Pria Berdarah Dingin

Pria Berdarah Dingin
23


__ADS_3

[Rose : Pov]


Aku Merasa sedikit Risih, Setelah Lisa, Yeoja yg Pagi tadi mengaku sebagai kekasih Jungkook? Yg Membuatku Menghampiri Minnie dan Mengambil Kesempatan Ini, Saat Jungkook Tengah Sibuk Membersihkan dirinya.


"Bisa Aku Masuk?" Tanyaku saat Sudah berada didepan Ambang Pintu Kamar tamu yg ditempati Oleh Minnie saat ini, Yg Membuatnya langsung menoleh kearahku dan mengubah Posisi tubuhnya yg tadi merebah Posisi duduk dipinggir tempat tidur.


"Silahkan Nona!" Jawabnya dengan Tersenyum manis kearahku, yg Membuatku langsung melangkah mendekatinya


Dia Menatapku Yg Kini duduk disampingnya, sambil tersenyum kecil yg membuatku langsung mengehel Nafas Panjang dan mulai meraih tangannya yg berada di atas paha dan menggenggemnya dengan Erat.


"Aku bisa bertanya?" Kataku sambil menatapnya, yg dibalas Olehnya dengan Anggukan kecil. Aku sedikit tersenyum saat mendapat balasan iya darinya, yg membuatku leluasa mencongkel setiap Masa Lalu Jungkook.


"Siapa Itu Lisa?" Tanyaku yg membuatnya sedikit tersentak, dan Langsung menatapku dengan tatapan sayu, dia membalas genggaman erat tanganku dan mulai menatapku lagi, saat tadi, dia tiba² tertunduk lesuh.


"Apakah Nona Sangat Ingin Mengetahuinya?" Mendengar Pertanyaannya aku Langsung Mengangguk Antusias, diiringi dengan senyuman tipis, yg lagi² membuatnya menghela nafas panjang.


"Lisa Itu mantan kekasih dati Tuan Muda! Mereka pernah menjalin hubungan hingga 5 tahun lamanya, Namun semua itu berakhir saat dimalam pesta pertunangan mereka, Lisa malah tak datang dan itu membuat Tuan muda sangat malu, Apalagi Pesta itu dihadiri oleh kolega² Tuan Muda dan teman bisnis Tuan Muda, yg membuatnya semakin malu, dan yg paling menyedihkan, Taun Muda mendapat kabar dari Bodyguardnya yg diperintahkan mencari keberadaan Lisa, malah menemukan disebuah hotel dalam keadaan bersetubuh dengan Sehun yg Juga merupakan teman Bisnis Tuan Muda, yg membuat Tuan Muda Murkah dan langsung memutuskan hubungan dengan Lisa pada malam itu juga, Saat menangkap basah mereka berdua, dalam keadaan Mabuk. Namun, itu semua tak mempengaruhi keputusan Tuan Muda Untuk memutuskan hubungannya dengan Lisa," Jelas Minnie sambil menunduk lesu.


Mendengar Semua penuturan dari Minnie membuatku diam seribu bahasa. dan berpikir begini masa lalu dari Jeon Jungkook? Pria Yg Kini menjadi Suamiku? Sungguh kisahnya sangat Sedih, mulai dari Adiknya yg meninggal, sampai² ia membenci kedua Orang Tuanya, hingga dikhianati Oleh kekasihnya! Sungguh Masa lalumu Sungguh Suram, Jungkook!


"Nona!" Panggil Minnie yg seketika Membuatku kembali pada dunia Nyata setelah bertautan dengan dunia pikirku, yg didalamnya hanya ada nama Jungkook yg terus berenang bebas.


"Apa Nona Baik² Saja?" Tanya Minnie, Yg hanya kubalas dengan Anggukan, aku mulai berpikir, Untuk menanyakan hal yg selama ini mengganjal didalam pikiranku.


"Apa aku bisa bertanya lagi?" Tanyaku sambil menatapnya, yg langsung dibalas anggukan olehnya.


"Apakah Jungkook Masih mencintai Lisa?" Tanyaku Sambil menatap lekat mata Minnie yg kini hanya tersenyum tipis kearahku, membuatku merasa heran mengapa ia tersenyum saat aku bertanya tentang Cinta Jungkook pada Lisa.

__ADS_1


"Nona, Tenang saja! Tuan Muda Tak lagi Mencintai Lisa! Aku bisa lihat dari cara pandang Tuan Muda pada Lisa, hanya ada pandangan Jijik dimatanya! Jika Nona Tak percaya, Nona Bisa menanyakannya Langsung keTuan Muda!" Ungkap Minnie, Yg membuatku menggeleng cepat sambil menyungging senyuman.


Aku Mulai Bangkit dari Posisi duduku, dan melangkah pergi mendekati Ambang Pintu, dan berbalik seketika sambil Mengucapkan Terimah Kasih kearah Minnie yg masih setia memandangku.


"Terima Kasih Minnie! Telah menceritakan semuanya! dan aku mohon tolong rahasiakan, Semua ini pada Jungkook!" Ucapku sambil menatapnya dengan tersenyum tipis yg dibalas Olehnya dengan Anggukan Kecil.


"Baik Nona! Dengan senang hati saya akan merahasiakannya!" Balasnya diiringi dengan senyuman kearahku terbit dari bibirnya. Aku sedikit merasa lega, Atas Ucapannya dan aku memutuskan untuk meminta Nomor Telfonnya agar aku bisa leluasa menghubunginya, dimanapun dan kapanpun.


