Pria Berdarah Dingin

Pria Berdarah Dingin
22


__ADS_3

[Jungkook : Pov]


Sungguh Hari ini sangat melelahkan, apalagi diriku baru pulang dari luar negri dan malah disambut dengan Lisa yg mengacau dan bertengkar dengan Rose. Entah apa pelajaran yg harus aku berikan kepada gadis gila itu! yg berani menganggu Rose saat aku tak berada disampingnya.


"Udah Nggak!?" Teriakku sambil mengetuk Ngetuk kamar mandi. Ya, Aku sedang Menunggu Rose diluar Kamar Mandi, Menanti gadis yg mandinya sungguh sangat lama.


"Tunggu bentar Napa!" Balasnya sambil beteriak dibalik kamar mandi, aku hanya bisa memutar bola mata malas sambil terus berdiri didepan pintu kamar mandi.


hingga beberapa lama kemudian, Rose kini keluar dengan memakai kaos tipis berwarna putih dan juga celana sepaha berwarna hitam. sungguh dia terlalu cantik ditambah dengan rambut basah terurai.


"Apa Liat²!" Bentaknya yg membuatku tersadar dalam lamuanku, yg hanya kubalas dengan tersenyum kikuk.


"Udah sana Mandi! Kamu Udah bau kaos kaki!" Ejek Rose sambil Menjepit hidung Mancungnya, Membuatku gemas melihatnya.


"Iya!"


Aku langsung melangkah masuk kedalam kamar mandi, dan mulai mebasahi tubuhku yg terasa lengket, untuk mendapat kesegaran.


---------


Aku menatap sekelilingku, setelah selesai Membersihkan diriku, dan langsung mencari Yeojaku. Mataku berdebar mencarinya diseluruh penjuru ruangan, Namun Entah kemana hilangnya, batang hidungnya saja aku tak menemukanya, sungguh ia membuatku mencarinya disekeliling rumah, dengan menggunakan handuk sepinggang.


"Bi! dimana Nona Muda!" Tanyaku pada salah satu pelayanku yg langsung tertunduk hormat.


"Saya Tidak Tau Tuan," Jawabnya yg masih dengan keadaan menunduk. Aku menghela Nafas panjang dan berbalik, melangkah kembali menuju kamar untuk memakai pakaian, karena aku merasa aneh Jika Harus mencari Rose diluar rumah dengan kondisi seperti ini.

__ADS_1


-------


Setelah diriku rapi dengan memakai kaos Tipis dan Celana Pendek selutut, Aku segera Berjalan keluar kamar, Namun sedikit terkejut saat melihat Rose berdiri didekat pintu kamar tamu, Yg sekarang menjadi kamar Sekertaris Minnie.


'Sedang Apa dia disana' Aku terus menatapnya yg Nampak tersenyum ramah kearah seseorang yg berada dalam kamar tersebut, Mungkinkah Itu Minnie Yg diberi senyuman Ramah? Tanpa pikir panjang aku Langsung Menghampirinya dengan sedikit berjalan cepat agar bisa mendengar apa yg mereka bicarakan.


"Ternyata Kau ada disini?" Mungkin Mendengar Ucapanku, kedua gadis itu langsung menoleh dan memberi senyuman kikuk kearahku, membuatku sedikit bingung, apa yg mereka bicarakan? hingga terlihat kikuk saat mengetahui keberadaanku.


"Eh! Jungkook! Enggak kok, Cuma berbincang santai Saja!" Jawab Rose yg tersenyum lebar kepadaku, Dengan keringat yg sedikit membasahi Wajah.


"Aku tadi Cariin kamu, tapi Nggak ketemu. Ternyata kamu ada disini," Kataku sambil mengacak ngacak rambutnya, dengan gemas, sedangkan dia hanya membalasnya dengan tersenyum tipis.


"Dan kau Minnie! Bisa Pulang! Tugasmu disini sudah selesai! Dan Soal gajimu, aku akan mengirimkannya, Nanti Malam," Aku kini beralih menatap Minnie yg duduk diatas tempat tidurnya, yg dari tadi menatapku dan Rose yg berdiri diambang pintu.


Sesampainya didalam kamar, aku langsung Mengajaknya untuk duduk disofa, didekat jendela kamar yg mengarah langsung kejalan raya. Nampak ia masih tertunduk, membuatku langsung menarik pelan dagunya hingga mata Coklatnya menatapku dengan tatapan sendu.


"Ehm,, kau kenapa?" Tanyaku sambil tersenyum tipis memegang dagunya, dia hanya tersenyum kecut dan kembali menundukkan pandangannya, membuatku semakin bertanya tanya ada apa ini.


