Pretty Husband

Pretty Husband
#5


__ADS_3

pak....


oh iya maaf, ucapku salah tingkah karena terdiam di depannya, entah seakan mataku tersihir oleh wajahnya yang menurutku imut


iya tidak apa, silahkan duduk pak, dia mempersilahkan aku duduk di sofa yang tadi aku tempati,


maaf sebelumnya, ini dengan siapa dan ada perlu apa anda mencari saya ?, hellen bertanya dengan sopan


perkenalkan, saya Beryl, putra bapak Dante yang di jodohkan dengan anda, terangku langsung pada intinya,


wajah hellen terlihat kaget ketika aku memperkenalkan diri, dia terdiam sejenak sambil menatapku heran,


aku yang ditatap aneh olehnya langsung melihat pada diriku sendiri


apa ada yang aneh dengan saya ?, tanyaku pada hellen sembari merapikan kemeja yang sedang aku kenakan


bukan, hanya saja tidak ada yang memberi tahu saya kalo anda akan kesini, jawab hellen cepat,


oh maaf soal itu saya memang tidak ada rencana hari ini akan datang kesini menemui kamu, jelasku


kami sama sama diam sejenak, aku melihat ke arahnya, entah apa yang sedang dia pikirkan saat ini,


selesai aku menatapnya dengan cermat, akhirnya aku mencoba membuka percakapan lebih dulu,


sudah berapa lama kamu magang di sini ? tanyaku pada hellen,


magang ?, ucapnya tersenyum tipis, saya sudah 6 tahun bekerja di sini, jawabnya singkat


aku sedikit kaget dengan jawabannya, sudah 6 thun bekerja, jadi dia bukan anak magang atau anak baru disini, ucapku dalam hati


dari arah samping, penjaga resepsionis tadi mendekati hellen dan membisikkan sesuatu padanya, hellen terlihat mengangguk, sepertinya dia sedang sibuk, batinku,


maaf, sepertinya saya tidak bisa lama lama di sini, karena ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggal, hellen menjelaskan situasinya saat ini,


hellen berdiri dan ingin segera pergi namun aku menahannya,


tunggu sebentar, ucapku,


hellen berhenti dan berbalik melihat kearahku,

__ADS_1


saya akan bilang ke papa kalo saya mau menikahimu dalam waktu dekat ini, jelasku tegas


dia menatapku tidak suka,


sebentar, protesnya, saya belum mengatakan setuju untuk menikah dengan anda pak beryl, kenapa anda mengambil keputusan sendiri ?, terangnya tidak terima


saya sudah memikirkannya dan saya juga sudah tau semua tentang anda, jadi saya memutuskan akan segera menikah dengan anda ibu hellen, tegasku lagi


saya akan menemui anda di lain hari untuk membahas hal ini, tegasnya padaku


saya tidak memiliki hari lain, setelah ini saya akan sibuk dengan perusahaan,


hellen kembali duduk dengan gusar, dia menatapku dalam,


pak beryl saya juga sedang sibuk, jika setelah ini anda akan sibuk dengan perusahaan anda, itu lebih baik, jadi saya putuskan untuk tidak melanjutkan perjodohan ini, terangnya tegas menolak perjodohan


aku balas menatapnya tajam, dia terlihat tidak nyaman dengan situasi saat ini,


apapun alasannya saya akan tetap melanjutkan hubungan ini, tegasku sembari tersenyum kearahnya,


hellen segera berdiri dari tempatnya, dia melihat kearahku sebentar,


jam 7 malam nanti saya tunggu anda di cafe depan, ucap hellen sambil melihat cafe di sebrang jalan, jika anda tidak datang, saya anggap anda setuju untuk membatalkan perjodohan ini, setelah mengatakan itu hellen langsung menghilang dari pandanganku,


seusai dari kantor hellen, aku langsung tancap gas menuju kantor, entah kenapa aku merasa marah juga kesal setelah bertemu dengannya, aku duduk dan bersandar di kursi pijat yang terletak di pojok ruang kerja, pikiranku sedikit kacau


bisa bisanya dia menolakku begitu saja, memang dia siapa, batinku masih kesal,


Delon ?!!!!, panggilku pada sekertaris pribadiku,


iya pak, jawab delon terburu buru masuk kedalam ruangan,


ada apa pak ?,


panggil mereka semua, perintahku


siap pak, jawab delon sembari berlalu


si boss kenapa ya, mukanya asem gitu, sudah seminggu kerjanya marah marah terus, tapi kali ini lebih ngeri dari hari kemarin, delon bergidik