Setelah dia memberiku, Nomornya aku hanya tersenyum ramah kearahnya, dan masih pada Posisiku, yg berdiri diambang Pintu kamar Minnie, Hingga Suara yg tak Asing bagiku memanggil Namaku, membuatku terkejut, saat melihat Jungkook kini berdiri disampingku.


"Ternyata Kau ada disini?" Ucapnya yg Membuatku dan Minnie hanya memberi senyuman Kikuk mendengar Ucapannya, yg kini berada disampingku.


"Eh! Jungkook! Nggak Kok, Cuman berbincang Satai aja!" Jawabku yg tersenyum lebar kepadanya, dengan keringat yg sedikit membasahi Wajahku, saking geroginya aku, bila dia mendengar pembicaraanli dengan Minnie. Semoga dia tak mendengarnya.


"Aku tai cariin kamu, tapi nggak ketemu, Ternyata kamu ada Disini," Katanya sambil mengacak acak rambutku, dengan gemas, sedangkan aku hanya membalasnya dengan senyuman tipis.


"Baik Tuan," Jawabnya yg diiringi senyuman, Jungkook hanya mengangguk, lalu menarik pelan lenganku menuju kamar, mungkin agar bisa leluasa untuk berbincang dengaku yg dari tadi hanya menunduk, Takut Jika dia Mendengarnya.


Sesampainya didalam kamar, Jungkook langsung mengajakku Untuk duduk diatas Sofa, didekat jendela kamar yg mengarah langsung kejalan raya. Nampak ia langsung menarik pelan daguku hingga mata Coklatku menatap mata Elangnya, yg terlihat senduh.


"Ehm,,, Kau Kenapa?" Tanyanya sambil tersenyum tipis sambil memegang daguku, aku hanya tersenyum kecut dan kembali menundukan Pandanganku, yg mungkin membuatnya semakin bertanya tanya ada apa ini?


"kau kenapa? kok jadi pendiam gini?" Tambahnya, kali ini dia menangkup Wajahku, Agar bisa menatapnya, Mataku malai berair saat menatapnya.


"Kau----" Belum sempat ia menyelesaikan Ucapannya, aku langsung berhamburan memeluknya, membuatnya mengernyitkan dahi tanda tak tahu apa yg terjadi denganku saat ini. Dia membalas pelukanku dan mungkin merasakan Tubuhku yg bergetar hebat.


"Kenapa kau menangis?" Tanyanya sambil melepas pelukannya dan mengangkat ibu jarinya untuk menghapus Air mata yg masih tersisa dipelupuk mataku yg terlihat sayu saat menatapnya.

__ADS_1


"Maafkan aku! Tadi aku sempat tak percaya Olehmu!" Ucapku sambil tersenyum kecut Kearahnya. Dia Nampak heran dengan Ucapanku, yg membuatnya menatap lekat mataku.


"Kau tak perlu, Minta maaf! Kau tak salah dalam hal ini! Kau hanyalah Korban dalam cerita ini!" Aku langsung Memeluknya erat sambil menenggelamkan kepalaku dalam pelukannya, dia hanya bisa tersenyum tipis.


Aku melepas pelukanku dan langsung menatapnya tajam, dengan memicingkan mataku, yg membuatnya bingung.


"Kau jangan membunuhnya!" Tuturku yg membuatnya terkejut bukan main. Aku menebak bahwa Jungkook, Pasti membunuh seseorang jika dia sudah sangat membencinya, Sungguh dia memang Namja berdarah dingin!


"Ah! Tidak Akan," Balasnya dengan tersenyum getir kearahku, yg masih memicingkan mata kearahnya, Aku hanya mengngguk kecil lalu bangkit melangkah Pergi.


"Kau mau kemana?!" Teriaknya saat aku sudah mulai membuka Knop Pintu kamar yg membuatku memandangnya sekilas dengan sedikit tersenyum tipis.


"Kebawah! Mau ikut?" Tanyaku sambil mengulurkan sebelah tanganku agar dia meraihnya, dia hanya tersenyum lalu mengangguk kecil dan langsung meraih tanganku dan menggenggamnya erat dan berjalan beriringan keluar dari kamar.


Aku dan Jungkook kini sampai diruang keluarga yg membuatnya, lalu mengambil posisi duduk disofa, sedangkan aku langsung menyambar remot Tv dan langsung merebahkan tubuhku diatas sofa dan pahanya sebagai bantalku.


"Mendingan kamu tidur deh! biar enakan nanti kalau bangun!" Katanya sambil mengelus perlahan rambut hitamku, yg Membuatku langsung menatap tajam kearahnya.


"Aku kan lagi Nonton Tv! Masa disuruh tidur!" Ketusku sambil menatapnya tajam, namun dia hanya tersenyum kecil menanggapinya.


"Kamu tidur! atau kuberi hukuman!" Ancaman yg Membuatku, langsung memeluk erat pinggangnya. Hup! Dasar Tukang Ngancam aku demi mendapat keinginannya.


Jungkook Mulai mengelus rambut hitamku dengan perlahan, sambil menyungging senyuman, hingga aku mulai merasakan kantuk yg luar biasa menusuk mataku hingga mata ini sudah terasah sangat berat.


'Aku akan membahagiakanmu Jungkook!'


Dan Akupun kini terbawah dalam alam mimpiku.

__ADS_1


__ADS_2