"Kau kenapa? Kok jadi pendiam begini?" Tambahku, kali ini aku menangkup wajahnyaa, agar dia bisa menatapku, Namun aku lihat matanya berkaca kaca, seperti menahan tangis, Apakah dia ingin menangis.


"Kau---" Belum sempat Menyelesaikan Ucapanku, dia langsung berhamburan memelukku, Membuatku mengernyitkan dahi tanda tak tahu apa yg terjadi dengan Rose saat ini. Aku membalas pelukannya dan merasakan tubuhnya sedikit bergetar, aku tahu pasti dia sedang menangis, yg membuat tubuhnya bergetar hebat.


"Kenapa kau menangis?" Tanyaku sambil melepas pelukannya dan mengangkat ibu jariku untuk menghapus air mata yg masih tersisa dipelupuk matanya yg terlihat sayu saat menatapku.


"Maafkan aku! tadi aku sempat tak percaya olehmu!" Ungkapnya Sambil tersenyum kecut kearahku. Aku bertanya-tanya maksudnya, kejadian tadi pagi? Ya Ampun Kenapa dia membahasnya lagi, Apalagi itu Membuatnya menangis, Sungguh itu membutku tak tega melihatnya!

__ADS_1


"Kau tak perlu, Minta Maaf! kau tak salah dalam hal ini! Kau hanyalah korban dalam cerita ini!" Rose langsung memelukku Erat sambil menenggelamkan kepalanya dalam pelukanku, Aku hanya bisa tersenyum tipis sambil berpikir, Apakah aku harus membunuh Lisa agar hidupku bisa tenang.


Aku kembali kedunia Nyata, Saat Tiba² Rose melepas pelukkan ku dan Langsung menatapku tajam, dengan memicingkan matanya, Membuatnya sangat imut pada saat itu.


"Kau Jangan Membunuhnya!" Tutur Rose yg membuatku terkejut bukan main, mengingat bagaimana bisa dia membaca Pikiranku, Sungguh kau memang gadis langkah, Bisa membuat Orang terpukau saat pertama kali bertemu, apalagi parasnya yg elok.


"Ah! Tidak akan," Balasku dengan tersenyum getir kearahnya, yg masih memicingkan matanya kearahku, dia hanya Menungguk kecil lalu bangkit melangkah pergi.


"Kau mau Kemana!?" Teriakku saat ia sudah mulai membuka knop pintu kamar yg membuatnya memandangku sekilas dengan sedikit tersenyum tipis, Membut Paras Ayunya Semakin hidup.


"Kebawah! Mau ikut?" Tanyanya sambil menyodorkan Sebelah tanganya agar aku meraihnya. Aku hanya tersenyum lalu mengangguk kecil dan langsung meraih tangannya dan menggenggamnya erat dan berjalan beriringan keluar dari kamar.


Aku dan Rose kini sampai diruang keluarga yg membuatku, langsung mengambil Posisi duduk disofa, sedangkan dia langsung menyambar remot Tv dan langsung merebahkan tubuhnya diatas sofa dan pahaku sebagai bantalnya.


"Mendingan Kamu Tidur deh! Biar Enakan Nanti kalau bangun!" kataku sambil mengelus perlahan rambut belondenya, Yg langsung mendapat tatapan tajam kearahku.


"Aku kan lagi Nonton Tv! Masa disuruh tidur!" Ketusnya Sambil menatapku tajam, Namun aku hanya tersenyum kecil menanggapinya, bukan tatapan menyeramkan yg kulihat dari matanya, Namun dia sangat Lucu menatapku tajam.


"Kamu tidur, Atau kuberi hukuman!" Ancamku yg membuatnya, langsung memeluk erat pinggangku, yg membuatku ingin tertawa lepas melihat aksinya. Namun Kutahan agar bisa membuatnya tidur.


Aku mulai mengelus rambut Blondenya dengan perlahan, sambil menyungging senyuman, hingga aku merasakan hembusan Nafas panjang terdengar, Membuatku tersenyum lebar, mengetahui dia sudah tidur.


Aku Mulai menggendong Tubuhnya menuju kamar, Agar Istirahatnya bisa Sedikit Nyaman dan tenang. Kuletakkan perlahan Tubuhnya diatas temapat tidur lalu menyelimutinya, dan langsung menyalakan Ace agar membuat tidurnya Sejuk.


Aku mencium Perlahan Keningnya, dan mulai melangkah keluar kamar, Entah mengapa saat diriku begitu dekat dengannya, ada rasa tak bisa aku Ungkapkan dengan kata², Karena semua itu hanya bisa diungkapkan lewat debaran jantung yg tak karuan dan darah yg berdesir hebat saat berada disampingnya. Hah! Sungguh keadaan ini membuatku Nyaman!!!

__ADS_1


__ADS_2