
[Jungkook : Pov]
Hari ini sungguh tak kuduga, bagaimana Rose bisa menanyakan hal tentang Orang Tua Itu? Ck! Membicarakannya saja suda membuatku merasa Jijik, Apalagi harus melihat wajah mereka.
"Kau siapkan Mobil!" Aku kali ini hanya mau fokus pada Proyek Miliku, daripada harus mengungkit semua tentang mereka berdua. itu semua hanya Membuatku stres.
"Baik Tuan!" Jawab mereka sambil Menunduk hormat padaku.
Aku memutuskan ingin kekantor, agar bisa menenangkan Pikiranku yg kacau gara² perkataan Rose. Bukannya marah padanya hanya saja, perkataannya itu tak suka kudengar.
___
Setelah sapai dikantor, aku langsung berjalan masuk kedalam ruanganku dan menemukan seorang gadis berpakaian terbuka tengah duduk diatas meja kerjaku. dengan Posisi membelakangiku hingga wajahnya saja aku tak bisa melihat.
"Siapa Kau?" Aku masih berdiri diambang Pintu sambil memasukkan sebelah tangan disaku celanaku dengan tatapan dingin. gadis itu tak menggubris dia terus saja duduk membelakangiku, hingga amarahku memuncak dan langsung melemparnya dengan Pisau hingga Pisau itu menancap didinding ruang kerjaku.
"Kau tak perlu semarah itu Jungkook," Suara Manjanya membuatku terkejut saat melihat gadis itu adalah Lisa, Yeoja yg paling kubenci, dan merasa Jijik jika melihatnya.
"Hah! Sedang apa kau Yeoja Jalang. Disini!" geramku sambil menatapnya tajam kearahnya yg kini berjalan mendekatiku. Ck! Menatap Wajahnya, serasa ingin kubakar.
"Mau melihatmu, Sayangku!" Ucapnya sambil meraih tanganku, Namun kutepis Cepat lalu menatap tajam kearahnya.
"Ck! Sayang? Darimana? Dari Mimpimu! Bahkan mendengarnya saja sudah membuatku ingin muntah!" Aku menatapnya tajam yg dari tadi hanya menatapku, dengan tatapan Manja. Itu semakin Membuatku muak melihanya.
__ADS_1
"Aku ini masih cinta sama kamu Jungkook! kenapa sih kamu nggak pernah percaya! Dan dia Yeoja Murahan itu, kenapa kau tak meninggalkannya! Dan datanglah padaku Jungkook!" Katanya sambil memohon kepadaku, kali ini aku sangat dibuat marah Olehnya, beraninya dia menyebut Rose Yeoja Murahan.
"Apa kau bilang! Kau menyebut istriku Yeoja Murahan! Maka lebih Murahan dirimu ini!" Teriakku sambil menyeretnya keluar ruangan dengan kasar, hingga parah karyawanku menatap kearahku yg masih dengan Amarah memuncak.
"Dan satu hal lagi! Jika kau masih Mengganggu hidupku! Maka kubunuh kau hingga siapapun tidak bisa menemukanmu!" Ancamku sambil menatap tajam kearahnya yg kini Menunduk diatas lantai kantor.
"Kalian! Jauhkan Yeoja ini dari kantorku! Dan jangan pernah Izinkan dia masuk kedalam/kesini dengan alasan apapun!" Aku langsung menatap beberapa Bodyguardku yg berdiri didekat Pintu masuk kantor dan diangguki Oleh mereka.
Aku langsung berjalan menuju ruanganku kembali, dan mulai mengambil Posisi duduk dikursi kerja milikku. Pikiranku mulai kacau, Masalah silih berganti datang menganggu hidupku, entah sampai kapan ini akan berakhir.
"Sekertaris Minnie," Aku mulai terpikir Untuk menceritakan semua masalahku padanya, mungkin bisa menenangkanku. aku memutuskan Untuk menghubungi Minnie untuk menceritakan semua masalahku kepadanya.
Namun dia malah tak Aktif, dan Kabarnya hari inipun tak terdengar Olehku, entah kemana dia saat aku sangat membutuhkannya, itu sekertarisku atau sekertaris siapa sih? Entah kemana dia sekarang.
Akupun memutuskan untuk mengerjakan beberapa pekerjaan, hingga suara Notifikasi handphone membuyarkan kosentrasiku dan langsung meraih benda Pipih diatas meja, dan melihat nama Minnie tertera. Ah! Akhirnya anak ini menghubungiku kembali!
.........
[............]
[Apa! Bagaimana bisa?]
[............]
__ADS_1
[Ok! Aku pulang!]
..........
Aku langsung berlari menuju Mobil, dan melajukannya menuju rumah, dengan Perasaan Khawatir bercampur gelisah. Sungguh aku tak mengirah Jika ini harus terjadi.
_____
Setelah sampai dirumah, aku langsung berlari menuju kamar dan melihat, Rose terbaring lemah, dengan Minnie yg kini duduk didekatnya yg membuatku langsung menghampiri mereka.
"Ros Kenapa?" Tanyaku sambil menggenggam erat tangannya dingin, entah apa yg terjadi dengan gadis ini.
"Dia tadi, jatuh dari toilet hingga Pingsan," Jawab Minnie menatapku lekat, aku hanya bisa membalasnya dengan anggukan kecil, dan kembali Fokus pada Rose yg belum sadarkan diri.
Aku terus saja menggenggam tangannya hingga terasa jari² tangannya mulai bergerak, membuatku beralih pandang memandangi Matanya yg malu terbuka.
"Aduh! Aku dimana?" tanyanya sambil memegangi kepalanya, Mungkin itu terasa sangat sakit, apa mungkin kepala Rose terbentur keras? Hah! Semoga tidak.
"Kamu tak apa?" Aku mulai menatap lekat kearahnya, yg kini Juga menatapku, dia sedikit menyungging Senyuman, itu membuatku sedikit lega. entah aku sangat khawatir melihatnya dan ada rasa takut kehilangan Jika melihat dia seperti ini, apa ini rasa cinta? Hah! Entahlah yg terpenting dia selamat.
"Maafkan aku yah" Rose langsung memelukku sambil menangis, itu membuatku sedikit bingung, ada apa lagi dengan gadis ini.
"Maafkan aku yah! Soal tadi pagi?" Ucapnya sambil terus memelukku, yg membuatku langsung teringat akan perkataannya tentang Orang Tuaku, dan hanya memberinya aggukan kecil lalu tersenyum tipis. Hah! itu mungkin sudah membuatnya lega.
__ADS_1
"Janji tak akan Pergi?" Tanyanya sambil melepas pelukanku secara perlahan, dan aku langsung membalasnya dengan anggukan dan memeluknya kembali, sedangkan Minnie keluar meninggalkan kami, Entah darimana gadis itu berasal, hingga ia mengabariku bahawa Rose mengalami kecelakaan. Nanti aku akan tanyakan.
Hari ini sungguh membuatku Pusing, Apalagi mengetahui Rose mengalami kecelakaan kecil.