el, jelas rani sambil meletakkan 2 gelas es pesananku, katanya cafe di booking malam ini, terang rani jujur,


wah keren, siapa yang booking ?, tanyaku penasaran,


kamu beneran gak tau el ?, tanya rani heran,


tau apa ?, tanyaku bingung


kamu ini gimana sih, cafe ini di booking sama orang yang mau ketemu sama kamu, kamu gak tau ?, tanya rani heran


oh ya ?!!!!!!, aku gak tau kalo dia akan booking cafe ini, wah bener bener itu orang, gak waras kayanya, jadi kamu sudah tau kalo aku bakal ketemu siapa disini ?, tanyaku pada rani


aku tau karena tadi semua karyawan di kasih tau sama bos klo malam ini cafe di booking, jadi yang lain bisa pulang lebih awal kecuali aku sama indra, terang rani


jadi kamu tadi bohong dong sama aku, protesku tidak terima,


heheheheehe maaf el, tapi aku gak tau siapa orangnya, bos tadi cuman nyebut nama kamu, terang rani membela diri, suwerrr el aku gak bohong jelas rani lagi,

__ADS_1


iya iya, aku percaya, jawabku sambil minum es yang sudah hampir habis


dia pacar mu el ?, tanya rani kepo,


uhuk..... uhuk..... aku terbatuk mendengar pertanyaan rani, kemudian aku melihat ke dalam tas, sebentar ran adikku telphon, ucapku pada rani,


assalamu'alaikum, jawabku begitu mengangkat telphon


hallo ka, kakak dimana ?, tanya daniel dengan suara sengau


aku di cafe depan kantor, kamu kenapa dik ?, tanyaku khawatir


tadi pagi ibu masuk rumah sakit, ayah gak ngabari kakak juga ?, tanya daniel di sebrang jauh,


ayah sama sekali gak ngasih tau dik, sekarang kamu dimana ?, tanyaku balik


aku baru sampe di rumah sakit, jawab daniel,


belum selesai daniel bicara aku langsung berdiri dan bersiap keluar dari cafe,


aku langsung kesana, kamu jangan pergi dulu, pintaku pada daniel,


Daniel adalah adikku satu satunya, usia kami berbeda 4 thn, terkadang kami sering ribut karena hal kecil kalo pas dirumah, tapi aku sangat menyayanginya,


sorry ran aku harus pergi sekarang, jawabku buru buru


tapi kamu belum ketemu sama orang itu, terang rani


aku gak bisa nunggu dia ran, nanti tolong bilangin, kalo aku harus pulang, ibu ku masuk rumah sakit, terangku sembari berjalan keluar,


tapi el, teriak rani,


aku sudah menghilang dari cafe, terlihat rani sedikit bingung bagaimana cara dia menjelaskan pada bosnya nanti, indra yang sejak tadi di dalam langsung keluar menghampiri rani,


kamu biarin el pulang ?, tanya Indra pada rani,


ibunya masuk rumah sakit, masa iya aku tahan, jawab rani membela diri,


terus sekarang gimana ?, apa kita bilang sama bos ?, tanya indra meminta pendapat pada rani,


gimana kalo kita tunggu orangnya dulu, setelah orang itu dateng baru kita bicara sama bos, ucap rani memberi saran,


ya sudah kita tunggu saja orang itu, gimana nantinya itu dipikir nanti, jawab indra setuju,

__ADS_1


jam setengah sembilan malam beryl baru saja sampai di depan cafe bintang, dia keluar dari mobil yang diikuti delon dari belakang, begitu masuk ke dalam cafe, rani dan indra langsung berdiri untuk menyambut beryl,


selamat malam ka, sapa indra lebih dulu, sedangkan rani masih terdiam menatap beryl, ya Tuhan ganteng banget orang ini, sudah tinggi, gagah, dadanya bidang, pasti nyaman untuk dipeluk, di tambah kulitnya yang putih, wajahnya tirus, ini tipe aku banget, rani terus bicara dalam hati, matanya terus menatap beryl tanpa berkedip,


indra yang menyadari bahwa rani terus menatap beryl tidak berkedip langsung menyadarkan lamunannya,


sssttttthh......senggol indra pada rani,


rani yang tersadar langsung menunduk malu,


beryl tetap diam, tidak membalas sapaan indra, matanya menyisir setiap sudut ruangan dalam cafe, delon tersenyum pada indra dan rani menggantikan bosnya yang sedang tidak ramah,


maaf, apa anda sedang mencari el ?, tanya indra memberanikan diri,


dimana dia ?, tanya beryl tanpa basa basi,


maaf pak, el sudah pulang dari satu jam lalu, jawab rani sedikit takut,


beryl menatap delon, tadi aku menyuruhmu untuk menahan el sampai aku datang, ucap beryl dengan wajah marah


delon yang paham maksud bosnya langsung mendekati indra dan rani,


apakah Kemal tidak memberitahu kalian tentang hali ini ?, tanya delon dingin


maaf tuan, ini salah saya, harusnya tadi saya melarangnya pergi, jawab indra memberanikan diri,


kalian tidak salah, saya hanya akan meminta kemal untuk membayar 2x lipat kerugian malam ini, terang delon sinis,


rani merasa apa yang di katakan delon barusan adalah sebuah ancaman, dengan perasaan tak karuan rani memberanikan diri untuk membela diri,


maaf tuan, saya tidak bisa menahan el karena dia harus ke rumah sakit, terang rani jujur,


beryl yang sedang duduk dengan tangan di silangkan di depan dada langsung menatap rani tajam,


siapa yang sakit ?, tanya delon


orang tua el tuan, jawab rani menunduk takut,


harusnya kamu katakan sejak tadi, kesal delon, ibu el pergi ke rumah sakit mana ?, tanya delon lagi


kurang tau tuan, el tadi langsung pergi tanpa bilang rumah sakit mana, terang rani lagi,


beryl beranjak dan pergi begitu saja, dia terlihat masih kesal, di dalam mobil beryl membuka ponselnya mencari tau kabar el, namun nihil, dia baru sadar kalo dia tidak memiliki no ponsel el, beryl membanting ponselnya begitu saja, delon yang sudah berada di kursi kemudi hanya bisa diam melihat kekesalan beryl,

__ADS_1


__ADS_2