
saya terserah sama anaknya Dan, sekarang jamannya sudah berbeda, tidak sama seperti jaman kita dulu, terang ayah berhati hati,
aku memandang wajah ayah, aku tersenyum kearahnya, selama ini aku berpikir ayah akan memaksaku untuk menerima perjodohan ini,
kamu gimana nak, apakah kamu menerima keinginan om untuk menjodohkan kamu sama anak om, terang om dante
dia jomblo akut nak, om sedih lihat dia masih jomblo di usianya yang sudah matang, terang om dante panjang lebar,
saya ikut apa kata ayah saja om, jawabku sambil menunduk
mas putrimu menyerahkan semua padamu, desak om dante pada ayah,
ayah menatapku lembut, seakan mengerti akan isi hatiku bahwa aku tidak berani menolak perjodohan ini secara langsung di depan om dante,
gini saja, akhirnya ayah mengeluarkan kalimatnya, beri mereka kesempatan untuk saling bertemu dan sedikit mengenal satu sama lain, jika nantinya putramu ataupun el sama sama merasa cocok baru kita bicarakan kelanjutannya, terang ayah pada sahabat jauhnya, bagaimana menurut mu Dan ?,
saya setuju, kalo menurut mamah gimana ?,
tante sisil langsung mengangguk dan tersenyum menandakan dia ikut saja dengan keputusan suaminya,
alhamdulillah, ucap ayah terdengar lega,
nanti saya bicarakan hal ini ke Beryl, kapan dia ada waktu luang, nanti saya langsung kabari, terang pak dante bersemangat,
iya, saya tunggu kabar baiknya, jawab ayah
####
di kediaman Dante
__ADS_1
pak dante berjalan menuju ruang makan, di dapur bu sisil sedang membantu aya menyiapkan makan malam,
beryl belum pulang sayang ?, tanya dante pada istrinya
sudah, mungkin sekarang lagi mandi, jawab istrinya lembut, nah itu suara pintu kamarnya dibuka, sebentar lagi turun, jelas bu sisil tersenyum
beryl berjalan santai menuruni anak tangga, wajahnya yang tirus dan kulit yang putih membuatnya terlihat tampan, rambutnya yang lurus dan panjang sebahu dibiarkan terurai begitu saja,
dante menatap anaknya dengan senyum sumringah, rona bahagia terpancar di wajahnya, dia tidak sabar untuk bicara dengan putra semata wayangnya perihal tadi siang di rumah sahabatnya
kenapa pah, senyum senyum gitu ?, tanya beryl pada papanya
cepet duduk, papa mau bicara serius, jelas dante
bicara serius ?, perusahaan aman pah, gak ada masalah, jelas beryl asal
siapa yang mau bahas perusahaan, ini lebih serius dari perusahaan,
ini lebih serius sayang, jawab mama ikut serius
papa mau ngomong apa, bikin penasaran saja, pintaku pada papa tidak sabar
sekarang kita makan dulu, nanti papa bahas setelah makan,
setelah semuanya selesai makan, dan aya sudah mengambil semua piring dan gelas kotor dari atas meja seusai mereka makan, kemudian aya menggantinya dengan minuman hangat,
kapan kamu ada waktu luang ?, tanya papa langsung
aku bakal sibuk terus pa, ini sudah waktunya marger, jelasku sambil minum teh hangat
__ADS_1
besok luangkan waktumu satu jam,
memang ada apa pa ?
besok kamu harus ketemu dengan hellen
hellen, maksud papa perempuan yang mau di jodohin sama aku ?
iya, yang ini kamu gak bisa nolak, tegas dante
papa gak bisa maksa aku gitu dong, selama ini aku uda nurutin semua kemauan papa, protesku tidak terima,
sayang dengerin papamu dulu, jangan emosi, kamu yang tenang, bu sisil menenangkan putranya
gimana gak emosi ma, dari kemarin papa bahas perempuan itu terus, lagian kenapa sih papa pingin banget aku nikah sama perempuan itu ?,
pa lebih baik papa cerita ke beryl biar dia tau alasan papa mau jodohin beryl dengan el, tukas bu sisil menengahi
dante menarik nafas dalam, seakan ada beban berat yang sedang di pikulnya,
di masa lalu, papa memiliki hutang besar pada pak zain ayah el, cerita dante menatap putranya,
hutang, memang papa hutang seberapa banyak ke pak zain ?,
kamu gak akan mampu bayar beryl, meski dengan perusahaan sekalipun, jawab papa cepat
memang seberapa besar pa, memang hutang papa lebih besar dari profit perusahaan ?,
lebih dari itu, jawab papa, wajahnya terlihat sedang mengingat kembali ke masa lalu,
__ADS_1
aku jadi penasaran, memang seberapa kayanya teman papa ini sampe perusahaan tidak bisa melunasi hutang papa, tanyaku menelisik