Primadona School

Primadona School
Masalah baru part 3


__ADS_3

Malam ini dengan penampilan acak acakan Arlan menjemput Anya,ya Arlan sebenarnya benar benar terpaksa menjemput Anya.


Selesai menjemput Anya,mereka berdua langsung pergi menuju kafe Arhan atau yang berarti Ara Rayhan,Anya sengaja mengajak Arlan ke kafe ini,karna Anya tau kafe inu milik Ara,sedangkan Arlan tidak tau apa apa.


Anya memegang tangan Arlan dengan lembut,tapi Arlan menepis nya.


"Kenapa tangan Gue di tepis kek gitu sayang?"Tanya Anya menja


"Ga usah banyak basi,langsung ke inti bisa kan!"ketus Arlan


"Oh bisa,Gue cuma mau lo ninggalin Ara,dan pacaran sama Gue"Ucap Anya sambil tersenyum dan me main mainkan rambutnya.


"Gu ga mau!!"bentak Arlan marah


"Terserah,Gue hanya kasih lo kesempatan 3Hari untuk tinggalin Ara,tapi jika lo ga mau ya gapapa sih,inget perusahaan bokap lo di bawah tangan Gue"Ucap Anya dengan lembut namun menyakitkan


Anya langsung pergi begitu saja meninggalkan Arlan yang sedang prustasi sendirian.


Arlan beranjak pergi ke Apartemen nya,Arlan tidak ingin pulang kerumah dalam keadaan seperti ini.


flashback Off.


Di lain tempat


Ara sedang duduk berdua dengan sofi menikmati makanan mereka.


Tapi tiba tiba Ara terkejut karena ada yang memanggil namanya.

__ADS_1


"Ara"Panggil Zidan


Ara menoleh ke arah Zidan dan Denian yang ada di belakangnya.


"Kalian temen temen nya Arlan kan?"Tanya Ara


"Iya kita temen temen nya bestfriend togeder geder nya Arlan"Jawab Zidan


"Namanya siapa?"Tanya Ara


"Gue Zidan calon adek ipar lo"Ucap Zidan memperkenalkan diri


"Dan Gue Denian calon masa depan nya Sofi"Ucap Denian sambil melirik ke arah Sofi


"Idih najes"Ucap Sofi pedas


Mereka banyak bercerita mengbrol sampai lupa tujuan mereka menghampiri Ara untuk apa.


Tapi saat Sofi bertanya baru mereka sadar bahwa mereka ingin menanyakan Arlan.


"Lo tau Arlan dimana?"Tanya Denian pada Ara


"Kata Arlan,kakek dan nenek mau main kerumah jadi Arlan libur dulu"Jawab Ara


pasti ada yang ga beres nih sama Arlan,ga mungkinkan Arlan ga pergi sekolah karena nenek nya lagi main kerumah,rumah Arlan sama nenek nya deketan cuma jarak 2rumah.batin Zidan.


"Emmm ra Gue mau minta nomer nya Lala ada?"Tanya Zidan pada Ara

__ADS_1


"Buat apa lo nomer nya Lala?"Tanya Denian sedikit curiga


"Mau nanyain Arlan lah"Ucap Zidan


"Bacot!!bilang aja mau modus"Ucap Denian mengejek Zidan


Denian dan Zidan memberhentikan perdebatan mereka,karena tujuan mereka sekarang untuk mencari Arlan bukan untuk berdebat.


"Ra,lo ada nomer telpon nya Lala ga?"Tanya Zidan sekali lagi


"Untuk apa Ara punya nomer telpon Lala,Ara kan udah punya nomer telpon sendiri"jawab Ara polos.


"Bukan itu maksud Gue ogeb,Huh primadona kayak lo cantik cantik tapi agak sedikit be*o ya ra"Ucap Zidan pedas


Mendengar perkataan Zidan yang mengatai nya be*o membuat tangis Ara pecah saat itu juga,Oh astaga Zidan lupa jika pacar temen nya ini sangat cengeng,Zidan ke bingungan sendiri dia tidak tau harus berbuat apa.


Dari tadi dia berusaha membujuk Ara,tapi semua cara yang ia lakukan tidak membuat Ara berhenti menangis.


"Ara cantik udah ya nangis nya,nanti kalo lo nangis terus Arlan juga ikut nangis"Bujuk Zidan kepada Ara,dan benar bujukan nya tersebut membuat Ara menghentikan tangis nya


"Ara ga boleh cengeng ya,nanti Arlan jadi cengeng juga"Ucap Ara


"Nah iya gitu"Ucap Zidan


"Jadi kalo Ara perempuan Arlan juga perempuan dong"Ucap Ara


Zidan,Denian,dan Sofi saling pandang,ingin rasanya mereka bertiga membuang Ara jauh jauh ke Negera lain supaya tidak balik balik lagi.

__ADS_1


__ADS_2