Pretty Husband

Pretty Husband
#7


__ADS_3

di rumah sakit aku el langsung menuju bangsal dimana ibu dirawat, di ujung lorong daniel melihatku yang sedang mencari kamar ibu,


ka, panggil daniel melambaikan tangan,


aku berlari ke arahnya, ibu gimana ?, tanyaku khawatir,


alhamdulillah ibu sudah siuman ka, terang daniel,


aku langsung masuk kedalam menemui ibu dan ayah yang sedang duduk di samping ibu,


ibu..... hamburku memeluknya, aku menangis dalam pelukan ibu,


ibu baik baik saja el, jelas ibu sambil mengusap kepalaku lembut,


ayah gak di peluk el, tadi ayah yang gendong ibu kesini, ujar ayah bercanda


ayah mau di peluk, sini daniel aja yang peluk, canda daniel yang ikut mencairkan suasana


kami semua tertawa melihat kelakuan daniel dan ayah yang bersikap manja, meski terkadang hal hal kecil seperti ini sering kami lakukan di rumah, tapi di saat sedih seperti ini aku merasa bersyukur terlahir dalam keluarga ini, batin ku sembari mengusap air mata yang keluar begitu saja,


gimana ibu bisa masuk rumah sakit, tanyaku lembut pada ibu,


ibu tersenyum menatapku,


tadi pagi pas ibu habis dari kamar mandi tiba tiba kepala ibu pusing, jadi ibu hilang keseimbangan trus jatuh, terang ibu singkat, tapi sekarang ibu sudah baikan, terang ibu agar aku tidak perlu cemas


aku melihat pada ayah, ada mimik sedih yang tersirat di wajahnya,


ayah, ibu beneran baik baik aja, tanyaku tidak percaya,


dokter bilang jika ibu sedikit terlambat di bawa kedokter mungkin ibu akan mengalami kebutaan sementara karena benturan kecil pada saat ibu jatuh, jawab daniel lebih dulu,


kebutaan, ko bisa ?, tanyaku tidak percaya


itu efek sakit diabetes yang ibu alami, kata dokter ibu terlalu setres atau banyak pikiran, jadi hal seperti ini bisa terjadi, lanjut daniel menjelaskan, untungnya dokter langsung menangani dengan cepat jadi hal seperti itu tidak sampai terjadi, lanjutnya lagi


ibu mikirin apa sampe stres, tanyaku pada ibu, mataku berkaca kaca melihat kearahnya


ibu gak mikiran apa apa el, tegas ibu, ini kebetulan aja ibu sakit,


tadi ayah kenapa gak kasih kabar ke aku sama kakak ?, tanya daniel mengalihkan pembicaraan, daniel tidak ingin aku kembali menangis seperti dulu waktu pertama kali ibu di diagnosa sakit diabetes dan komplikasi bahkan hampir strok,


tadi ayah mau telphon kalian, tapi kata ibu mu gak usah, kalian lagi sibuk kerja, jadi ayah gak ngasih kabar, lagian ibu juga langsung di tangani di sini dibantu sama Sam, terang ayah pada kami, kamar ini juga di kasih sam biar ibu lebih nyaman, lanjut ayah

__ADS_1


untung sam lagi praktik di rumah sakit, lah kalo dia libur, siapa yang mau nolongin ayah, protesku kesal,


lain kali ayah harus kasih kabar ke kita, kalo kaya ini rasanya seperti aku anak durhaka tau, protesku lagi,


ye baru sadar, kamu kan memang durhaka, ejek daniel pada ku,


enak aja, kamu yang durhaka, gak pernah pulang kerumah, orang tua sakit bukan di jenguk malah cuman tf, protesku pada daniel,


waktu itu aku kan lagi di bali ka, gak mungkin pulang gitu aja, terang daniel gak terima,


sudah.... sudah.... kalian itu di mana tempat tetep aja ribut, ingat kalian sudah tua, ucap ayah menengahi, ibu mu tambah pusing lihat kalian ribut terus, protes ayah,