__ADS_1


semua staf yang tergabung dalam projeck marger di minta ke ruangan boss sekarang, perintah delon dari pintu masuk ruang kerja karyawan,


oh ya satu lagi, pastikan kalian tidak melakukan kesalahan lagi seperti kemarin, karena sepertinya hari ini akan ada kiamat, terang delon menjelaskan suasana hati bosnya saat ini,


semua orang menatap delon dengan tatapan takut, mereka terlihat sedang memelas dan memohon agar delon mau membantu menyelamatkan dari amarah bosnya,


di ruang kerja, beryl yang menjabat sebagai ceo muda di perusahaan ayahnya sendiri sedang melihat setiap file yang di serahkan para staf devisi, wajahnya terlihat tidak puas dengan hasil kerja karyawannya,


baru beberapa halaman yang di buka, beryl langsung berdiri dan melempar semua berkas ke udara, tangannya berkacak pinggang, wajahnya memerah, matanya menatap tajam kearah para staf yang sejak tadi masih berdiri dengan kepala menunduk di depan mejanya,


kalian saya gaji tinggi, bahkan uang lembur kalian di tambah, tapi kerja gak becus, semuanya keluar dari ruangan saya, perintah beryl penuh emosi


perbaiki kesalahan kalian, saya tidak mau tau, besok jam delapan kalian harus sudah selesai, semua file harus sudah ada di atas meja saya, kalian mengerti ?!!!


tidak satupun orang yang berani melihat ke arah beryl, mereka terlalu takut jika harus menjawab atau hanya mengangguk, bagi mereka cukup diam dan mendengarkan daripada di pecat nantinya,


semuanya sudah keluar dari ruangan beryl, terlihat perasaan lega yang di rasakan oleh mereka, meski mereka harus kembali lembur tapi itu lebih baik dari pada kena amukan si bos,


para staf bergunjing di luar ruangan,


si bos lagi dapet kali ya, dari kemarin bawaannya sensi terus, celetuk selly kesel,


atau dia baru putus dari pacarnya yang kemarin kita lihat di mall, sambung david gak mau kalah,


sudah sudah, nanti pak delon denger bisa berabe, reza mengingatkan agar semuanya tidak menggunjing bosnya yang sedang sensi


delon yang sejak tadi hanya diam dan melihat amarah bosnya kini berjalan mendekat ke arah meja, beryl sedang memijit pelipis dengan jarinya


sore ini jadwal anda bertemu dengan klien dari Singapur, delon mengingatkan,


sampai jam berapa ?, tanyaku karena lupa


sampai makan malam, jelas delon lagi


aku langsung teringat dengan hellen, tadi dia memintaku untuk bertemu di cafe jam tujuh malam,


sekarang kamu cari pemilik cafe Bintang yang ada di jalan Bulan, katakan jika ada pengunjung atas nama hellen buat dia tidak bisa pergi kemanapun sampai aku datang menemuinya, terang beryl pada sekertarisnya,


baik pak, delon mengangguk mengerti dia berlalu dari ruangan beryl,

__ADS_1


seolah sekertaris pribadinya sudah mengerti tindakan apa yang harus di lakukannya , delon langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang untuk bertindak sesuai perintahnya,


delon menerka apa yang mendasari kemarahan dan emosi bosnya yang tidak stabil akhir akhir ini, apa dia perempuan baik, tanya delon pada diri sendiri, sudahlah kita lihat saja nanti, batin delon lagi


__ADS_2