
Karena sudah menghabiskan banyak waktu di pantai,mereka akhirnya memutuskan untuk pulang ke Villa.
Tapi tidak dengan Ara dan Sofi mereka ngotot untuk makan di pantai itu terlebih dahulu,membuat Arlan,Denian,dan Zidan ikut bergabung dengan mereka,karena tidak mungkin bagi mereka meninggalkan Ara dan Sofi berdua saja di sana.
Setelah selesai makan,akhirnya mereka memutuskan pulang dengan berjalan kaki,Ara berlari meninggalkan yang lainnya karena kebelet pipis,sedangkan Arlan juga ikut berlari mengejar Ara.
Saat Ara sedang menyebrang tiba tiba sebuah mobil dari sana dengan kecepatan tinggi ingin menebrak Ara.
"Ara awas"Teriak Arlan
Dengan cepat seseorang laki laki mendorong Ara sehingga Ara selamat tapi tidak dengan laki laki itu,ia mengalami cederah yang cukup parah.
Ara langsung menghampiri laki laki itu.
Laki laki itu adalah Rendi,ya Rendi tadi sedang mencari angin segar tapi tanpa sengaja Rendi melihat Ara yang hampir tertumbur mobil,Rendi langsung berlari dan menyelamatkan Ara.
"Re rendi"Ucap Ara sambil menangis
"Arlan bawak Rendi kerumah sakit ayo"Ajak Ara panik
Arlan segera berlari ke arah villa mengambil mobil nya untuk mengantar Rendi kerumah sakit.
Sedangkan dari kejauhan seseorang sedang memandangi mereka dengan tatapan kesal.
__ADS_1
"Sialan Gue gagal lagi!"Marah seseorang itu.
"Tapi Gue pastikan perlahan lahan kalian semua akan hancur!!"Ujar Seseorang itu dengan senyum licik nya.
____
Skip di rumah sakit
______
Sekarang Arlan,Ara,Denian,Zidan dan sofi sedang berada di depan ruang UGD.
Ara tak henti hentinya menangis,mungkin jika Rendi tidak menyelamatkan nya mungkin sekarang Rendi tidak akan seperti ini.
"Sayang,jangan nangis ya kita berdoa aja semoga rendi baik baik saja"Hanya itu yang Arlan bisa ucapkan untuk menenangkan Ara.
"Ini semua salah Ara,andai aja Rendi ga nyelamatin Ara mungkin sekarang Rendi ga akan---"Belum sempat Ara menyelesaikan kalimat nya,Arlan meletakkan telunjuk nya di depan bibir Ara.
"Ara ini semua sudah kehendak tuhan,kita hanya bisa berdoa kita serahkan kepada yang di atas,kamu jangan merasa bersalah lagi ya"Ujar Arlan kepada Ara yang masih menangis.
Ara hanya mengangguk.
Jam sudah menunjukkan pukul 21.00 tapi Dokter juga belum keluar dari ruangan.Ara semakin cemas,ia benar benar takut sesuatu yang buruk terjadi pada Rendi,karna bagaimana pun Rendi yang sudah menyelamatkan dirinya.
__ADS_1
Kini Sofi yang beralih menenangkan Ara,sedangkan Arlan sedang pergi ke toilet.
Selang 5 menit Dokter keluar dari ruangan UGD dengan cepat Ara berdiri dan menghampiri dokter itu
"Dok,gimana keadaan nya Rendi?"Tanya Ara kepada Dokter itu
"Maaf,saya tidak bisa menyelamatkan nyawa pasien"imbuh Dokter itu.
Ara menggelengkan kepala nya,sedangkan Sofi dengan setia nya berusaha menenangkan Ara.
"Dok,ini prank kan?"Tanya Ara penuh harap
"Weh bro lo udah jadi om om jangan main prank dong kayak bocah"Sergah Denian
"Tau tu"Sambung Zidan
"Sekali lagi saya mohon maaf"Tukas Dokter itu.
Tanpa aba aba,Ara membuka pintu ruang UGD itu,kemudian mendekat kepada Rendi yang masih setia menutup matanya.
"Rendi,maafin Ara ren,ini semua salah Ara,kenapa sih Rendi nyelamatin Ara kenapa ren kenapa,sekarang Rendi jadi kayak gini kan,ini semua salah Ara"Semua yang ada di sana hanya bisa diam melihat Ara yang dari tadi masih terus menangis
"Lo kalau lagi nangis jadi jelek"Sahut seseorang.
__ADS_1