kita hanya bercanda ayah, jangan di bawa serius, ujar daniel mengelak, sedangkan ibu hanya tertawa melihat kami kena marah,


dari luar ada seseorang membuka pintu,


assalamu'alaikum, sam memberi salam sebelum masuk,


kami semua menoleh ke sumber suara,


walaikum salam, jawab kami bersamaan,


Welly Samudra, sahabatku, panggilku pada sam


ka sam, our super hero, ucap daniel gak mau kalah,


dasar..... kamu juga lebay, ucapku sambil memukul kecil lengan daniel


sam langsung masuk dengan tawa dan bergidik melihat tingkah laku kami yang absurd,


belum pulang sam, tanya ayah,


belum yah, ini aku sengaja kesini mungkin ada yang mau pulang bareng, jawab sam sambil duduk di sofa


aku menoleh pada ayah, ayah sama daniel pulang saja, malam ini biar aku yang jaga ibu, jawabku,


ayah saja yang pulang, aku juga mau jagain ibu, jawab daniel cepat,


rumah sakit hanya memperbolehkan satu orang menjaga keluarga yang sedang sakit, jelas sam pada kami,


denger gak, barusan dokter bilang apa, ucapku pada daniel,


kakak aja yang pulang, aku di sini, jawab daniel,

__ADS_1


ayah sama daniel pulang saja, biar ibu di jagain sama el, jawab ibu menengahi,


ko gitu bu, aku juga anak ibu loh, sungut daniel,


bukan gitu dan, kalo kamu jagain ibu yang ada ibu kerepotan, wong kamu kalo sudah tidur susah di bangunin, di tengah malem kalo ibu mau ke kamar mandi gimana ?, jawab ayah menjelaskan,


iya juga sih, jawab daniel cengengesan, ya sudah aku sama ayah ikut pulang ka sam, jawab daniel mengalah,


ini baru benar, ucap sam sambil tertawa, ya sudah saya pulang dulu ya bu, ucap daniel sambil mencium tangan ibu, ayah aku tunggu di parkiran depan ya, ucap sam pada ayah,


iya sam, ayah beres beres sebentar jawab ayah,


welly samudra, dia sahabat dekat sekaligus saudara langka yang aku miliki, kami bersahabat sejak sma, dimana dia dulu sering main ke rumah bahkan sering nginep di rumah, mangkanya ibu dan ayah menganggap dia seperti anak pertama di rumah,


sam terlahir dalam keluarga berada, namun sayang orang tuanya selalu sibuk mengejar mimpi mereka, sam selalu merasa kesepian setiap berada di rumahnya sendiri, mangkanya dia lebih sering menghabiskan waktu di rumah ayah dari pada di rumah sendiri.


#####


di tengah malam ibu merasa sulit untuk memejamkan mata,


el, panggil ibu, nak..... kamu sudah tidur, tanya ibu melihat aku sedang tidur di atas sofa,


belum bu, jawabku melihat kearah ibu


sini nak, tidur sebelah ibu, perintah ibu


aku hanya mengikuti saja apa yang di suruh ibu, begitu aku berbaring di sampingnya ibu menatapku sembari tersenyum,


kamu tadi pagi jadi ketemu beryl nak ?, tanya ibu tiba tiba,


aku yang kaget langsung menatap ibu,


ko ibu tau, ibu tau darimana ?, tanyaku heran,


dari tante sisil, jawab ibu tersenyum, tadi pagi tante sisil ngasih tau ibu kalo beryl mau menemui mu di kantor, jelas ibu, kamu jadi ketemu sama dia gak ?, tanya ibu


jadi, tadi pagi dia menemui ku, jawabku apa adanya,


terus anaknya gimana ?, coba cerita sama ibu,


anaknya seperti pria pada umumnya ?, jawabku datar


maksud ibu, beryl itu pria seperti apa waktu pertama kali kamu melihat dia, terang ibu

__ADS_1


aku kembali mengingat pertama kali bertemu beryl di kantor tadi pagi,


__ADS_2