
seminggu sudah aku menghabiskan waktu di kantor dan apartemen, hanya sesekali aku menjawab chat dari mama yang menanyakan kabar dan keadaan ku, seperti saat ini, mama kembali menanyakan keadaanku,
mama : kamu di mana sayang ?
beryl : di apartemen ma, jawabku singkat
mama : nanti malem pulang ya, mama kangen makan malam sama anak mama,
beryl : aku belum tau ma bisa pulang atau gak, di kantor masih banyak kerjaan,
mama : ya sudah kalo kamu masih sibuk gak apa, jaga kesehatanmu jangan lupa makan,
aku hanya membaca pesan terakhir dari mama melalui pintasan di ponsel,
aku sudah bersiap pergi kekantor, mobil sudah ku nyalakan, tapi entah kenapa hatiku tiba tiba ingin menemui hellen, gadis yang akan di jodohkan denganku,
aku mengeluarkan ponselku dan mengirim pesan pada mama,
beryl : ma, aku akan menemui hellen sebelum ke kantor, bisa mama kirim alamat kantornya ?,
mama : alhamdulillah 😍, nanti mama kirim alamatnya, kamu pasti langsung suka pas ketemu dia, mama doain semoga berjodoh sayang,
beryl : dia pasti jelek ya ma ?
mama : kamu ini belum ketemu sudah ngatain, awas nanti kamu beneran jatuh cinta loh,
beryl : jadi beneran ma dia.....?
__ADS_1
mama : beryl 😡 !!! kamu nanti lihat sendiri saja, mama yakin nanti kamu malah tergila gila sama dia, sudah cepetan berangkat, jam segini dia pasti sudah di kantor
beryl : iya, iya aku berangkat
entah angin apa yang mendorongku hingga aku merasa ingin menemuinya, tiba tiba perasaan ku menjadi impulsif ingin melakukannya,
aku melajukan mobil menuju alamat yang sudah di kirim mama dari google map,
sesampainya di tujuan aku langsung masuk dan menuju meja informasi,
permisi, sapaku pada penjaga resepsionis, mba saya ingin bertemu dengan ibu hellen bisa ?
iya selamat pagi pak, ibu hellen baru saja lewat pak, mungkin dia masih di depan lift, jawab wanita itu sopan,
oh, dia yang mana ya mba, saya belum pernah bertemu sebelumnya, tanyaku lagi,
tunggu sebentar ya pak, saya panggilkan, jelasnya, penjaga resepsionis itu langsung keluar dari kubikelnya dan berlari kearah lift,
iya ta kenapa ?, balas el dari dalam lift,
ada tamu, katanya nyari ka el,
tamu ?, siapa ?, tanya el bingung
kurang tau ka, tadi aku lupa gak nanya dia siapa, jelasnya,
oke, suruh tunggu ya, 10 menit lagi aku turun,
__ADS_1
oke ka, jawab ita sambil menekan tombol tutup pintu lift,
resepsionis itu berjalan mendekatiku dengan sendirian, dengan ramah dia menyampaikan apa yang di katakan hellen padaku,
maaf pak, kata ibu el anda di minta menunggu sebentar, 10 menit lagi dia turun,
owhhh baiklah, saya tunggu di loby, jawabku sembari tersenyum
aku duduk di sofa yang tersedia di loby, kantornya kecil tapi bersih dan rapi, batinku sembari melihat lihat di sekeliling ruangan,
oh iya aku belum ngasih kabar ke Delon kalo hari ini akan telat, aku berdiri kearah dinding kaca dan menghadap ke depan parkiran, ku keluarkan ponselku dari dalam saku celana dan segera menelfon delon
hallo pak, saya sudah di ruangan bapak, tapi ruangannya kosong, jawab delon cepat,
hari ini saya sedikit telat, nanti jam 10 saya baru sampe kantor, terangku pada delon, kamu siapin saja semua berkas meeting hari ini, dan semua staf di setiap devisi harus sudah siap filenya,
baik pak, saya sampaikan ke mereka langsung,
aku kembali memasukkan ponsel z flip ke dalam saku, namun tiba tiba sudah ada seorang perempuan menghampiriku dari belakang,
selamat pagi pak, ada yang bisa saya bantu, sapanya dengan sopan,
aku hanya melihat ke arahnya sekilas, saya sedang menunggu ibu hellen yang kebetulan bekerja di kantor ini, terangku masih berdiri berhadap hadapan
oh iya pak, itu saya, perkenalkan saya hellen, tukasnya memperkenalkan diri,
aku tertegun melihatnya, jika tadi aku melihatnya sekilas kini aku menatapnya sedikit lama,
__ADS_1
jadi ini yang namanya hellen, batinku, ternyata dia perempuan berhijab, ucapku dalam hati, sepertinya dia tidak mengenakan make up, hanya ada goresan liptin tipis di bibirnya, meski tanpa make up wajahnya yang bersih dengan pipi yang sedikit cabi di tambah lesung pipit di pipinya membuat dia terlihat manis, dia tidak terlalu tinggi, terlihat seperti anak sekolah yang sedang magang, apa dia anak magang di sini ? batinku bertanya tanya,
maaf pak, mungkin kita bicara sambil duduk agar lebih nyaman, pak... panggilnya, pak.... panggilnya lagi